Daerah

Air Bah Setinggi 2 Meter Landa Areal Sawit PTPN III Kebun Aek Torop Labusel, Seorang Satpam Nyaris Menjadi Korban

Kedalaman air mencapai satu meter dengan arus deras, membuat evakuasi Sani butuh waktu satu jam.

Tebingtinggi, desernews.com
Air bah setinggi dua meter melanda areal perkebunan sawit PTPN-III Kebun Aek Torop Kecamatan Torgamba Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Selasa Pagi (16/1/2024) sekira pukul 05.30 wib.

Keterangan di peroleh Wartawan Dessernews.com dari Indra Kelana Warga Kota Tebingtinggi, Mantan APK PTPN-III Kebun Aek Torop, yang mendapat informasi langsung dari beberapa karyawan Kebun Aek Torop menyebutkan, Air bah datangnya tiba-tiba dari Hulu Sungai Julukane Titi Keling, yang sebelumnya memang air sungai sedang naik.

Dikatakan Indra Kelana mengutip keterangan dari Seorang Satpam Sani Hariono (52) yang merupakan adik iparnya dan nyaris menjadi korban hanyut, air bah setinggi dua meter tiba-tiba datang dari hulu sungai Julukane.

Kronologis kejadiannya, usai sholat subuh sekira pukul 05.30 wib, Sani Hariono seorang diri melakukan tugas patroli di areal sawit Afdeling I, dengan mengendarai sepedamotor.

Setibanya di Titi Keling Sungai Julukane, yang air nya sedang rata dengan permukaan bantaran tanah, dalam sekejap tiba-tiba dari hulu datang air bah setinggi dua meter.

Petugas Satpam Kebun Aek Torop dengan menggunakan tali berupaya mengevakuasi rekannya Sani (tanda lingkaran kuning) yang berada pada sebuah Pohon Sawit.

Tingginya air membuat Sani kelabakan dan tak bisa berbuat banyak, kecuali pasrah. Tubuh dan sepedamotor nya terhempas terbawa air.

Dari Titi Keling dimana awal Sani melintas, Tubuh Sani dan Sepedamotor nya terbawa air sejauh 200 meter dan tersangkut disebuah pohon sawit dipinggir sungai. Agar tak hanyut, Sani berpegangan erat di pohon sawit yang sedang terendam air setinggi satu meter bersama sepedamotor nya.

Sementara itu, anggota Satpam rekan kerja nya, sekira pukul 07.00 wib heran karena sudah lebih 2,5 jam berpatroli, Sani tak kunjung muncul di Pos Induk Satpam.

Khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, rekannya berinisiatif menjemputnya dengan menyusuri rute yang biasa mereka lalui.

Benar saja, setengah jam berkeliling mencari dan ketika hendak melintas Titi Keling Sungai Julukane, rekan Sani mendengar teriakan orang minta tolong.

Ketika di telisik ke arah orang minta tolong, rupanya tampak dari kejauhan Sani yang berteriak minta tolong, dengan kondisi kedinginan dan wajah pucat pasi sedang berpegangan erat pada sebatang pohon kelapa sawit.

Setelah tau posisi Sani, anggota Satpam tadi langsung menghubungi Kepala Pengamanan (Kapam) PTPN-III Kebun Aek Torop dan langsung turun ke TKP bersama dengan anggotanya untuk mengevakuasi Sani.

Evakuasi berlangsung satu jam dibawah komando Kapam, karena kondisi lapangan sedang terendam air setinggi satu meter dengan arus cukup deras, sehingga harus hati-hati menuju posisi Sani dan menggunakan tali untuk menarik Sani dan Sepedamotornya.

Sekira pukul 08.00 wib evakuasi Penyelamatan Sani selesai dilakukan. Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapat perawatan medis, karena mengalami luka-luka dan trauma. Akibat peristiwa yang terjadi saat jam dinas tersebut, Sani mengalami kerugian berupa sepedamotor nya rusak parah, juga handphone rusak.

Persoalannya sudah ditangani Manajemen Kebun Aek Torop dan telah di laporkan ke Kantor Direksi di Medan.
Penulis: H. Suhartoyo

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close