Masyarakat Resah, Begal Makin Merajalela di Wilayah Hukum Kecamatan Galang

Lubuk Pakam, desernews.com
Masyarakat Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang kini resah dan ketakutan atas maraknya tindakan kekerasan, teror dan begal di wilayah hukum Kecamatan Galang.
Dalam dalam dua hari ini saja berturut-turut terjadi pembegalan terhadap warga yang melintas di jalan provinsi Kecamatan Galang – Lubuk Pakam, tepatnya di jembatan besi Dusun I Desa Timbang Deli, Kecamatan Galang.
Juna Idi Lapangsa penduduk Desa Pasar Miring, Kecamatan Pagar Merbau mengatakan, istrinya di begal anak genk motor saat hendak berbelanja ke pajak Galang, Kamis (19/12/202) sekitar pukul 04:30 WIB.
Namun sesampainya di jembatan besi Dusun I Desa Timbang Deli Kecamatan Galang, kata Juna istrinya di clurit oleh anak genk motor.
“Sungguh sangat mengerikan keamanan sekarang ini. Istri ku hampir saja di bunuh karena mau mengambil keretanya (sepeda motor). Padahal kalau pun dijual, harganya paling 3 juta”, ucap Juna sambil menunjukkan barang bukti clurit yang digunakan pelaku.
Menurut Juna, ciri ciri pelaku menggunakan sepeda motor beat warna putih. Sedangkan sepeda motornya yang dilarikan pelaku, Vario hijau BK 3389 MAG.
Dua hari sebelumnya, kata Juna juga terjadi peristiwa pembegalan yang serupa di lokasi yang sama. Namun suami pedagang along along itu tidak menyebutkan nama dan alamat korban.
Maraknya kejahatan dengan kekerasan yang mengancam jiwa warga menjadi sorotan masyarakat di Kecamatan Galang.
Warga mempertanyakan eksistensi Polri (Kepolisian Republik Indonesia) yang sering abai dan absen ketika keamanan rakyat terganggu. Terutama di wilayah hukum Polsek Galang – Polresta Deli Serdang.
Seperti yang dialami Ratna Astuti, pedagang bakso di Desa Petumbukan beberapa hari yang lalu. Ia di datangi 20 orang bertopeng sebo mengancam akan membunuh suaminya jika tidak mau meninggalkan kegiatan bongkar muat SPSI di PKS Tanjung Purba.
Meski istri Ketua Ranting Pemuda Pancasila Desa Petumbukan itu sudah mengadu ke Polsek Galang dan Polresta Deli Serdang, namun hingga saat ini, 2 Minggu tidak ada kejelasan.
No Party No Justice
Masyarakat Kecamatan Galang meminta perhatian serius Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Wisnu Hermawan Februanto SIK, MH untuk menempatkan personil yang benar-benar melindungi rakyat.
“Sebenarnya banyak peristiwa begal dan kejahatan lainnya yang terjadi di wilayah hukum Kecamatan Galang yang tidak dilaporkan masyarakat. Karena dilaporkan pun percuma saja, tidak ditanggapi. Mereka pura pura sibuk saat menerima pengaduan masyarakat. Nanti kalau sudah viral baru kelabakan. Istilahnya no viral no justice (kalau tidak viral, tidak ada penegakan hukum)”, ucap warga kecewa. (Tim)




