Tingkatkan Indeks Kerukunan Umat Beragama, Kesbangpol bersama FKUB Deli Serdang Studi Tiru ke Salatiga
Salatiga, desernews.com
Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Deli Serdang didampingi Kaban Kesbangpol Kabupaten Deli Serdang Kurnia Boloni,S.STP dan Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya dan Agama dan Organisasi Masyarakat Vini Dwi Putranti, SPt,M.Si Jum’at 26 Juni 2026 Melakukan Studi Tiru Ke Kota Salatiga.
Hal tersebut dikemukakan Ketua FKUB Kabupaten Deli Serdang Dr.H.Khairul Anwar MA,M.Si. bersama Sekretaris Drs Jaya Sijabat,MM.
Kunjungan Rombongan FKUB Deli Serdang disambut baik oleh Sekretaris Badan Kesbangpol Kota Salatiga, Anindita Sulaksosno Widagdo,SE,MM.
Sebelumnya diawal Juni lalu, Badan Kesbangpol Kota Salatiga juga menerima kedatangan FKUB Bekasi.
Bukan tanpa alasan tujuan Studi Tiru yang dilakukan Ke Kota Salatiga, Karena Salatiga adalah Kota yang memperoleh Predikat Kota tertoleran se-Indonesia berdasarkan Indeks Kota Toleran (IKT) Tahun 2025 yang diselenggarakan SETARA Institut secara berturut turut.
Pada kesempatan itu Salatiga memperoleh predikat terbaik selama 9 Tahun. Walaupun Salatiga dikategorikan kota kecil namun masyarakat dan warganya yang majemuk ada 39 Etnis yang berada dikota ini dan dihuni semua penganut agama dengan menjaga dan menjunjung tinggi toleransi sebagai budaya lokal yang telah turun temurun. Sehingga mendapatkan Peringkat 1 Kota Tertoleran yang diserahkan Penghargaannya 22 April 2026 di Jakarta.
Kaban Kesbangpol Kabupaten Deli Serdang, Kurnia Boloni Sinaga, S.STP berharap melalui Kunjungan Studi Tiru ini kiranya ada semacam oleh oleh yang dapat dibawa pulang ke Deli Serdang yang juga cukup heterogen dan majemuk dalam rangka mendukung dan mensukseskan Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati dr.H.Asri Ludin Tambunan dan Lomlom Suwondo, SS untuk menjadikan Deli Serdang Sehat,Sejahtera,Religius dan Berkelanjutan.
Sementara Ketua FKUB Kota Salatiga Drs KH Noor Rofiq dalam pemaparannya menyebutkan di kota Salatiga ini meraih Indeks Kerukunan Tertinggi, Zero Konflik, tidak pernah ada tawuran anak sekolah atau remaja.
Selain itu merawat potensi konflik dengan cara melakukan pembinaan terhadap generasi muda para remaja melalui Perda (Peraturan Daerah) tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan No 9 Tahun 2024.
“Perda ini ditetapkan untuk menanamkan nilai nilai luhur Pancasila dan memperkuat semangat Nasionalisme bagi Masyarakat Kota Salatiga,disusul Perda No 10 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Toleransi bermasyarakat dan Penanganan Konflik Sosial” ucap Ketua FKUB Kota Salatiga Drs KH Noor Rofiq kepada rombongan dari Deli Serdang.
Dr Haryanto Wakil Ketua FKUB Kota Salatiga yang Juga Dosen di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga menambahkan bahwa di Salatiga Tahun 2002 telah berdiri Majelis Pimpinan Umat beragama Kota Salatiga (Majelis Puasa) dibidani Drs KH Tamam Qoulany. yang selanjutnya Majelis Puasa inilah yang menjadi inisiator adanya Peraturan Bersama Menteri Agama No 9 bersama Menteri Dalam Negeri No 8 tentang FKUB.
Sebaliknya, Ketua FKUB Deli Serdang Dr.H.Khairul Anwar MA.M.Si mengemukakan bahwa kunjungan Studi Tiru ini adalah upaya meningkatkan Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) di Kabupaten Deli Serdang dan meningkatkan harmonisasi dan Kerukunan Umat beragama di Kab.Deli Serdang yang ditahun 2025 Nilai IKUB Deli Serdang adalah 80,56 M, walau tidak menyebut berapa target nilai yang akan diperoleh.
Lebih jauh dikatakan Khairul, tahun 2026 IKUB Deli Serdang wajib naik dan untuk itu semua anggota FKUB Deli Serdang wajib mengusahakan dan berinovasi untuk menaikkannya,
Ketika disinggung berapa orang peserta yang ikut Studi Tiru ini, Sekretaris FKUB Deli Serdang Drs.Jaya Sijabat,MM yang turut ikut serta menyebutkan Studi Tiru Kali diikuti Perwakilan 6 Agama yang ada dari Unsur Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu jelas Jaya Sijabat.
Salah seorang peserta Studi Tiru dari unsur agama Hindu, Yandras mengungkapkan bahwa peran strategis FKUB dalam merawat kerukunan itu sangat perlu dan penting.
“Dengan adanya Studi Tiru ini banyak Pelajaran, masukan dan informasi yang dapat digali untuk dapat diterapkan di Kabupaten Deli Serdang ini”, tutur Yandras.
Pandita Muin SH menimpali bahwa Kota Salatiga, dengan keterbatasan yang ada, mereka tidak diam berpangku tangan mencari inovasi dengan menggandeng berbagai pihak untuk mensosialisasikan pentingnya menjaga Kerukunan, Harmonisasi dan Moderasi Agama.
Contohnya adanya program murah meriah seperti yang dilakukan FKUB Salatiga, Kesbangpol Kabupaten Deli Serdang Goes To School dengan tema literasi guna menguatkan Toleransi, Kebangsaan Menyatukan Perbedaan, Kesbangpol Goes To School Membangun Pelajar Moderat dan Berkarakter tak salah kita tiru untuk bisa kita diadopsi di Deli Serdang, yang diamini anggota FKUB lainnya Muhammad Fadli Lubis,S.Ag dan Juliani S.Pd Anggota FKUB Deli Serdang unsur Konghucu.
Harapan lain disampaikan Wakil Ketua FKUB Deli Serdang Pdt Bandri Senja Sembiring,S.Th Membangun Sinergi dengan Lembaga Lembaga yang bergerak dibidang Sosial seperti yang Pernah dilakukan FKUB Salatiga Tahun 2022 mendapat Bantuan 3 M dari Lembaga Kemanusiaan John Fawcett Foundation (JFF) sehingga berhasil mengoperasi lebih dari 1000 warga, semangat inilah yang akan kita bawa Pulang sebagai oleh oleh untuk Masyarakat Deli Serdang tuturnya. (Rel/O1)
