DaerahPTPN

Rombongan Jemaah Umroh Keluarga Besar PTPN-III Medan Tiba di Tanah Air

Jamaah Umroh Keluarga Besar PTPN-III Medan, foto bersama dipelataran Ka’bah Masjidil Haram, Makkah, usai melaksanakan Tawaf.

Kualanamu, dessernews.com
Rombongan Jemaah Umroh Keluarga Besar PTPN-III Medan, sebanyak 66 orang tiba kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat, mendarat melalui Bandara Kuala Namu, Kabupaten Deliserdang, Selasa (13/12), sekira pukul 11.00 wib.

Jemaah Umroh Keluarga Besar PTPN-III Medan berangkat dengan Travel Grand Darussalam Medan, lepas landas dari Bandara King Abdul Azis, Saudi Arabia, pukul 02.00 WAS, Selasa (13/12), dengan Pesawat Saudi Arabia Airlines.

Rombongan Jemaah Umroh Keluarga Besar PTPN-III Medan saat melaksanakan Tawaf mengelilingi Ka’bah.

Setelah dari Madinah, kegiatan Jemaah Umroh selama di Kota Makkah, yaitu melaksanakan rukun umroh di Masjidilharam seperti Tawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali, kemudian Sa’i dari Bukit Safa ke Bukit Marwah 7 kali dan diakhiri Tahalul atau menggunting rambut.

Selesai melaksanakan rukun umroh, jemaah mengunjungi tempat wisata religi diseputaran Kota Mekkah, seperti mengunjungi Padang Arafah, Mina dan Jabal Rahmah.

Rombongan Jemaah Umroh Keluarga Besar PTPN-III Medan, berfoto dipintu gerbang Jabal Rahmah.

Jabal Rahmah
Bagi umat Islam, Jabal Rahmah atau gunung kasih sayang menjadi monumen cinta untuk ‘ngalap berkah’. Tempat tersebut dipercaya menjadi lokasi bertemunya Adam dan Hawa setelah tobat mereka diterima dan dipertemukan kembali. Buah cinta mereka melahirkan anak-anak Adam yang kini memenuhi penjuru dunia.

Di Jabal Rahmah pula, Nabi Ibrahim diuji cintanya, untuk melaksanakan ketentuan Allah mengorbankan anak lelaki yang sangat lama dirindukan kelahirannya. Di bukit itu, ia yakin bahwa mimpi yang ia alami tiga kali berturut-turut tersebut benar-benar merupakan perintah Allah swt. Pengorbanan luar biasa inilah yang membuat leluhur para nabi ini mendapat gelar khalilullah atau kekasih Allah.

Bagi Nabi Muhammad, Jabal Rahmah menjadi tempat terakhir turunnya ayat Al-Qur’an. Ketika kembali ke Madinah, Rasulullah saw menyampaikan turunnya Surat Al-Maidah ayat 3 yang mengabarkan bahwa Islam sudah sempurna. Para sahabat menyambut gembira kabar tersebut, kecuali dua orang sahabat paling utama, Abu Bakar dan Umar bin Khattab yang malah bersedih.

Ketika pulang ke rumahnya, Abu Bakar menangis sejadi-jadinya, menyadari bahwa Rasulullah, pemimpin yang sangat dicintainya tak akan bersamanya dalam waktu lama lagi. Para sahabat lain, ketika menyadari hal itu kemudian menangis bersama di rumah Abu Bakar.

Peternakan Unta

Sumardani, salah seorang jemaah umroh PTPN III Medan, saat berkunjung di peternakan Unta.

Rombongan Jemaah Umroh Keluarga Besar PTPN-III Medan juga berkesempatan mengunjungi Peternakan Unta. Peternakan unta di Arab Saudi, menjadi salah satu lokasi yang sering dikunjungi masyarakat Indonesia saat ibadah umroh atau haji. Peternakan atau ladang unta yang dapat dijumpai yaitu di Hudaibiyah, Asyuraeek dan Ja’ronah.

Hamparan padang pasir luas dan tandus dengan bukit batu cadas di sekelilingnya menjadi pemandangan pertama saat tiba di Hudaibiyah. Lokasinya berada di antara Kota Makkah dan Jeddah, dengan jarak 22 kilometer dari Makkah.

