Daerah

Kabel Optik Hancurkan 3 Km Trotoar Pejalan Kaki, Pemko Tebingtinggi Tak Pusing

Terlihat beberapa pekerja sedang melakukan penggalian Trotoar Pejalan Kaki di Jln. Kom. Laut Yos Sudarso Kota Tebingtinggi, Kamis (10/8). (Foto : Sty).

Tebingtinggi, dessernews.com
Sepanjang 3 kilometer trotoar pejalan kaki sebelah kiri arah dari Medan ke Tebingtinggi di Jalan Kom. Laut Yos Sudarso, saat ini kondisinya hancur lebur.

Hancurnya trotoar pejalan kaki tersebut disebabkan adanya pekerjaan penggalian pemasangan kabel optik oleh pemborong.

Beberapa warga disana merasa heran, kenapa pemasangan kabel optik dengan cara di pendam dalam tanah tapi musti melalui trotoar jalan yang sudah dipasang keramik.

Menurut mereka, biasanya kabel optik dipendam pada sisi jalan dan trotoar pejalan kaki, tapi kali ini beda, langsung di tengah trotoar.

Trotoar Pejalan Kaki Sebelum ada penggalian, tampak indah dan rapi, sedap dipandang mata. (Foto : Sty).

Akibatnya, trotoar pejalan kaki yang dibangun rapi dan dilapisi keramik menelan biaya ratusan juta menjadi hancur.

“Habis uang rakyat untuk membangunnya dan sekarang dihancurkan gara-gara pemasangan kabel optik,” sebut seorang warga dengan kesal.

“Jangan-jangan sudah ada kongkalikong dengan oknum Pejabat Pemko Tebingtinggi, kalau sudah hancur nanti dibangun lagi, biar ada proyek,” ucap seorang warga yang enggan disebut namanya.

Pj. Walikota Tebingtinggi Drs. Syarmadani, Msi ketika coba dikonfirmasi via pesan wa, sudah tiga hari tak menjawab. Bahkan di pesan wa tak ada contreng biru, artinya belum dibaca.

Sepertinya tidak ada kepedulian Pemko Tebingtinggi, tak ada pengawasan, terkesan terjadi pembiaran adanya bangunan pemerintah yang dihancurkan pihak lain, padahal letak nya di Jalinsum, setiap hari dilintasi pejabat setempat.

Masyarakat sangat menyayangkan sistem kerja yang dilakukan pihak pemborong, apalagi setelah kabel ditanam, bekas galian hanya ditimbun tanah seadanya, padahal awalnya trotoar pejalan kaki tersebut berlapiskan keramik.

Ketika para pekerja dilapangan dihubungi, enggan memberikan keterangan. “Kami hanya pekerja pak,” ucapnya.

Sedang mandor lapangan sedang tidak berada ditempat.
(Sty)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close