Peristiwa Keributan Siswa Di Luar Gerbang, Kepsek SMKN 1 Beringin Beri Klarifikasi
Beringin, desernews.com
Keributan yang terjadi di luar pintu gerbang SMKN 1 Beringin pada Selasa malam(2103/2023) kemarin, bukanlah aksi geng motor. Namun itu adalah aksi tawuran antar remaja yang diawali adanya keributan lebih dahulu dilokasi yang berbeda. Sekarang masalah itu sudah selesai melalui proses yang dilakukan. Anak-anak itu kini telah dikembalikan kepada orangtuanya.
Demikian disampaikan Kapolsek Beringin Polresta Deliserdang AKP Doni Simanjuntak melalui Kanit Reskrim Iptu Edy Manalu kepada wartawan Sabtu (25/03/2023) Terkait peristiwa keributan Kepsek SMKN I Beringin Hj Hafrida Hanum telah melakukan pertemuan di ruang kerjanya guna memberikan klarifikasi dan informasi yang sebenarnya, pada Jum’at (24/03/2023) kemarin.
Pertemuan itu dihadiri Kepsek SMKN 1 Beringin Hj Hafrida Hanum, Ketua Komite SMKN 1 Beringin Sunario, Muriadi Ketua Dewan Pendidikan Deli Serdang, Junaidi Malik Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kabupaten Deliserdang. Imran S Babinsa, Iptu Edy Manalu Kanit Reskrim Polsek Beringin Polresta Deliserdang, M.Habil Syah orang tua siswa/ Jurnalis, Rinaldi Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Deliserdang, Ali Sahbana Hasibuan Waka Kesiswaan SMKN 1 Beringin, Sudung Haposan Sinabutar Waka Kurikulum SMKN1 Beringin dan beberapa Guru SMKN 1 Beringin.
Hj. Hafrida Hanum dalam pertemuan itu menyebutkan, sangat menyesalkan peristiwa keributan yang terjadi di luar gerbang sekolah yang dipimpinnya itu, dan dirinya tidak pernah mengeluarkan izin kegiatan siswa pada malam hari. “Secara pribadi saya sangat menyesal peristiwa yang terjadi di gerbang SMKN 1 Beringin, saya tidak menyangka hal itu bisa seperti ini sehingga berita dan vidionya menjadi viral begini. Saya tidak pernah memberikan izin sama sekali kegiatan malam, karena saya rasa itu waktunya di luar jam sekolah. Saya tau hal itupun sudah tidak sesuai dengan norma-norma kegiatan anak-anak sekolah dan melanggar aturan yang ada. Setelah kegiatan itu guru yang bersangkutan sudah saya berikan sangsi dan teguran, agar hal seperti ini tidak terjadi lagi ke depannya” ucap Hj. Hafrida Hanum.
Menurut Kepsek SMKN I Beringin, bahwa kagiatan malam itu adalah atas desakan para siswanya terhadap guru yang dimaksud. Harapan siswa adanya malam keakraban yang bisa dirasakan siswa-siswi pada acara perpisahan kelas 12 atau kelas 3 di SMKN 1 Beringin. “Kegiatan malam itu adalah desakan siswa-siswi supaya ada kesan perpisahan waktu di malam hari.Pada malam hari itu yang mengikuti kegiatan itu siswa sudah hampir setengahnya pulang. Tidak semua siswa anak kelas 12 mengikuti kegiatan malam itu,” sebut Kepsek.
Ketua Komnas PA Deliserdang Junaidi Malik menyatakan dalam pertemuan itu dirinya melihat vidio saat peristiwa itu terjadi yang didapatnya dari kiriman melalui aplikasi Whats App juga membaca dari pemberitaan media yang ada. “Tentu saya selaku aktivis dan pegiat terhadap perlindungan anak terpanggil dan prihatin terhadap peristiwa itu. Namun pada akhirnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan oleh kepolisian dan anak-anak kini sudah dikembalikan kepada orangtuanya masing-masing. Dalam hal ini saya sedikit rasa lega bahwa peristiwa itu tidak ada keterlibatan dengan anak-anak geng motor. Saya berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi terlebih lebih kegiatan malam. Karena kegiatan malam sudah tidak sesuai dengan norma-norma perlindungan anak. Saya juga mengimbau kepada orangtua untuk selalu ikut berperan aktif terhadap kegiatan kegiatan anaknya di luar rumah. Baik itu kegiatan di sekolah kalau boleh sebagai orangtua melibatkan diri atau paling tidak kita perduli dengan aktivitas sehari-hari anak. Kesemuanya ini guna menjaga hal-hal yang tidak kita inginkan bersama”, cetus Junaidi Malik.
Dalam kesempatan itu Junaidi Malik mengapresiasi kinerja Polsek Beringin yang sudah menyelesaikan masalah ini. Begitu juga terhadap Kepala Sekolah SMKN 1 Beringin yang menyatakan bahwa tidak ada persetujuan darinya untuk melakukan kegiatan para malam hari. Mampu menyelesaikannya masalah ini dengan membuat satu pertemuan dan mengundang serta melibatkan beberapa unsur pada Jum’at (24/03/2023) guna mengklarifikasi peristiwa keributan remaja kemarin.
“Kepada Ibu Kepsek saya meminta maaf atas komentar saya disalah satu media online, namun itulah naluri saya sebagai seorang aktivis anak. Ketika saya melihat dengan isi vidionya dan membaca isi beritanya, tentu sebagai aktivis naluri saya sebagai pegiat anak langsung secara reflek hadir. Namun bisa saya pastikan bahwa tanggapan saya itu tidak ada muatan apa-apa, hanya refleks naluri seorang aktivis anak. Saya apresiasi ternyata Ibu Kepsek tidak memberikan izin untuk kegiatan malam tersebut. Dan memahami norma-norma perlindungan anak, terkadang kita kurang berdaya ketika kita sebagai guru dengan kemauan dan keinginan siswa-siswinya. Terlebih-lebih momen perpisahan, marilah peristiwa ini kita jadikan pembelajaran kedepannya khususnya untuk di SMKN 1 Beringin dan secara umum di Kabupaten Deliserdang.” pungkas Junaidi Malik.
Ketua Dewan Pendidikan Deliserdang Muriadi menjelaskan, semua ini adalah sebuah pembelajaran bagi dunia pendidikan di Deliserdang khususnya di SMKN 1 Beringin, dan yang perlu kita perbaiki kedepannya dengan mendahulukan kepentingan terbaik untuk anak-anak, namun semua ini karena siswa-siswi dipenghujung masa akhir anak-anak kelas 12 SMK. Sementara sebelumnya, telah terjadi keributan remaja yang mengakibatkan Febri Andiko Nababan (17) warga Desa Pagar Jati, Lubuk Pakam sebagai korban salah sasaran sehingga mengalami luka akibat dikeroyok dan sudah di mediasi.(mo/DN)





