Daerah

Empat Tahun Berlalu dan Terkesan Diabaikan, Korban Kebakaran Losd Jahe -Jahe Berastagi Curhat ke Abetnego Tarigan

Abetnego Tarigan saat mendengarkan keluhan pedagang dan kondisi Pasar Berastagi.(Foto/Ist)

Tanah Karo, desernews.com
Empat Tahun berlalu, tepatnya Tahun 2020, Losd Jahe-Jahe Berastagi terbakar berikut seluruh barang milik pedagang hangus.

Akibat kebakaran itu berkisar 500 orang pedagang kehilangan tempat untuk mencari nafkah dan kini menggelar jualannya ditempat yang tidak layak dan terlihat jorok sehingga pedagang berkeluh kesah.

Keluhan ini diutarakan para pedagang kepada Abetnego Tarigan. “Kami sepertinya tidak dipedulikan dan terkesan diabaikan sama pemerintah, sebab semenjak tempat kami kena musibah, kami pedagang yang dulu berjualan di sini merasa sangat kesulitan mencari tempat,” demikian penuturan Jora Sinukaban (54) salah satu pedagang korban kebakaran pasar tradisional losd jahe-jahe Berastagi saat mencurahkan aspirasinya kepada Deputi II Kantor Staf Presiden, Abetnego Panca Putra Tarigan di kawasan Pusat Pasar Berastagi, Rabu (9/10/2024) didampingi beberapa pedagang lainnya.

Abetnego Tarigan saat mendengarkan keluhan pedagang dan kondisi Pasar Berastagi.(Foto/Ist)

Diungkapkannya, sejak terbakar, sekitar 500-an pedagang di pasar tradisional Berastagi terpaksa mendirikan lapak berjualan secara terpencar di beberapa tempat di kawasan Pusat Pasar Berastagi. Kondisi ini menjadikan pasar Berastagi menjadi pasar tumpah yang menambah kesemrawutan tata kota.

“Seperti pak Abetnego lihat, banyak pedagang yang mendirikan lapak berjualan di badan jalan. Padahal di situ banyak kios pupuk, kios pedagang makanan, dan tempat ngetem angkutan umum desa. Orang mau lewatpun sudah sulit sekali,” ucap Jora mengeluh.

Carut marut persoalan Pusat Pasar Berastagi, ungkap Jora, sudah sejak lama dan hingga kini belum teratasi pemerintah. Ia mengungkap, kehadiran Abetnego untuk mendengar langsung keluhan pedagang, menjadi harapan baru bagi mereka untuk menata Pusat Pasar Berastagi yang tertata dengan baik nantinya.

Secara luas, ia juga mengemukakan bahwa kota Berastagi yang masuk dalam pencanangan Visit Indonesia Year tahun 1991 silam, hingga kini kondisinya masih memprihatinkan sebagai daerah tujuan wisata. Ia berharap, di tangan Abetnego Tarigan , Berastagi mendapat perbaikan hingga menjadi kebanggaan orang Karo.

Merespon itu, Abetnego menegaskan komitmen untuk mengakhiri situasi buruk di kota Berastagi. Ia meminta pedagang tetap bersemangat dalam membuat perubahan. Dengan komunikasi secara langsung dengan pedagang, ia meyakini akan jauh memberikan pengaruh dalam pengambilan keputusan di pemerintahan nantinya.

“Saya sebagai calon Bupati Karo tentu mengharapkan dukungan dan pilihan dari pedagang pasar dan seluruh yang bekerja di sini. Ini bisa dicatat dan direkam oleh banyak orang. Sekarang yang pasti, bagaimana kita mengupayakan agar pusat-pusat ekonomi masyarakat itu bisa dipulihkan lagi kembali,” ucapnya.

Ia mengungkap, salah satu petinggi secara terbuka pernah menyampaikan bahwa salah satu kawasan pasar terjorok adalah di Berastagi. Ini tentu menjadi hal yang memalukan bagi dirinya sebagai putra daerah Karo.

Petinggi itu bilang, dari banyak tempat yang saya jalani, salah satu yang saya temukan terjorok itu adalah di Berastagi. Ini menjadi pemicu semangat kita untuk memprioritaskan pasar ini. Apalagi kita tau ada ribuan warga yang hidup di sini, baik pedagang maupun pekerja. Mereka harus diberi tempat yang layak,” ujar Abetnego Tarigan.(FS-Ring)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close