BASARNAS Banda Aceh Evakuasi 1 Crew Kapal MV Herta di Perairan Selat Benggala
Banda Aceh, desernews.com
Tim Basarnas Banda Aceh, mengevakuasi 1 crew kapal MV Herta berbendera Protugal rute Singapura – As Suways (sues) Mesir, di perairan selat benggala, Aceh (14/03).
Korban merupakan seorang pria atas nama Gillesfie Gassa Sta Ana (51), berwarganegara Philipina.
Tim Basarnas Aceh terpaksa harus mengevakuasi korban karena mengalami pembengkakan pelipis/alis mata sebelaha kanan, sehingga mengalami gangguan penglihatan disertai pusing akibat terkena trail block rantai mesin bagian salah satu kapal yang terlepas dan mengahantam pelipis pada saat melakukan pengecekan dan pekerjaan pada bagian mesin kapal.
Kepala kantor Basarnas Banda Aceh, melalui Kasi Operasi dan Siaga Pencarian dan Pertolongan Basarnas Banda Aceh, M. Fathur Rachman, mengatakan bahwa pihaknya harus melakukan operasi SAR Medevac dengan menggunakan KN. SAR Kresna 232 terhadap satu crew Kapal MV. Herta, di Perairan Selat Benggala Aceh yang mengalami luka pada bagian pelipis akibat terkena trail block rantai mesin pada salah satu bagian mesin kapal.
“kita melakukan operasi SAR medivac kepada satu crew orang warga Philipina, Gillesfie Gassa Sta Ana (51), korban mengalami cidera pada bagian kepala saat melakukan perbaikan kapal tersebut. Pada saat melakukan perbaikan mesin, ada piranti mesin yang terlepas dan mengenai pelipis bagian sebelah kanan mata” ungkapnya.
Fathur juga menambahkan, tim BASARNAS bergerak pada pukul 07.00 WIB dari pelabuhan Ulee Lheu, Banda Aceh menuju titik temu di Selat Benggalan dan Korban berhasil dievakuasi oleh tim gabungan pada pukul 08.00 yang selanjutnya di periksa oleh pihak Karantina Kesehatan KKP Banda Aceh serta dilakukan pengecekan dokumen oleh pihak Imigrasi dan Bea Cukai.
“tim BASARNAS bergerak pada pukul 07.00 WIB dari pelabuhan Ulee Lheu, Banda Aceh menuju titik temu di Selat Benggalan dan Korban berhasil dievakuasi oleh tim gabungan pada pukul 08.00 yang selanjutnya di periksa oleh pihak Karantina Kesehatan KKP Banda Aceh serta dilakukan pengecekan dokumen oleh pihak Imigrasi dan Bea Cukai” pungkasnya.
Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke RSUD Zainal Abidin untuk dilakukan penanganan medis lebih lanjut. Selain Basarnas Banda Aceh, vakuasi ini juga dibantu tim gabungan dari unsur lain, diantaranya Bakamla, KKP Banda Aceh, Polsek Ulee Lhue, Koramil Meuraxam Agen perjalanan, Syahbandar, tim RAPI dan Media. (JT/DN)




