Daerah

Miris, Kasus Pelecehan Dibawah Umur Didamaikan Aparat Desa Di Kantor Desa

Serdang Bedagai, desernews.com
Miris dan menyedihkan, pasalnya kasus pelecehan terhadap anak dibawah umur malah didamaikan aparat desa di kantor desa di kecamatan Perbaungan Kab Serdang Bedagai ( Sergai ) provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) bukannya dilaporkan ke kantor Polisi.

Berdalih, korban pelecehan belum dirusak, hanya diciumi, dipeluk dan diremas buah dada korban Bunga ( 14 ) tahun ( bukan nama aslinya) siswa kelas 2 SMP sehingga aparat desa mendamaikan keluarga korban dengan sang predator JML ( 31 ) pria beristri dan beranak dua.

Perdamaian kasus pelecehan terhadap anak dibawah umur tersebut sengaja diganti menjadi kasus kesalahpahaman, ditanda tangani korban dan pelaku JML bertempat di Aula kantor Desa dengan saksi 4 orang satu diantaranya E S adalah aparat desa serta Bhabinkamtibmas Aiptu AM

Demikian penjelasan narasumber awak media ini yang tak disebutkan jati dirinya dalam pemberitaan ini pada ( 20/01 ).

Terkait hal tersebut, awak media ini pun konfirmasi kepada Kades Sukirman ( 56 ) pada ( 20/01 ) membenarkan telah terjadi perdamaian namun saat perdamaian saya tidak ada, katanya.

Pada hal kasus sebenarnya diketahui aparat desa dan saksi karena keluarga korban melaporkan kejadian yang dialami Bunga ke kantor Desa setempat, celakanya pelaku JML adalah tetangga korban, lantas mengapa kasus diganti menjadi kesalahpahaman.

Begini kronologi pelecehan yang dialami Bunga
Saat Bunga masuk kamar usai mandi, tiba tiba pelaku JML masuk ke kamarku, disaat aku ganti baju, dia memeluk dan menciumi aku dan memegang buah dadaku sampai aku menjerit, untung datang Adek ku F (11) dan ikut menjerit barulah dia keluar.

Kejadian ini telah berulang ulang dialami Bunga, makanya Bunga menceritakannya kepada abang kandungnya.

Lalu abang kandungnya menanyai Bunga secara detail, korban pun menceritakannya dan kejadian ini sudah berkali kali gak ingat lagi aku bang kata Bunga.

Merasa adiknya dilecehkan, sang abang pun bercerita kepada uwak korban dan kepada orang tua korban dan sepakat untuk dilaporkan ke kantor desa.

Setelah di kantor desa para perangkat desa mengumpulkan warga dan ayah korban juga keluarga pelaku, sehingga dirembukkan untuk berdamai di kantor desa yang dihadiri keluarga pelaku, dan ayah Bunga (korban) bersama uwak korban namun ibu kandung korban berhalang hadir karena kerja di negeri jiran (Malaysia).(team/DN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close