Peristiwa

Seronok, Libur Lebaran Jalan-Jalan Ke Melaka, Kota Bersejarah di Negeri Upin Ipin

Catatan Perjalanan: H. Suhartoyo, QIA

Latar belakang Stadthuys, Bangunan merah ini terletak di jantung Kota Melaka City, dibangun tahun 1650, pada masa kolonial Belanda.

Melaka, desernews.com
Berwisata ke Negeri Jiran Malaysia, tidak melulu menjelajahi ibu kota Kuala Lumpur. Malaysia memiliki banyak kota yang menarik untuk Anda kunjungi pula, apalagi sekarang, saat libur Lebaran Idul Fithri 1445 H, ramailah orang pakansi kesana. Pasti seronok.

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan berwisata ke Melaka dengan seorang rekan H. Idris Sardi, MH, dengan pemandu keponakan Jamali dan Kusmayani, pemukim disana.

Becak berhias, setiap hari setia menghantarkan pelancong, ndak kemana aja berwisata, dengan ongkos murah la.

Dari Kota Kuala Lumpur, waktu tempuh ke Melaka, sekitar 2 jam dengan bus. Melaka adalah kota penuh sejarah panjang dan pernah diduduki oleh empat bangsa asing.

Pada tahun 1511, Melaka berada di bawah kekuasaan Portugis. Kemudian, pada tahun 1753, Melaka secara resmi berada di bawah kekuasaan Belanda. Selanjutnya, pada tahun 1824, Melaka jatuh ke tangan Inggris dan pada tahun 1942, Jepang menduduki Melaka.

Kental unsur sejarah dan akulturasi budaya, ada setidaknya 5 tempat yang wajib Anda kunjungi saat berwisata ke Melaka.

Benteng peninggalan Belanda A Famosa, dibangun tahun 1511, kini kondisinya sudah tidak utuh.

1. Stadthuys
Stadthuys di jantung kota Melaka City memiliki ciri khas yang mudah dikenali, yakni bangunan berwarna merah. Dibangun pada tahun 1650 pada masa kolonial Belanda, bangunan ini merupakan pusat administratif, kantor bagi Gubernur Belanda.

Stadthuys berada di kawasan yang bernama Red Square, lantaran seluruh bangunannya dicat dengan warna merah. Dengan berjalan kaki, Anda bisa menyusuri bangunan-bangunan bergaya arsitektur kolonial yang eksotis dan tentu saja Instagramable.

Christ Church, Gereja ini dibangun pada tahun 1753. Awalnya merupakan gereja protestan Belanda, namun sejak kolonial Inggris hingga kini, menjadi gereja anglikan.

2. Christ Church
Melaka Gereja yang lokasinya persis di samping Stadthuys ini, selesai dibangun oleh Belanda pada tahun 1753. Awalnya gereja ini adalah gereja protestan Belanda, tetapi sejak masa kolonial Inggris hingga saat ini, gereja tersebut menjadi gereja anglikan.

Pengunjung dapat masuk ke dalam gereja tanpa dipungut biaya. Di dalamnya, tampak deretan batu nisan baik dalam bahasa Inggris maupun bahasa Belanda.

Ada tempat santai di pelataran Masjid Cina Melaka, kami berkesempatan duduk-duduk menghilangkan penat ditubuh.

3. A Famosa
A Famosa merupakan benteng peninggalan Portugis di Melaka, yang dibangun tahun 1511. Benteng ini merupakan salah satu bangunan peninggalan bangsa Eropa tertua yang masih ada di Asia Tenggara.

Meski demikian, kondisinya sudah tak utuh dan tinggal bersisa sejumlah reruntuhan bangunan. Namun, Anda tetap bisa berfoto di gerbang benteng ini yang masih berdiri kokoh, bernama Porta de Santiago.

Kita bisa ber-swafoto dihalaman Gereja St. Paul Church, dibangun Tahun 1521 dan pernah terbakar Tahun 1824, karena gereja tersebut difungsikan sebagai pabrik bubuk mesiu, kini hanya tinggal reruntuhan.

4. St. Paul Church
Hanya beberapa meter dari Stadthuys, ada gereja bersejarah, yakni St. Paul Church yang rampung dibangun pada tahun 1521. Gereja ini merupakan gereja tertua yang dibangun di Asia Tenggara.

Jangan kaget ya, sebab untuk sampai ke gereja ini, Anda harus ‘mendaki’ dengan tangga, sebab letaknya memang di atas bukit.

Gereja St. Paul kini tinggal reruntuhan akibat kebakaran pada tahun 1824, ketika gereja itu dialihfungsikan, sebagai pabrik bubuk mesiu.

Wisata air menyusuri berbagai sudut kota, dengan menumpang feri berbayar, disungai yang jernih airnya, merupakan objek unggulan disana. Penulis berkesempatan mengabadikan spot tersebut.

Namun, Anda tetap wajib mengunjungi gereja ini. Dari area sekitar Gereja St. Paul, Anda bisa memandangi seluruh kota tua Melaka yang indah. Selain itu, di gereja ini juga banyak ditemukan batu-batu nisan berukuran besar, baik dalam bahasa Belanda maupun Portugis.

Ketika turun, tak ada salahnya melihat-lihat pusara-pusara Inggris, yang ada di dekat pagar ke luar, sebelum menuju A Famosa. Kalau sebelum pagar ke luar Anda belok ke kiri, ada kompleks pemakaman tua Belanda yang juga patut dikunjungi.

Kita bisa berfoto disalah satu sudut jalan Jonker Street, Melaka, ramai pernak pernik ornamen Cina.

5. Jonker Street
Dari Stadhuys, seberangilah Sungai Melaka, maka Anda akan menuju ke jalan legendaris di kota itu, yakni Jonker Street. Jalan tersebut merupakan bagian dari kawasan Chinatown di Melaka.

Anda bisa menemukan deretan bangunan toko berarsitektur kental China di Jonker Street.

Menyusuri Jonker Street, bisa dilakukan baik pada siang atau malam hari. Akan tetapi, saya sarankan Anda untuk mengunjungi Jonker Street di malam hari, karena setiap malam jalan itu ditutup untuk digunakan sebagai pasar malam.

Masjid Cina Negeri Melaka, terlihat indah.

Gunakan kesempatan ini untuk bertualang kuliner khas peranakan.

Selain ke 5 lokasi objek wisata tersebut diatas, banyak lagi tempat seronok untuk bersantai bersama teman atau keluarga di Kota Melaka, diantaranya Taman Kota Stadium Hang Jebat, Naik Feri menyusuri sungai keberbagai sudut kota dengan airnya nan jernih, menengok dan sholat di Masjid Cina Melaka, makan minum dipantai Melaka dan naek becak hias keliling kota.

Stadium Hang Jebat Melaka, juga wajib dikunjungi, karena merupakan pusat taman kota yang sejuk dan rindang. Cocok untuk tempat bersantai bersama keluarga.

Sangat seronok, datanglah ke negeri upin dan ipin, pasti menyenangkan, ongkos pesawat juga tak mahal la kalau dari Kota Medan. Tarif hotel juga murah, banyak juga hotel Melati disana, kayak di Medan.
(DN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close