Nasional

Pengamat Menilai Kalau Publik Lebih Puas Kepemimpinan SBY Daripada Jokowi, Alasannya…

Foto/dok: Antara/HO/Setpres-Agus Suparto

Jakarta, desernews.com
Pengamat politik Zaenal Muttaqin membandingkan kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Menurutnya, perbedaan dua presiden tersebut sangat beda jauh.

Ia mengatakan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan SBY sangat tinggi dibandingkan dengan Jokowi.

โ€œBeda jauh antara SBY dan Jokowi, masyarakat sangat puas dengan kepemimpinan SBY,โ€ kata Zaenal.

Ia juga mengungkapkan, pada saat itu banyak masyarakat yang menginginkan SBY untuk melanjutkan sampai tiga periode.
Tapi, lanjut Zaenal, SBY menolak dengan tegas karena tidak ingin melanggar ketetapan konstitusi negara.

โ€œItu artinya menghormati konstitusi dan bersemangat menjalankan amanat reformasi dan tidak berubah menjadi rezim otoriter,โ€ ujarnya.
Ditambah lagi, tingkat pengangguran sangat rendah dan ekonomi Indonesia melejit jauh.

Namun rezim Jokowi bertindak sebaliknya. Bukannya mengevaluasi program strategis dalam rangka memulihkan ekonomi bangsa.
Jokowi sebagai presiden justru ngotot melanjutkan program Ibu Kota Negara (IKN) sebagai program strategis Nasional.

โ€œBahkan demi terwujudnya IKN, yang dilakukan rezim Jokowi mengusulkan perpanjangan masa jabatan dan atau menunda Pemilu,โ€ ujarnya.

Padahal, sudah jelas di dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 bahwa seorang presiden hanyalah menjabat paling lama lima tahun. Kemudian dilanjutkan di periode kedua.

โ€œKan sudah jelas diatur di dalam UUD batas paling lama menjadi presiden dua periode. Jika ingin melanjutkan itu namanya melanggar konstitusi,โ€ ujarnya.

Pemaksaan kehendak untuk membangun IKN. Itu dengan cara memunculkan isu penundaan pemilu jelas merupakan penghianatan atas konstitusi dan semangat reformasi.

Karena itu, Zaenal meminta rezim Jokowi untuk menghentikan keinginan untuk melanjutkan tiga periode.

Ia menegaskan, jika pemerintahan Presiden Jokowi masih ngotot untuk melanjutkan tiga periode dengan cara menunda Pemilu maka akan berhadapan dengan rakyat.

โ€œKami meminta ya untuk menyetop tiga periode, jika tidak maka elit dan rejim politik saat ini akan berhadapan dengan rakyat,โ€ tegas Zaenal.(we/DN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close