Nusantara

Kapolsek Bonjol IPTU Antoni Hasibuan Perkuat Strategi Preventif, Bangun Ketahanan Masyarakat terhadap Narkoba

Kapolsek Bonjol, IPTU Antoni Hasibuan, SH, MM, CHRS.

‎
‎Pasaman (Bonjol), desrrnews.com
‎Baru dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolsek Bonjol pada awal Agustus 2026, IPTU Antoni Hasibuan, SH, MM, CHRS, langsung menempatkan pendekatan preventif dan penguatan sinergi dengan masyarakat sebagai bagian penting dari arah kepemimpinannya.
‎
‎Di tengah dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat yang terus berkembang, IPTU Antoni Hasibuan tidak semata-mata menitikberatkan tugas kepolisian pada aspek penindakan hukum. Sebaliknya, ia mendorong penguatan kesadaran hukum masyarakat melalui edukasi, komunikasi, serta keterlibatan aktif berbagai elemen masyarakat.
‎
‎Salah satu perhatian yang mendapat penekanan adalah upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika. Kapolsek Bonjol bahkan terlibat langsung dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya narkoba di tingkat nagari, salah satunya di Nagari Limo Koto, Kecamatan Bonjol.
‎
‎Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemberantasan narkoba tidak hanya dapat dilakukan melalui penegakan hukum setelah pelanggaran terjadi, tetapi juga membutuhkan strategi pencegahan yang menyentuh akar persoalan.
‎
‎Melalui edukasi hukum, masyarakat diberikan pemahaman mengenai dampak penyalahgunaan narkoba sekaligus pentingnya menciptakan lingkungan sosial yang mampu melakukan deteksi dan pencegahan sejak dini.
‎
‎Pendekatan yang dikembangkan IPTU Antoni Hasibuan juga menempatkan perangkat nagari dan generasi muda sebagai mitra strategis kepolisian. Pelibatan pemuda dinilai penting karena kelompok generasi muda memiliki posisi yang sangat menentukan dalam membangun lingkungan sosial yang sehat, produktif, dan terbebas dari pengaruh narkotika.
‎
‎Dalam konteks pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), Kapolsek Bonjol juga terus membangun komunikasi dan koordinasi lintas sektor.
‎
‎Sinergi dengan pemerintah kecamatan, pemerintahan nagari, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, serta unsur masyarakat lainnya menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem keamanan yang tidak hanya bertumpu pada institusi kepolisian.
‎
‎Model kepemimpinan semacam ini memperlihatkan bahwa keberadaan polisi di tengah masyarakat bukan sekadar sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun kesadaran, mencegah potensi gangguan keamanan, dan menciptakan lingkungan yang kondusif.
‎
‎Meski baru beberapa waktu menjalankan tugas sebagai Kapolsek Bonjol, IPTU Antoni Hasibuan telah memperlihatkan orientasi kepemimpinan yang menempatkan komunikasi publik, edukasi, pencegahan, dan kolaborasi sebagai instrumen penting dalam pelaksanaan tugas.
‎
‎Pendekatan tersebut menjadi modal positif dalam membangun kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat Harkamtibmas di wilayah hukum Polsek Bonjol.
‎
‎Dengan sinergi yang semakin solid antara kepolisian dan masyarakat, berbagai potensi gangguan keamanan diharapkan dapat dicegah sejak dini. Pada akhirnya, keamanan bukan semata-mata tanggung jawab aparat, melainkan hasil dari kesadaran dan partisipasi bersama seluruh elemen masyarakat.
‎
‎Kehadiran IPTU Antoni Hasibuan di Bonjol dengan semangat pelayanan, edukasi, dan pendekatan humanis diharapkan semakin memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat, sekaligus menghadirkan rasa aman yang tumbuh dari kesadaran bersama.(H.Eddi Gultom)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close