InternasionalKhasanahNasional

Rombongan Calon Haji Deli Serdang Kunjungi Tempat Bersejarah di Kota Madinah

Rombongan calon jamaah haji Indonesia dari Deli Serdang Sumatera Utara foto bersama di halaman Masjid Quba

Laporan Wartawan DeserNews, Nurdin Barus dari Madinah
Di sela sela waktunya yang luang, rombongan calon jamaah haji Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara yang kini sedang mengerjakan sholat arbain di masjid Nabawi, telah memanfaatkannya untuk mengunjungi sejumlah tempat tempat bersejarah di Kota Madinah.

Usai melaksanakan sholat subuh di masjid Nabawi, Ahad (28/05/2023) pukul 07:00 waktu Madinah, sekitar 150 orang rombongan calon jamaah haji Kabupaten Deli Serdang berangkat menuju kebun kurma di pinggiran kota Madinah.

Dalam pengawasan dan bimbingan Petugas Haji Daerah Sumatera Utara Tahun 2023 serta KBIH, rombongan calon jamaah haji Kabupaten Deli Serdang dibawa keliling Kota Madinah.

Ketua MUI Deli Serdang, Kyai H Amir Panatagama S.Pdi bersama Ketua PD Al Washliyah Deli Serdang Muhammad Soleh S.Ag merupakan bagian dari Petugas Haji Daerah (PHD) Sumatera Utara tahun 2023 yang dihunjuk Gubernur Edy Rahmayadi dan Bupati Deli Serdang, H Ashari TambunanTambunan turut mendampingi calon jamaah haji Kabupaten Deli Serdang.

Di kebun kurma Abu Faisal, rombongan calon jamaah haji Kabupaten Deli Serdang berkesempatan untuk berbelanja kurma sekedarnya.

Wartawan DeserNews, Nurdin Barus bersama Ketua MUI Deli Serdang Kyai H Amir Panatagama S.Pdi dan Ketua PD Al Washliyah Deli Serdang Muhammad Soleh S.Ag di kebun kurma Abu Faisal.

Setelah 20 menit di kebun kurma, rombongan calon jamaah haji Kabupaten Deli Serdang kloter 2 yang diterbangkan dari Bandara Internasional KualaNamu pada hari kamis, 25/05/2023 lalu itu melanjutkan perjalanannya masjid Quba, sekitar 6 kilometer dari Madinah.

Di masjid Quba para rombongan Indonesia asal Kabupaten Deli Serdang itu melakukan sholat sunat serta memanjatkan doa.

Masjid Quba merupakan salah satu masjid di Madinah yang paling ramai dikunjungi jamaah. Seluruh bangunannya berwarna putih.

Masjid ini merupakan masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tahun 1 Hijriyah di Quba. Ia memiliki pesona keindahan dan nilai sejarah yang penting dalam tarikh Islam sehingga menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi.

Wartawan DeserNews, Nurdin Barus berfotodi halaman masjid Quba

Masjid tersebut menjadi titik awal sejarah kemasjidan dalam Islam. Ia berada di tepi Kota Madinah di kawasan perkampungan yang dinamai Quba, lebih kurang 5 Km di arah selatan Masjid Nabawi.

Usai dari masjid Quba, rombongan calon jamaah haji Kloter 2 Sumatera Utara itu melanjutkan perjalanannya ke Jabal Uhud.

Di Jabal Uhud, sebagian rombongan calon jamaah haji dari Kabupaten Deli Serdang naik ke bukit (Jabal) Uhud dan juga berdoa.

Bagi umat muslim yang melaksanakan ibadah haji atau umroh, biasanya akan menyempatkan diri untuk mengunjungi Jabal Uhud. Atau minimal melihat Jabal Uhud ketika melintas di Madinah. Gunung ini begitu istimewa.

Jabal Uhud adalah gunung batu berwarna kemerahan, ukurannya tidaklah begitu besar, tingginya sekitar 1.050 m dengan panjang 7 km.

Jabal Uhud seperti sekelompok gunung yang tidak bersambungan dengan gunung-gunung yang lain. Karena itulah, penduduk Madinah menyebutnya Jabal Uhud, yang artinya “bukit menyendiri”.