Peternakan unta itu dijaga oleh para penggembala yang berasal dari Sudan, dan menetap di gubuk yang tak jauh dari peternakan tersebut.

Unta ini dirawat dengan baik agar nantinya daging, air susu dan air seninya dapat dikonsumsi. Mereka meyakini begitu banyak manfaat dari air susu dan air seni hewan yang tahan hidup hingga tujuh bulan tanpa minum.

Tak sedikit wisatawan yang mampir untuk membeli susu dan air seni unta di tempat tersebut. Para penggembala menjual susu unta hasil perahan dengan harga 5 riyal per botol ukuran 330 mililiter.

Sementara itu, air seni unta dijual dengan harga 20 riyal per botol ukuran 330 mililiter. Harga air seni unta dijual dengan harga yang lebih mahal dibanding air susu, hal ini karena unta jarang sekali buang air.

Jamaah Umroh Keluarga Besar PTPN-III Medan, saat melaksanakan Sa’i dari Bukit Safa ke Bukit Marwah.

Kota Thaif
Selesai mengunjungi Peternakan Unta, Rombongan menuju Kota Thaif, yang merupakan salah satu kota memiliki hawa sejuk, karena berada di lembah pegunungan Asir dan penunungan Al Hada. Kota yang terletak sekitar 67 kilometer atau 1 jam 45 menit dari Kota Makkah Al Mukarramah ini, terkenal dengan perkebunan Delima, Kurma, sayuran lainnya, termasuk juga banyak tumbuh pohon Zaqqum, pohon berduri.

Hawa sejuk, layaknya seperti udara di Puncak Pas, Bogor, Jawa Barat ini, mulai terasa ketika Rombongan Jemaah Umroh Keluarga Besar PTPN-III Medan, melakukan perjalanan ke Thaif, Minggu siang waktu Arab Saudi. Diperkirakan suhu udara di kawasan ini mencapai 20 derajat celsius, sehingga membuat nyes di kulit.

Jalan menuju Thaif, khususnya ketika melewati Pegunungan Asir dan Pegunungan Al Hada berkelok-kelok, panjang dan menanjak mengelilingi pinggiran pegunungan hingga puncaknya. Puncak pegunungan yang berbeda dengan Puncak, Bogor atau tempat lainnya di Indonesia. Pegunungan di sini relatif tidak ada pepohonan, tandus, berbatu dan berpasir.

Jamaah Umroh Keluarga Besar PTPN-III Medan, terlihat berseragam, ber foto di depan Hotel di Kota Makkah, saat hendak kembali ke Tanah Air, melalui Bandara King Abdul Azis, Jeddah.

Berkemas Kembali
Setelah melaksanakan Rukun Umroh dan mengunjungi tempat bersejarah, dimana bermulanya Agama Islam yang di sebarkan melalui Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, Jemaah Umroh PTPN-III Medan, melakukan persiapan untuk kembali ke Tanah Air.

Tak luput, sebelum nya para jemaah membeli oleh-oleh, untuk jiran tetangga dan sanak famili. “Wajib oleh-oleh ini pak, kalau tak ada oleh-oleh tak lengkap rasanya perjalanan ibadah ini,” ungkap seorang ibu penuh canda.

Rombongan Jemaah Umroh Keluarga Besar PTPN-III Medan, foto bersama dengan latar belakang Jabal Uhud.

Sebelum menuju Bandara King Abdul Azis, Jeddah, Arab Saudi, Jemaah terlebih dahulu melaksanakan Tawab Wada atau Tawaf Perpisahan.

“Alhamdulillah banyak kesan yg didapat pak, selama ini hanya denger cerita dari orang tentang Kota Makkah dan Masjidil Haram serta tempat wisata religi di Makkah, akhirnya sekarang saya bisa lihat langsung dan bisa berdoa langsung dihadapan ka’bah, serta berdoa ditempat-tempat cepat dikabulkan Allah, seperti di ka’bah, rhoudho, jabal rahmah dan lainnya,” ungkap Sumardani Jemaah berasal dari Kebun Rambutan menukilkan kesannya dengan penuh haru, apalagi dirinya berangkat karena menang testing.

“Insya Allah, kalau ada rezeki saya ingin ke Tanah Suci lagi bersama isteri,” ucap Dani penuh pengharapan.
Penulis: H. Suhartoyo

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close