Daerah

Pegawai dan Satpam Kancab BPJS Ketenagakerjaan Tebingtinggi Arogan

Kancab BPJS Kota Tebingtinggi di Jln. Yos Sudarso Kel. Lalang Kec. Rambutan.

Tebingtinggi, desernews.com
Hanya gara-gara fotokopi KTP, seorang warga Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, berprofesi sebagai wartawan, batal mengurus pendaftaran baru Kepesertaan JKK-JKM-JHT BPJS Ketenagakerjaan.

Seyogyanya, warga tersebut hendak mengurus Kepesertaan JKK-JKM-JHT BPJS Ketenagakerjaan beserta isterinya, namun melihat sikap angkuh dan arogan pegawai dan satpam, akhirnya warga tadi mengurus ke Kantor BPJS Medan via WA, dibantu rekannya. Hanya dalam tempo setengah jam, urusan selesai, bukti bayar dan kartu BPJS sudah di WA kan.

Sementara di Tebingtinggi, dibutuhkan waktu dua hari pulang pergi, ke Kancab BPJS Ketenagakerjaan Tebingtinggi, namun akhirnya tak selesai dan batal, hanya karena Satpam memerintahkan warga tadi untuk mem-fotokopi KTP.

“KTP nya Bapak Fotocopi aja dulu,” ucapnya ketus dengan pandangan tidak ber-etika pada orang tua.

“Saya hanya menjalankan tugas pak,” katanya dengan tatapan angkuh, ketika disebutkan kalau biasanya cukup menyerahkan KTP Asli sudah bisa.

Ketika disebutkan bahwa saya seorang wartawan, Satpam Hendra nyeletuk ,” wartawan kenapa rupanya,” ucapnya dengan nada ketus, terkesan pongah, seperti ditirukan rekan wartawan yang mendengarnya.

Motto BPJS Ketenagakerjaan “HUBUNGI KAMI, KAMI SIAP MEMBANTU ANDA”, terpampang disetiap kantor.

Kebetulan wartawan yang hendak mengurus Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, tidak mendengar ucapan Satpam Hendra, karena terlebih dahulu keluar kantor. Tapi rekan wartawan yang belakangan keluar kantor mendengarnya.

Ketika warga tadi menyebutkan bahwa dirinya seorang Wartawan, Satpam dan pegawai Kancab BPJS Ketenagakerjaan Tebingtinggi, sepertinya tambah tidak menunjukkan sikap bersahabat.

Mereka tidak ada menunjukkan sikap simpati pada profesi wartawan, tetap menunjukkan sikap angkuh dan arogan.

Soal fotokopi KTP, dipertanyakan kepada Pegawai Perempuan, apakah tidak bisa di copi melalui printer Kantor, dengan ketusnya Pegawai tadi mengatakan,” printernya rusak pak,” ucapnya dengan nada angkuh.

Sementara, Pegawai Pria yang sedikit senior, baru siap sarapan pukul 9 lewat, mengetahui kejadian tersebut, bukan membantu menenangkan permasalahan soal fotokopi KTP, malah membuat suasana jadi runyam dan ngelantur, banyak bertanya seperti juru periksa, membuat wartawan desernews.com jadi emosi dan membatalkan urusan, melihat gayanya yang angkuh dan arogan.

Kantor BPJS Ketenagakerjaan Pusat di Jakarta.

Padahal, sebelumnya tidak ada persoalan apa-apa. Karena wartawan yang hendak mendaftar baru, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, sebelumnya sudah mendapat informasi kalau mengurus Kepesertaan sangat mudah.

“Datang aja bang ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan, bawa KTP Asli, urusan cepat selesai,” ucap seorang rekan yang sudah mengurus terlebih dahulu.

Agar urusan cepat dan mudah, wartawan tadi mengajak rekan yang sudah mengurus bersama-sama ke Kancab BPJS.

Namun, walau sudah ditunjukkan ke Satpam Hendra dan pegawai, bahwasanya rekan yang dibawa sudah pernah ngurus, cukup hanya membawa KTP Asli, tidak digubris.

Satpam Hendra dengan lagaknya tetap ngotot agar difotokopi KTP nya. “Saya hanya menjalankan tugas pak,” ucapnya dengan tatapan menantang. Pegawai Perempuan yang mendengar, hanya berdiam diri.

Pj. Walikota Tebingtinggi Drs. Syarmadani, M.Si saat menerima audiensi pejabat BPJS Ketenagakerjaan Tebingtinggi di rumah dinas, baru-baru ini.

Informasi yang didapat Wartawan Dessernews.com, berkaitan dengan kisruhnya pendaftaran baru Kepesertaan JKK-JKM-JHT yang akhirnya gagal, setelah Kepala Kancab Arif Irfan membaca berita Media online desernews.com dan menanyakan kebenaran berita kepada salah seorang pegawainya, disebutkan kalau beritanya tidak sesuai.

Kepada rekan yang menyampaikan info tersebut, Wartawan desernews.com mengatakan, bahwa kejadian itu dialaminya langsung.

“Saya sendiri pak haji yang mengalami, kalau petugas dan Satpam tidak mengaku, bisa dipertemukan dengan saya,” ucap Wartawan desernews.com kepada rekannya.

Mendengar bahwa peristiwa tersebut langsung dialami Wartawan desernews.com, rekan tadi terkejut. “Bapak langsung yang ngalami ?,” ucap nya dengan nada tanya, sembari istighfar dan mengatakan, sebenarnya tidak sesulit itu urusannya. “Bisapun diurus secara kolektif,” ujar beberapa rekan lain.

Beberapa warga mengatakan, cara kerja dan etika serta attitude satpam dan pegawai Kancab BPJS Ketenagakerjaan Tebingtinggi memang perlu menjadi perhatian pimpinan wilayah di Medan.

“Kejadian seperti itu sudah sering terjadi, layas mereka terhadap warga yang datang berurusan kesana. Mereka menganggap enteng dan kecil setiap warga datang ke kantornya,” ucap seorang warga enggan disebut namanya.

“Sudah layak, Satpam dan pegawai di Kancab BPJS Ketenagakerjaan Tebingtinggi dirotasi, agar pelayanan lebih baik, beretika, beradab dan memiliki tatakrama penuh sopan santun,” tambah warga disana.

Mereka bekerja jauh dari Motto BPJS Ketenagakerjaan yaitu “HUBUNGI KAMI, KAMI SIAP MEMBANTU ANDA, dengan foto seorang pegawai perempuan, terlihat menemui warga yang hendak berurusan,” ucap Rendra warga disana. (Sty/DN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close