Sebuah riwayat juga menceritakan, Nabi Muhammad SAW pernah menaiki puncak Uhud bersama Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar al-Faruq, dan Sayyidina Utsman bin Affan. Setelah keempatnya berada di puncak, terasa Gunung Uhud bergetar.

Kemudian Nabi Muhammad SAW menghentakkan kakinya, dan bersabda, “Tenanglah kamu, Uhud. Di atasmu, sekarang adalah Rasulullah dan orang yang selalu membenarkannya, dan dua orang yang akan mati syahid.” Tak lama setelah itu, Uhud berhenti bergetar. Hal itu sebagai tanda kecintaan dan kegembiraan Uhud menyambut Rasulullah SAW.

Jabal Uhud adalah gunung yang kelak berada di surga.

Selesai mengunjungi tempat tempat bersejarah bagi perkembangan islam, rombongan kembali ke kota Madinah untuk melakukan sholat Zuhur di masjid Nabawi, Masjid yang menjadi pusat perjuangan Islam ketika Rasulullah hijrah dari Makkah ke Madinah ini, masih dirawat dengan apik hingga saat ini. Bahkan, dikunjungi jutaan umat muslim sepanjang tahun saat melaksanakan ibadah ke Baitullah.

Bagi calon jamaah haji atupun umroh, tak lengkap rasanya apabila tak mengunjungi di Kota Madinah. Tepatnya datang ke Masjid Nabawi.

Masjid Nabawi sendiri mempunyai struktur yang unik pada bangunannya, di antaranya bangunan masjid yang terdiri dari dua buah bangunan bertingkat berbentuk persegi panjang tidak beraturan yang luas. Selain itu, halaman masjid Nabawi juga sangat luas dengan arsitektur yang Islami. Ada kubah dan payung yang bisa membuka dan menutup secara otomatis di pelataran masjidnya. Ini menjadi daya tarik serta pesona keindahan dari Masjid Nabawi.

Calon jamaah haji membeli kurma di kebun kurma Abu Faisal

Di masjid Nabawi ini, rombongan calon jamaah haji dari Deli Serdang diperkenankan untuk sholat sunnah dan melihat makam nabi.

Tempat-tempat istimewa yang terdapat di masjid ini di antaranya adalah makam Rasulullah SAW dan para sahabat. Karena dulunya, tempat tinggal Nabi SAW selama tinggal di Madinah berdampingan bahkan menyatu dengan bangunan masjid Nabawi. Rasulullah meninggal dunia di kamarnya bersama Aisyah RA. Beliau juga dimakamkan di sana.

Nah, yang tak kalah istimewa adalah terdapat tempat yang sering disebut Raudhatul Jannah atau Raudhah.

Raudhah yaitu tempat kecil di antara kamar Rasulullah (yang sekarang menjadi makam Nabi SAW) dengan mimbar Masjid Nabawi. Dulunya, Raudhah ini berada di luar area Masjid Nabawi, karena merupakan tempat di antara rumah Nabi dengan masjid.

Namun, seiring perluasan Masjid Nabawi, tempat ini akhirnya menyatu dan menjadi bagian dari ruang Masjid Nabawi.

Dalam salah satu riwayat disebutkan bahwa, ada satu tempat di dunia ini yang merupakan salah satu taman dari taman-taman yang berada di surga. Rasulullah SAW bersabda,

“Apa yang berada di antara rumahku dan mimbarku merupakan taman-taman surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan tempat yang dimaksud adalah tempat di antara mimbar masjid Nabawi dan kamar Rasulullah, sekarang lebih dikenal dengan nama Raudhatul Jannah yang berarti “Taman Surga”. Luar biasa sekali bukan?

Selama ini kita cuma bisa membayangkan dari gambaran surga yang terdapat di Al Quran. Tetapi, kita bisa menemukan salah satu taman surga yang ada di dunia dari apa yang disampaikan oleh Rasulullah SAW tersebut.

Wartawan DeserNews, Nurdin Barus saat antri di pintu masuk raudhah.

