Aceh Darussalam

Pertamina, Aparat keamanan dan Pemerintah Daerah Menyatakan BBM Cukup untuk Banda Aceh dan Aceh Besar, Fakta di Lapangan Antrian Mengular

Ist.

Banda Aceh, desernews.com
Antrian panjang para pencari BBM semakin parah dalam 3 hari terakhir, antrian mengular sampai 1 Km. Menurut pihak Pertamina, Pemerintah Daerah dan pihak keamanan menyatakan BBM untuk Aceh Besar dan Banda Aceh cukup, namun di lapangan berbalik drastis dengan apa yang disampaikan oleh pihak yang berwenang itu.

Di beberapa SPBU terpantau hari Rabu, 3 Desember 2025 antrian bukan hanya Mobil dan motor tetapi antrian panjang yang mengisi Jerigen.

Para pengantri BBM dengan jerigen alasannya peruntukan untuk genset.
Salah satu pengantri pakai jerigen yang tidak mau disebut namanya warga Cot Lam Kuweuh mengatakan, bagi yang antri pakai jerigen itu modus pak, tidak semua untuk genset, mereka jual diluar sana sebagai pengecer dadakan dan mendapat untung lumayan.

Ketika Desernews tanya berapa dijual di pengecer, sekitar 30 ribu per botol ukuran satu liter,” katanya.

Sementara itu Tgk Safwan mantan anggota DPRA mengatakan, melihat fenomena antrian panjang mengisi BBM sangat bertolak belakang dengan apa yang disampaikan oleh Pertamina kepada Wali kota Banda Aceh Ibu HJ. Illiza Sa’aduddin menjamin Stok BBM untuk Banda Aceh dan Aceh Besar aman.

Dilapangan malah berbalik tidak sesuai dengan yang disampaikan, untuk kata Safwan para pemangku kebijakan, pihak Pertamina, Hiswanamigas untuk segera mengatasinya dan cari solusi kasihan melihat masyarkat antri sejak subuh.

Yang sangat mengherankan adalah BBM di pasok lewat pelabuhan Malahayati, jarak tempuh Malahayati Krueng Raya ke Banda Aceh tidak sampai 50 km, kok persediaannya habis,” ujarnya setengah bertanya.

Lebih lanjut mantan Anggota DPRA itu mengatakan, yang antri pakai jerigen dia berharap pihak aparat keamanan untuk memantau, karena tidak mustahil dalam kesempitan mencari kesempatan untuk mencari untung pribadi, kita berharap pihak SPBU juga harus selektif memberikan nya, karena kita sama sama berkepentingan,” ucapnya.

“Kepada masyarakat juga kita berharap jangan panik, kalau pihak pemangku kepentingan sudah menyatakan cukup, ya isilah seperlunya tidak perlu untuk kita timbun, karena kita sama sama membutuhkan,” himbaunya.(T.Jamaluddin)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close