Menanggapi Berita PETI Marak di Dua Koto, Puluhan Warga Buat Pernyataan Rasa Keberatan

Pasaman, desernews.com
Puluhan warga Kampung Batang Kundur dan Sinuangon, Kenagarian Cubadak Barat,Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumbar secara bersama sama menandatangi pernyataan diatas selembar kertas, Selasa (30/4/2024).
Pernyataan tersebut mereka sampaikan kepada wartawan, bahwa mereka merasa keberatan seputar adanya pemberitaan di media online tanpa menyebutkan nama medianya yang mengatakan Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) merajalela dan marak dikampung mereka.
“Itu adalah merupakan berita bohong yang tidak dapat di tolerir sebab bisa menyesatkan orang,” tegas Indri dan Rapi.
Kami sebagai warga setempat tidak ada mengetahui adanya PETI kok orang luar pula yang berkoar koar mengatakan ada PETI dan operator alat berat milik Pudun meninggal akibat dibawa arus sungai saat mengoperasionalkan alat beratnya. Padahal hal itu sama sekali tidak ada terjadi dan sangat aneh kami rasakan.
Hendaknya wartawan itu bisa menyebutkan siapa nama sumber tersebut. Setelah mendapat sumber berita dari yang bersangkutan hendaknya oknum wartawan mengkonfirmasikannya kepada warga setempat ada tidaknya PETI yang melakukan kegiatan di daerah itu.
Karena yang mengetahui persis sesuatu peristiwa yang terjadi di Batang Kundur adalah warga setempat,bukan orang yang dari luar daerah
“Ini terus saja mengekspos berita tanpa adanya check dan ricek ditempat kejadian perkara(TKP),” kata Indri dan Rapi kesal.
Indri dan Rapi membantah saat wartawan mempertanyakan bahwa mereka melindungi pihak pengusaha PETI agar kejadian itu tidak terungkap. “Bapak jangan menduga yang tidak tidak kepada kami, kalau bapak ingin mendapatkan informasi yang benar,” ujarnya.
“Kami tidak mau berbohong tentang ada tidaknya PETI dikampung kami dan apa yang kami sampaikan ini adalah merupakan kebenaran yang hakiki bahwa sudah sejak lama PETI tidak ada lagi beroperasional karena diuber terus dengan personil Polres Pasaman. Jadi masalah berita PETI yang diekspos para oknum wartawan itu kami nyatakan tidak benar,” tegasnya.
Dituduh Berbohong
Secara terpisah Kapolres Pasaman AKBP Yudho Huntoro SIK MIK yang dihubungi wartawan via hand phone untuk menanyakan tentang kebenaran adanya pemberitaan media online yang menduga duga dirinya membohongi masyarakat tentang maraknya kegiatan PETI di Kecamatan Dua Koto Rabu(01/5/2024).
Kapolres saat itu mengatakan sangat heran dengan sikap oknum wartawan yang membuat berita tersebut. Sebenarnya wartawan tidak boleh mencampur adukan fakta dan opini dalam pembuatan karya jurnalistiknya.
“Kita sudah katakan bahwa kegiatan PETI di Dua Koto tidak ada,kalau memang ada tolong di kasih tau biar ditindak tegas. Namun oknum wartawan tersebut menduga saya berbohong kepada masyarakat. Inikan namanya tidak menghargai orang sama sekali,” katanya.
Kapolres mengatakan, begitu pihaknya mendapat informasi atas peristiwa adanya warga hilang hanyut di sungai lalu memerintahkan anggotanya untuk turun ke TKP.
Begitu sampai ditempat warga yang ada di Batang Kundur membenarkan adanya warga yang hilang akibat terjatuh di sungai dan terbawa arus ke hilir.
Saat sampai di tempat, anggota tidak ada menemukan alat berat sebagai mana informasi yang berkembang. Dikatakan warga bahwa korban yang hanyut itu bermarga Gultom dan bekerja sebagai operator alat berat dalam proyek pengerjaan jalan dan yang lain-lain di Medan.
Jadi kalau disebut yang meninggal itu bekerja sebagai operator alat berat memang menurut warga Batang Kundur benar, tetapi di Medan bukan sebagai mana yang diekspos media yang dikatakan operator alat berat Pak Pudun.
“Jadi apa yang di ekspos para oknum wartawan media online itu tidak ada kebenarannya. Apa lagi oknum wartawan menduga duga saya membohongi masyarakat. Kalau saya nilai perbuatan oknum wartawan itu sangat meremehkan saya. Disinilah kadang kita dituntut harus banyak bersabar untuk menghadapi oknum wartawan yang dinilai tidak profesional. Karena setiap wartawan yang konfirmasi itu tidak boleh memaksakan seseorang untuk mengiyakan segala yang dikonfirmasikannya,” ucapnya.
“Ya kalau yang ditanyakan tidak sesuai dengan apa yang kita ketahui tentunya kita bantah dan tidak kita iyakan. Lantas dalam pemberitaan saya disebut membohongi masyarakat,” ujar Yudho Huntoro dengan bahasanya yang santun.(Eddi Gultom)




