Daerah

Masyarakat Mengeluh, Akses Jalan Desa Ujung Batu V Rusak, Hasil Kebun Membusuk, Ekonomi Lumpuh

Kondisi jalan yang rusak.

Padang Lawas, desernews.com
Masyarakat Kecamatan Hutaraja Tinggi, Kabupaten Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara, ada beberapa desa di daerah Trans Pir dan Trans Aliaga Ujung Batu I sampai V mengalami hal serupa akibatnya masyarakat menjerit. terkhusus desa Ujung Batu V, Pasalnya, kondisi jalan di wilayah ini hancur dan berlumpur pasca musim hujan akhir-akhir ini.

Selain tidak bisa dilewati kenderaan roda empat dan enam, sangat membahayakan pengguna jalan, yang terparah berdampak terhadap perekonomian. Masyarakat tak bisa memasarkan hasil pertanian, dan terpaksa dibiarkan membusuk di kebun.

Sumber pendapatan mereka sebagian besar dari hasil perkebunan dan pertanian. Diantaranya kebun sawit, karet dan lainnya.

Sejak beberapa waktu belakangan ini, perekomian mereka makin sulit dan terjepit. Lebih-lebih dalam 1 bulan belakangan. Kondisi jalan yang rusak parah ditambah tingginya curah hujan, membuat mata pencarian masyarakat lumpuh.

Warga kesulitan mengeluarkan dan memasarkan hasil perkebunan maupun pertanian. Karena akses jalan tak bisa dilewati.

Sementara itu, kepala desa Ujung Batu V, Supadi mengeluhkan kondisi jalan di daerahnya yang rusak parah tak bisa dilewati.

“Terdapat potensi 5000 ton Tandan Buah Sawit (TBS)/Bulan yang melintasi akses jalan itu. Belum lagi dapat dilewati, akibat rusak parahnya akses jalan, hasil pertanian dan perkebunan banyak yang membusuk karena tidak bisa dipasarkan. Kami mohon pemerintah agar memberikan perhatian,” harap Supadi.

Ia menambahkan, masyarakat telah lelah mengeluh, n amun hingga kini belum menemukan titik terang dari pemerintah setempat.

”Kami berharap pemerintah agar bisa memperhatikan kondisi kami yang berada di daerah pinggiran ini,” harap Supadi.

Pada sisi lain, lubang menganga dengan diameter cukup lebar dan dalam menjadi pemandangan yang setiap hari dinikmati oleh masyarakat. Lebih parahnya lagi ketika cuaca hujan. Ruas jalan yang seyogyanya menjadi akses utama masyarakat berubah menjadi kolam buatan, dan bak bubur.

Eros warga Ujung Batu V mengatakan, pihaknya sering terperosok ketika mengangkut hasil perkebunan. Soalnya, jalan sulit dilalui oleh kendaraan sehingga sering terperosok dan mobil sering mengalami kerusakan, katanya.

“Akibat jalan yang rusak parah, biaya kita makin besar, saat memasuki musim penghujan seperti saat ini, jalan semakin parah dan semakin sulit untuk di lalui,” kata Eros.

“Kami juga harus mengeluarkan ongkos lebih besar, ditambah lagi mobil juga sering mengalami kerusakan akibat jalan rusak tersebut, bahkan sebahagian sudah tak dapat diangkat hasil masyarakat dan akan membusuk di kebun,” terangnya.

“Sawit terpaksa kita jual dengan harga murah karena kondisi jalannya rusak. Kalau kita langsir keluar ongkosnya juga akan lebih besar lagi. Kalau kami hitung-hitung tidak cukup untuk ongkos garap dan pupuk, dan akhirnya sebahagian masyarakat lebih baik pasrah dan tak memenen kebun,” ujarnya.

Dirinya berharap pemerintah tergerak hatinya untuk membantu masyarakat menyelesaikan persoalan yang selama ini dikeluhkan.

”Harapan kami hanya satu, jalan ini diperbaiki dengan serius, kami memanfaatkan jalan ini untuk mencari nafkah. Apakah selamanya kami harus menikmati akses jalan seperti ini. Semoga pemerintah terketuk hatinya mendengarkan harapan kecil kami ini,” harapnya.

Ismu Baktiarso, seorang guru pengajar di SMP 5 Hutaraja Tinggi desa Ujung Batu V juga mengeluhkan kondisi jalan tersebut, ia menuturkan kegiatannya setiap hari hadir disekolah bersama murid muridnya dengan kondisi jalan yang dilewatinya tak pantas untuk di lalui, namun dengan tekat bulat dapat mengajar di sekolah, ia harus berjibaku dengan lumpur mengenderai sepeda motor Supra 125 cc yang ia miliki.

“Ya beginilah Bang keadaan dan situasi jalan yang kami tempuh setiap hari, bersama beberapa anak anak, untuk memgajar dan belajar, kadang kala pakaiyan yang kamj pakai sudah becampur lumpur ketika sampai di sekolah,” ujar Ismu.

Agar diketahui, jarak tempuh jalan rusak penghubung desa Ujung Batu I menuju desa Ujung Batu V sesuai keterangan Kades kisaran 5-6 Km.

Semula warga masyarakat Ujung Batu V telah berupaya sedapat mungkin melakukan gotong royong untuk mengatasi jalan tersebut agar dapat dilalui kenderaan mengangkut hasil mereka, namum dengan situasi cuaca hujan selalu datang gotong royong dan bantuan swadaya masyarakat tak mampu untuk mengatasinya.
Penulis : A Salam Srg.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close