Pasien Meninggal Tanpa Pelayanan di Puskesmas Payung, Kapus Terkesan Enggan Dikonfirmasi

Tanah Karo, desernews.com
Salah seorang warga Desa Selandi Kecamatan Payung Kabupaten Karo Bernama Surya Surbakti meninggal dunia di Puskesmas Payung Minggu (5/2/2024) sekira pukul 20:00 wib.
Sebelum meninggal dunia, Surya Surbakti diantar pihak keluarga membawanya ke Puskesmas itu karena mengalami suatu penyakit. Namun setibanya di Rumah Sakit berplat merah itu keadaannya semakin mengkhawatirkan, tetapi dugaan kalau Surya Surbakti terkesan tidak mendapat pelayanan dan penanganan sama sekali dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
Dari penuturan warga sekitar puskesmas kepada wartawan, Senin (5/2/2024) sekira pukul 13:00 wib menyampaikan bahwa ada pasien datang dibawa keluarganya untuk berobat ke Puskesmas Payung ini karena sakit.
“Pada saat kedatangan pasien, kondisi Puskesmas dalam keadaan tertutup tanpa ada Dokter jaga, pegawai dan petugas didalamnya. Melihat pintu tertutup dan tak ada tanda-tanda ada orang di rumah sakit pemerintah itu, sebagian dari keluarga pasien sempat menggedor-gedor sampai membuka paksa pintu yang tertutup rapat agar pasien yang sedang menderita sakit bisa segera mendapat pertolongan,” jelas lmengaku bermarga Sukatendel.
Lebih lanjut dijelaskan warga, setelah setengah jam lamanya berada didalam Puskesmas itu tanpa mendapatkan pertolongan dari pihak Dokter atau Perawat jaga sehingga pasien tersebut meninggal dunia.
“Kondisi memilukan itu membuat keluarga menjerit histeris karena merasa terabaikan tanpa mendapatkan perlakuan adil sebagai warga negara,” katanya.
Terkait kematian pasien itu, Kepala Puskesmas Payung, dr Serly Perangin-angin ketika di jumpai di Puskesmas Payung terkesan mengelak dan enggan di konfirmasi dengan alasan lagi makan siang. Alasan tersebut disampaikannya melalui salah seorang pegawainya.
Hingga pukul 13.40 wib ditunggu wartawan, Kapus yang mulai menjabat sebagai kepala sejak Oktober 2023 lalu tak kunjung selesai makan siangnya.
Begitu juga Kadis Kesehatan Kabupaten Karo, drg Irna Safrina Meliala sangat susah untuk dikonfirmasi terkait pelayanan Puskesmas Payung dan terkesan melindungi kesalahan anak buahnya. (FS-Ring)




