
Medan, desernews.com
Ratusan bahkan hingga seribuan rumah karyawan di Lingkup PTPN IV Palmco Regional I Medan (Ex PTPN-III), yang terletak di unit-kebun, saat ini tak terawat hingga diselimuti semak belukar, bahkan banyak yang kosong rusak parah.
Penelusuran Wartawan Dessernews.com beberapa hari di kawasan perkebunan lingkup PTPN IV Palmco Regional I, tampak ratusan hingga seribuan rumah dinas karyawan rusak parah, bahkan rumah kosong dipenuhi semak belukar.

Selain rumah dinas, banyak bangunan sosial seperti Sekolah Madrasah, Poliklinik, Balai Pertemuan, Rumah Ibadah, Lapangan Bola Kaki, Lapangan Tenis dan Jalan Penghubung, keadaannya sangat memprihatinkan, tidak terawat dan banyak yang kosong tak dimanfaatkan.
Khusus rumah dinas, banyak karyawan eksodus meninggalkannya, lebih memilih tinggal dikampung, dirumah pribadi atau rumah orang tua. Hal ini terjadi karena rumah dinas tak layak huni, sudah kupak kapik, atap seng bocor, lantai semen hancur, sebab tidak pernah mendapat perawatan pemeliharaan.

Akibatnya, banyak rumah dinas ditempati orang bukan karyawan. “Dari pada nyewa, mending kami tempati, walau kondisinya rusak,” ucap seorang warga bukan karyawan.
Beberapa karyawan yang berhasil ditemui menyebutkan, keadaan ini sudah cukup lama dan sepertinya terjadi pembiaran. “Kalau ditanya ke pimpinan, selalu dibilang tak ada biaya perawatan. Kalaupun diajukan saat penyusunan anggaran selalu ditebas, apabila membebani harga pokok,” jelas mereka, sembari menyebutkan kalau Region Head Ir. H. Ahmad Gusmar Harahap gak pernah turun langsung melihat kondisi ini.

Menurut Pengamat Perkebunan H. Zulkifli Barus, yang pernah jadi Anggota DPRD Deliserdang Priode 2004-2009 dan mantan wartawan, kondisi seperti ini selayaknya tidak perlu terjadi. “Berapa milyar asset perusahaan yang terbuang percuma. Bagaimana karyawan mau meningkatkan produktifitasnya, kalau saat memulai aktifitas dari rumah sudah tidak nyaman,” ujarnya.

Dikatakan Zulkifli Barus, semenjak bergabungnya PTPN kedalam satu wadah yaitu Holding Perkebunan Nusantara, keadaan real dilapangan sangat memprihatinkan. “Selain perumahan dan fasilitas sosial yang sering terabaikan dari sisi pemeliharaan, banyak juga pemeliharaan tanaman yang kurang terperhatikan. Kalau seperti ini yang terjadi, laba perusahaan bukan hanya diperoleh dari produktifitas tanaman, tapi diperoleh dari tidak dilaksanakannya pemeliharaan sebagaimana mestinya,” ungkap Barus.

Dikatakan Barus, walau Ex PTPN-III sekelas Region dan RH bukan Direksi, tapi itu bukan alasan untuk buang badan atau selalu menunjuk keatas, bahwa kebijakan dan keputusan ada disana. “RH dan SEVP serta lainnya harus punya ide dan kreatifitas tinggi untuk menciptakan iklim perubahan dan perbaikan lebih tinggi serta lebih manusiawi dalam memperlakukan karyawan. Demikian juga pada kayawan yang masuk pensiun, bisa 4 bulan SK Pensiun baru diserahkan. Berarti 4 atau 5 bulan baru nerima gaji pensiun, sangat ironis,” ucap Zulkifli.

Beberapa karyawan disana menyebutkan, Pimpinan diatas jangan bangga, dalam menyebutkan laba perusahaan dari tahun ke tahun terus meningkat, tapi kesejahteraan karyawan seperti hak memanfaatkan fasilitas dalam kondisi nyaman, tidak pernah diperhatikan. “Sudah pantas, Dirut Holding mengganti Region Head PTPN-IV Palmco Regional I Medan Ir. H. Ahmad Gusmar diganti, karena kurang peduli terhadap kondisi kebunnya,” sebut mereka serempak. (Sty/DN)




