Tidak Senang Rumahnya Didatangi Tanpa Ijin, Tumiran Akhirnya Melaporkan GS dkk ke Polresta DS

Lubuk Pakam, desernews.com
Tumiran, 60 tahun warga jalan Ahmad Yani, Gang Keluarga, Kelurahan Paluh Kemiri, Kecamatan Lubuk Pakam mengadukan GS seorang wartawan salah satu media online ke Polresta Deli Serdang, Senin (25/11/2024).
Dalam surat pengaduannya kepada Kapolresta Deli Serdang tertanggal 26 November 2024 menyebutkan bahwa pada hari Senin tanggal 25 November 2024 sekitar pukul 20:00 WIB rumah Tumiran di jalan Ahmad Yani Gang Keluarga, Kelurahan Paluh Kemiri, Kecamatan Lubuk Pakam telah didatangi sejumlah orang, salah satunya diketahui berinisial GS seorang wartawan salah satu media online di Sumatera Utara.
GS bersama genknya memasuki rumah Tumiran tanpa ada meminta ijin atau permisi kepada dirinya. GS bersama komplotannya memasuki halaman rumah Tumiran yang berpagar dengan membuka engsel pintu gerbang lalu menggedor gedor pintu garasi dengan berteriak keras mengatakan kalau di rumah Tumiran telah adanya penimbunan sembako.
Selanjutnya tetangga saya yang bernama Sugeng dan Sutrisno ketika pulang dari masjid menghampiri GS dan komplotannya dengan mengatakan jangan ribut ribut. Karena ibu pemilik rumah baru pulang operasi Malaysia.
Tidak hanya itu, tetangga Tumiran yang baik hati itu juga mengingatkan GS dan teman temannya supaya tidak merusak pagar itu karena bangunan pagar itu bukan milik negara. Tetapi itu milik pribadi.
Tetapi GS bersama komplotannya tidak mengindahkan teguran kedua tetangga Tumiran tersebut.
Atas peristiwa tersebut, Tumiran merasa tidak senang dan keberatan atas perbutan GS dan komplotannya. Akhirnya Selasa (26/11/2024) Tumiran resmi membuat laporan kepada Kapolresta Deli Serdang.
Tumiran ketika dikonfirmasi desernews.com membenarkan ia telah melaporkan perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan GS beserta komplotannya tersebut.
“Iya benar, saya sudah melaporkan peristiwa malam itu ke Polresta tadi. Kata juru periksa sama Kasat terlebih dahulu dilakukan Dumas. Nanti setelah saksi saksi diperiksa fan dicari pasal pasal yang memberatkan baru ditingkatkan kepada penyidikan”, ucap pensiunan Polri itu geram.
Tumiran mengaku malam itu tidak keluar. Ia lebih memilih berdiam di dalam rumah menemani istrinya yang baru pulang operasi di salah satu rumah sakit di Malaysia.
Namun meski di dalam rumah, Tumiran mengatakan kalau ia mendengar secara jelas kata kata kasar dan bernada teror yang dilontarkan GS dan teman temannya.
“Malam itu kata kata mereka sangat kasar dan kotor sekali. Saya sangat dongkol dan hampir saja terpancing”, tutur mantan Kasium Polresta Deli Serdang itu.
Sementara secara terpisah para tetangga Tumiran menyebutkan, malam peristiwa itu terjadi, GS bersama komplotannya sangat over akting dan petentengan layaknya seperti pemilik kampung itu.(Tim)




