Banjir Bandang Terjang Kampung Parit Simpang Tonang, Satu Warga Dilaporkan Hanyut

Pasaman (Dua Koto), desernews.com
Hujan deras yang mengguyur kawasan pegunungan dan wilayah Kampung Parit, Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, memicu peningkatan debit air yang kemudian menerjang sejumlah kawasan permukiman warga.
Derasnya arus air membuat situasi di lokasi sempat mencekam. Warga yang berada di sekitar aliran sungai berupaya menyelamatkan diri dan mengamankan barang-barang milik mereka dari ancaman arus yang semakin kuat.
Mendapat informasi mengenai kejadian tersebut, Kapolsek Dua Koto Ipda Rido M. Simamora, SH., MH., bersama jajaran personelnya bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pemantauan, pengamanan, sekaligus membantu masyarakat yang terdampak.
Langkah cepat tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memastikan keselamatan warga, terutama karena kondisi arus air masih berpotensi berubah sewaktu-waktu.
Personel Polsek Dua Koto juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak mendekati sungai, bantaran sungai maupun titik-titik yang berpotensi diterjang arus deras.
Kesiapsiagaan Kapolsek bersama personelnya di tengah kondisi bencana tersebut menunjukkan respons kepolisian yang tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.

Rumah Warga Rusak Berat
Dalam peristiwa tersebut, satu unit rumah semi permanen milik warga bernama Masmedi dan istrinya Diana Fitria yang berada di sekitar tepian sungai, dilaporkan mengalami kerusakan berat setelah diterjang derasnya aliran banjir.
Penanganan bencana di lapangan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan sejumlah unsur terkait. Selain jajaran Polsek Dua Koto, turut terlihat personel Babinsa, BPBD, Basarnas Kabupaten Pasaman dari Lubuk Sikaping, serta Wali Nagari Simpang Tonang Drs. Yoprimadi bersama unsur lainnya.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan sekaligus memastikan masyarakat yang berada di kawasan terdampak mendapatkan bantuan dan perlindungan.
Satu Warga Dilaporkan Hanyut
Di tengah peristiwa banjir tersebut, seorang warga bernama Anton, yang disebut berdomisili di wilayah Gunung Bangkuang, dilaporkan hilang dan diduga terbawa arus banjir.
Namun, hingga berita ini diturunkan, informasi mengenai Anton masih merupakan laporan awal yang diterima dari masyarakat. Keberadaan maupun kondisi yang bersangkutan belum dapat dipastikan secara resmi.
Tim dan unsur terkait di lapangan diharapkan segera melakukan pencarian secara maksimal guna memastikan keberadaan warga yang dilaporkan hilang tersebut.
Kapolsek Dua Koto Ipda Rido M. Simamora bersama jajaran juga diharapkan terus berada di tengah masyarakat untuk mengawal situasi, terutama dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan.
Langkah cepat jajaran Polsek Dua Koto patut diapresiasi karena kehadiran aparat di lokasi bencana sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya ketika kondisi masih diliputi ketidakpastian dan ancaman keselamatan.

Banjir Mulai Menyusut
Hingga Jumat malam sekitar pukul 21.30 WIB, kondisi banjir dilaporkan mulai menyusut. Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat hujan di kawasan hulu dapat kembali meningkatkan debit air secara tiba-tiba.
Warga juga diimbau untuk tidak mendekati sungai maupun lokasi yang masih berpotensi dilanda arus deras serta senantiasa mengikuti arahan petugas di lapangan.
Perkembangan mengenai keberadaan Anton dan kondisi terkini masyarakat terdampak di Kampung Parit, Nagari Simpang Tonang, masih menunggu informasi resmi dari pihak berwenang.
(H. Eddi Gultom)




