Wali Kota Seluruh Indonesia Saksikan Penutupan GEMES ke IX Kota Medan

Medan, desernews.com
Event Gelar Melayu Serumpun (GEMES) ke IX Kota Medan tahun 2026 telah berakhir.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas secara resmi menutup event yang berlangsung di Lapangan Merdeka itu, Selasa malam (30/6).
Di acara penutupan GEMES ke IX Kota Medan tahun 2026 seluruh Wali Kota di Indonesia hadir dan datang dengan mengenakan pakaian adat melayu.
Wali Kota seluruh Indonesia yang datang ke Kota Medan berkesempatan menyaksikan dari dekat kegiatan penutupàn GEMES ke IX Kota Medan tahun 2026.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu sebagai tuan rumah di rapat kerja nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke XVIII juga menggelar gala dinner di acara penutupan GEMES ke IX Kota tahun 2026 bagi Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang datang.
“GEMES ke IX Kota Medan wadah seni dan budaya serta bertujuan untuk mempererat hubungan negara serumpun,”ujar Rico Tri Putra.
GEMES ke IX Kota Medan tahun 2026, tegas Rico, merupakan ruang untuk bersilaturahmi.
Di acara penutupan GEMES ke IX Kota Medan tahun 2026 dimeriahkan dengan penampilan group musik melayu Lebah Begantong yang senantiasa menampilkan senandung dan dendang melayu.
Wali Kota Tanjung Balai Mahyaruddin Salim Batubara, SE, MAP hadir di acara penutupan event GEMES ke IX Kota Medan 2026. Mahyaruddin mengapresi even GEMES ke lX Kota Medan tahun 2026. “Kebudayàn Melayu di Kota Medan memilik ciri khas dan keunikan tersendiri,”ujarnya.
Di acara penutupan event GEMES ke IX Kota Medan tahun 2026 ditampilkan juga fashion show, tarian kolosal nusantara dan joget Selangor.
Artis bergelar Lord of Melayu Datuk Alfin Habibi dan artis penyanyi ibukota Lyodra turut serta hadir guna menghibur para pengunjung di acara penutupan event GEMES ke IX Kota Tahun 2026.
Di puncak acara penutupan. Kemeriahan event GEMES ke IX Kota Medan 2026 semakin bertambah semarak dan seru. Menyusul digelarnya ronggeng melayu yang melibatkan seluruh delegasi kebudayaan negara serumpun dan kontingen kebudayaan dari Kabupaten/Kota di Indonesia. (Fajaruddin Batubara)




