Medan

Pemko Medan tak Jelas, Katanya Terapkan E-Parking, Nyatanya Preman Kutip Parkir Rp 5.000 di Kesawan

Warga yang mengunjungi kawasan Kesawan City Walk (KCW) yang terletak di Jalan Ahmad Yani I, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat mengeluh lantaran biaya parkir sepeda motor yang tidak sesuai.

Medan, desernews.com

Pemko Medan sebelumnya sempat gembar-gembor soal penerapan E-Parking di Medan.
Tapi nyatanya, penerapan E-Parking di Medan ini tak jelas.

Sejumlah warga yang mengunjungi kawasan Kesawan City Walk (KCW)di Jalan Ahmad Yani I, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat komplain.

Sebab, ada sejumlah preman yang mengutip uang parkir sampai Rp 5.000 di seputar Jalan Perniagaan.

Bahkan, preman yang mengutip parkir Rp 5.000 itu tidak mampu menunjukkan karcis parkir.
Padahal di lokasi, berseliweran petugas, tapi tak ada yang menindak.

“Saya iseng ingin main ke Kesawan City Walk, katanya enak nongkrong di sini, saya penasaran. Saya dengar juga sistem bayarnya sudah non-tunai semua, tapi saat mau keluar dan pulang ke rumah, saya mau ambil sepeda motor, dikutip bayaran Rp 5 ribu,” ucap seorang pengujung kepada media, Minggu (5/12/2021).

Ia mengaku, petugas parkir tersebut memang ramah dan mau membantu mengeluarkan kendaraan miliknya, namun Arini merasa heran kenapa biaya parkir di Kesawan City Walk tidak sesuai dengan peraturan.

“Setahu saya untuk sepeda motor itu paling mahal Rp 2000, ada kelas-kelas jalan yang disesuaikan dengan lapak parkirnya.

Saya heran kenapa bisa sampai semahal itu. Tapi saya tidak ingin panjang lebar dengan beliau, saya bayar saja,” ucapnya.

Selain heran dengan biaya parkir, Arini juga mengaku kecewa dengan petugas Dishub yang membiarkan oknum-oknum petugas parkir tanpa seragam dan tanda pengenal tetap bebas melakukan praktik pengutipan parkir ilegal.

“Terus yang saya sayangkan adalah pembiaran dari petugas Dishub yang ada di lapangan (Kesawan City Walk). Saya awalnya tanya ke petugas di mana lokasi parkir? Tapi dicueki,” tuturnya.

Ia juga menyesalkan program parkir elektronik (E-Parking) yang dipromosikan oleh Pemko Medan di sosial media tidak berjalan sesuai pada kenyataannya.

“Tidak ada (E-Parking), yang saya lihat masih oknum-oknum yang nakal di mana-mana. Saya yakin warga lainnya yang menjadi korban pengutipan oleh oknum-oknum ini juga bingung, saya berharap ada perhatian Dishub,” ujarnya.

Warga lainnya, Gifari juga mengaku mengalami hal yang sama. Ia mengaku parkir di sekitar Lapangan Merdeka dan dikutip sebesar Rp 3000.

“Saya heran kalau di akhir pekan tarif parkir mereka naikkan ke Rp 3000. Setahu saya ini lahan Pemko Medan, kalau dikutip segitu ke mana pendapatan Kota Medan dari sektor parkir? Itu yang saya pertanyakan,” ucapnya.

Menurutnya, program peningkatan Pendapatan Asli Daerah atau PAD parkir di Kota Medan masih belum maksimal.

“Saya rasa belum maksimal, masih banyak oknum-oknum yang tidak ditindak tegas. Terkesan ada pembiaran,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis menuturkan pihaknya akan melakukan pengecekan dan evaluasi sistem parkir di Kesawan dan daerah lainnya di Kota Medan.

“Mohon laporan detailnya waktu, lokasi dan kalau ada bukti ataupun ciri-ciri yang ngutip untuk lebih jadi perhatian kami ke depan, insyaallah akan menjadi perhatian khusus kami untuk perbaikan ke depannya,” ucapnya.(trib/DN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close