Antisipasi Jalan Putus Total, Pemkab Pasaman Diminta Segera Perbaiki Jalan Runtuh Akibat Longsor

Pasaman, desernews.com
Pemerintah Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat diminta segera melakukan perbaikan terhadap sejumlah ruas jalan kabupaten yang mengalami kerusakan parah akibat longsor.
Langkah cepat ini dinilai penting untuk mengantisipasi agar akses jalan tidak putus total, terutama menuju wilayah-wilayah terpencil.
Kerusakan jalan tersebut dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang terjadi sepanjang bulan November hingga Desember 2025 di wilayah Kecamatan Dua Koto.
Hujan lebat yang turun siang dan malam menyebabkan tanah labil dan mengakibatkan longsor di beberapa titik jalan vital.
Pantauan wartawan di lapangan, Selasa (3/2/2026) menunjukkan, salah satu ruas jalan yang terdampak longsor adalah akses jalan kabupaten yang menghubungkan Silang Empat menuju Kampung Lanai, tepatnya diantara kampung Mangkumang Datar dan kampung Koto Baru dimana terletaknya kantor Wali Nagari Cubadak Barat, Kecamatan Dua Koto.
Kondisi jalan saat ini tampak runtuh di bagian sisi badan jalan dan sangat membahayakan pengguna jalan.
Selain itu, longsor juga dilaporkan terjadi di ruas jalan Simpang Tonang menuju Pangkuaen, Nagari Simpang Tonang Utara. Pada beberapa titik, badan jalan menyempit akibat tergerus longsoran tanah, sehingga kendaraan harus ekstra hati-hati saat melintas.
Masyarakat setempat berharap Pemerintah Kabupaten Pasaman segera turun tangan melakukan perbaikan permanen. Pasalnya, jika kondisi ini dibiarkan tanpa penanganan serius, dikhawatirkan jalan akan putus total dan mengakibatkan terisolasinya akses transportasi menuju Kampung Lanai dan daerah sekitarnya.
“Kalau tidak segera diperbaiki, kami khawatir jalan ini akan benar-benar putus. Aktivitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, hingga akses pendidikan dan kesehatan akan terganggu,” ungkap salah seorang warga.
Perbaikan infrastruktur jalan tersebut dinilai mendesak, mengingat jalur itu merupakan akses utama bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi dan sosial sehari-hari. Warga berharap Pemkab Pasaman segera mengambil langkah cepat demi keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat.(H.Eddi Gultom)




