Bupati Karo Ikuti Koordinasi dan Advokasi Gerakan Percepatan Penurunan Stunting, Ada 4 Poin Yang Penting Ditindaklanjuti

Tanah Karo, desernews.com
Kegiatan Koordinasi dan Advokasi gerakan intervensi serentak percepatan penurunan stunting di Sumatera Utara bersama yang dilaksanakan di Hotel Santika Premier Dyandra Medan turut dihadiri Bupati Karo Cory.S Sebayang didampingi Kepala Bappedalitbang, Ir. Nasib Sianturi, M.Si, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Karo, dr. Arjuna Wijaya, Sp.P, Plt Kadis Kesehatan, dr Jasura Pinem, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Data Martina br Ginting AP, M.Si.
Selain Bupati Karo juga hadir Bupati dan Walikota Se Sumut dan jajarannya.
Kegiatan ini dalam rangka mewujudkan upaya percepatan penurunan stunting yang mencakup intervensi spesifik dan intervensi sensitif yang dilaksanakan secara konvergen, holistik, integratif, dan berkualitas melalui kerjasama multisektor antar Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Daerah.
Pemprov Sumut menargetkan prevalensi stunting 14,5 persen di Tahun 2024, dan saat ini angka prevalensi stunting Sumut sebesar 18,9 persen.
Ada empat poin penting yang perlu ditindaklanjuti menurut Pj. Gubernur Sumut, Hassanudin yaitu mengaktifkan 15.344 Posyandu, penimbangan Baduta 100 persen dan bahu-membahu menghidupkan Posyandu serta menjamin kecukupan makanan sampai ke Baduta dan ibu hamil.
“Ini butuh koordinasi dan kolaborasi, penanganan stunting butuh kerja sama strategis antara pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, TPPS Kabupaten/Kota dan stakeholder lainnya,” kata Hassanudin.
“Ketepatan intervensi yang dilakukan, menurut Hassanudin, harus tepat sasaran agar secara nyata berdampak kepada penurunan stunting. Misalnya, intervensi spesifik seperti suplemen, ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI,” jelasnya.(FS-Ring)