Lokasi Raudhah berbatasan dengan beberapa tempat di area Masjidil Nabawi. di sebelah kiri kiblat masjid atau timur, dibatasi oleh kamar Aisyah RA yang saat ini menjadi tempat Rasulullah dikuburkan. Sesuai dengan wasiat Rasulullah, yang berpesan, “Tidaklah seorang utusan Allah (Nabi/Rasul) dimakamkan melainkan di tempat ia meninggal.”

Lalu di sebelah barat berbatasan dengan mimbar Rasulullah SAW. selanjutnya sebelah selatan merupakan kiblat yang letaknya sejajar dengan mihrab Rasulullah SAW. Dan terakhir yaitu di sebelah utara berbatasan dengan garis sejajar dengan kediaman ibunda Aisyah RA.

Dengan begitu, ukuran dari Raudhah ini yaitu sekitar 22 x 15 meter sehingga total dari keseluruhan kurang lebih 330 meter persegi. Wilayah ini ditandai dengan karpet berwarna hijau pada lantainya, sehingga terlihat mencolok dan berbeda dengan sekelilingnya yaitu area dalam Masjid Nabawi yang karpetnya berwarna merah.

Anda dapat meluangkan waktu sebentar untuk mengunjungi Raudhah saat berada di Masjid Nabawi. Mengapa? Karena tempat ini memiliki banyak keistimewaan dibandingkan tempat-tempat lainnya utamanya untuk beribadah.

Raudhah ini adalah salah satu tempat yang paling mustajab untuk memanjatkan doa, tak heran jika banyak jamaah yang berlomba masuk untuk bisa shalat dan berdoa di Raudhah.

Anda bisa melakukan banyak ibadah ketika di Raudhah antara lain shalat, memanjatkan doa, memperbanyak dzikir juga i’tikaf. Apabila Anda memiliki kesempatan untuk berdoa di Raudhah, pilih doa-doa terbaik yang ingin Anda panjatkan kepada Allah SWT.

Anda juga dapat menyiapkan doa-doa tersebut dari rumah, sebelum berangkat ke Baitullah. Selain berdoa untuk diri sendiri, Anda bisa berdoa untuk orang terdekat, hingga umat muslim seluruhnya. Atau mungkin Anda memperoleh titipan doa dari kerabat, teman dan lainnya. Anda bisa mengucapkan doa-doa tersebut di Raudhah.

 

Petugas Haji Daerah Sumut 2023 foto bersama Ketua Rombongan dan Ketua Regu di depan kantor urusan haji Indonesia di Madinah.

Mengapa harus dipersiapkan sebelumnya? Agar ketika berdoa di Raudhah waktu Anda lebih efektif, fokus, dan lebih khusyuk. Anda tak bisa terlalu lama di Raudhah, apalagi saat situasi musim haji atau umroh. Anda harus bertoleransi dengan jamaah lain yang juga ingin berdoa di Raudhah. Jadi, harus bergantian untuk menempati posisi di Raudhah.

Bagi jamaah laki-laki, bebas pilih waktu untuk berdoa di Raudhah sebab posisinya memang untuk shaf jamaah laki-laki. Namun bagi jamaah perempuan, ada jadwal khusus untuk bisa berdoa di Raudhah. Yaitu pada saat dhuha, dzuhur dan isya.

Tentang Raudhah merupakan taman surga, Ibnu Hajar RA berpendapat ada tiga poin yang bisa disimpulkan. Pertama, tempat ini serupa dengan taman surga. Jika orang berdoa di Raudhah, akan merasakan damai layaknya di surga. Kedua, bagi yang beribadah di Raudhah bisa menjadi penyebab masuk surga.

Ketiga, tempat tersebut (Raudhah) akan diangkat atau dipindahkan kembali ke surga. Maka, beruntung lah untuk Anda yang memiliki kesempatan untuk bisa mengunjungi Raudhah ketika di dunia, dan semoga nantinya kita bisa melihat kembali Raudhah ketika di surga.

Nah, itulah tadi sekilas pemaparan tentang tempat bernama Raudhah yang letaknya di salah satu masjid yang dimuliakan oleh umat Islam yaitu Masjid Nabawi. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan usia yang berkah, sehingga bisa melaksanakan ibadah di Baitullah dan bisa mengunjungi Raudhah. Disadur dari beberapa sumber

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close