Panglong Pengolahan Kayu di Kota Tebingtinggi Ludes Dilalap Sijago Merah, Kerugian Capai Miliaran Rupiah

Tebingtinggi, desernews.com
Panglong besar pengolahan kayu di Jalan Setia Budi, Lingkungan III, Kelurahan Berohol, Kecamatan Bajenis, Kota Tebingtinggi, Selasa malam (18/3/2025) pukul 19.30 WIB ludes terbakar dilalap sijago merah.
Belum diketahui penyebab kebakaran, namun diperkirakan api berasal dari korsleting lisrik atau arus pendek. Dalam kasus kebakaran ini, tidak ada korban jiwa.
Akibat dilalap sijago merah, Panglong 88 milik Nelly, setiap hari menjual kayu untuk bangunan rumah, kosen pintu dan jendela ini, rata dengan tanah. Diperkirakan, kerugian materil mencapai miliaran rupiah.
Kasan (28) penjaga malam panglong mengaku, api diperkirakan berasal dari korsleting gardu listrik berada di bagian belakang pabrik, kemudian menyambar ke material kayu yang sudah dijadikan bahan bangunan.

“Hampir seluruhnya berisi bahan serta serbuk kayu kering, yang sangat mudah terbakar, api semakin meluas membakar seluruh bagian gudang panglong,” sebutnya.
Akibat kebakaran tersebut, tidak banyak barang-barang berharga, yang bisa diselamatkan pemilik dan pegawai panglong. “Yang bisa diselamatkan, hanya berupa surat-surat berharga serta beberapa kendaraan sepeda motor,” ucap seorang pegawai panglong.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan Kota Tebingtinggi, Halim Purba, mengaku 8 unit mobil pemadam kebakaran Pemko Tebingtinggi, Pemkab Sergei dan PT Inalum dikerahkan untuk memadamkan api.
Namun, hingga seluruh gudang ludes terbakar, api belum dapat dipadamkan tuntas. “Hal ini dikarenakan, panglong sangat luas dan seluruh isi dari gudang panglong ini, merupakan bahan kayu kering yang mudah terbakar,” jelas Kadis Damkar.
Dikatakan Kadis Damkar Abdul Halim Purba, besarnya api, dikhawatirkan merambah ke rumah warga. “Untuk itu, dilakukan upaya memutus api yang berada di antara rumah warga dan panglong,” ucapnya.
Jaringan listrik langsung dipadamkan, beberapa lokasi pada saat kejadian tidak teraliri aliran listrik. Di lokasi kebakaran Jalan Setiabudi langsung gelap, ratusan hingga ribuan masyarakat berbondong-bondong ingin menyaksikan api yang terus berkobar hingga pukul 23.30 WIB.

Tiupan angin sangat kencang malam itu, sehingga api semakin terus membesar. Mobil Damkar berulang kali mengambil air kesungai dan kembali ke lokasi untuk melakukan penyemprotan air, tapi api semakin disiramkan, malah semakin membesar. “Dengan kerja keras, akhirnya api bisa dipadamkan Petugas Damkar, tuntas dalam tempo 2 jam lebih,” ucap seorang saksi mata. (Penulis : H. Suhartoyo)




