Uang Lukas Enembe Disamarkan Ke Asset, KPK Cecar Pramugari Jet Pribadi

Mantan Gubernur Papua Lukas Enembe dan Pramugari Perusahaan Penyewaan Jet Pribadi Tamara Anggraeny.

Jakarta, dessernews.com
KPK cecar pramugari perusahaan penyewaan jet pribadi, soal aliran pencucian uang Lukas Enembe, yang banyak disamarkan dalam bentuk asset.

KPK kembali memeriksa pramugari perusahaan penyewaan jet pribadi bernama Tamara Anggraeny.

Kali ini, dia diperiksa sebagai saksi kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) mantan Gubernur Papua Lukas Enembe.

“Tim penyidik telah selesai memeriksa saksi Tamara Anggraeny karyawan swasta,” kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (18/9).

Pemeriksaan dilakukan di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Pusat, pada Jumat (15/9). KPK mendalami aliran uang Lukas Enembe yang disamarkan ke aset.

“Saksi hadir dan kembali dilakukan pendalaman materi pemeriksaan antara lain dugaan aliran sejumlah uang dari tersangka LE yang kemudian diubah bentuk menjadi aset yang bernilai ekonomis oleh beberapa pihak terkait lainnya,” jelasnya.

Pramugari Perusahaan Penyewaan Jet Pribadi bernama Tamara Anggraeny, usai dicecar KPK setelah jadi saksi kasus pencucian uang mantan Gubernur Papua Lukas Enembe.

Sebelumnya, Tamara sudah beberapa kali dipanggil oleh KPK sebagai saksi pada 2022, dalam kasus dugaan korupsi yang menjerat Lukas Enembe.

Kini, Lukas juga dijerat sebagai tersangka kasus dugaan TPPU. KPK juga telah memeriksa Presiden Direktur (Presdir) PT RDG Gibrael Isaak untuk mengusut dugaan adanya perintah Lukas Enembe membawa uang tunai miliaran rupiah ke Jakarta maupun ke luar negeri memakai jet pribadi.

“Gibrael Isaak (Presdir PT RDG), diperiksa sebagai saksi dan hadir untuk didalami pengetahuannya, antara lain terkait dengan dugaan perintah Tersangka LE untuk membawa sekaligus mengangkut uang tunai miliaran rupiah dari Papua ke Jakarta dan juga ke luar negeri menggunakan pesawat jet,” kata Ali Fikri kepada wartawan, Senin (18/9).

Sebagai informasi, Lukas Enembe telah diadili dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi Rp 46,8 miliar. Dia juga dituntut 10,5 tahun penjara. (Sty/detikcom)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Harap nonaktifkan aplikasi AdBlock nya terlebih dahulu.. Terima Kasih