Mobil Jenazah Dijual Pengurus BKM Nurul Amal, Masyarakat Rantaulaban Buat Petisi Keberatan

Tebingtinggi, desernews.com
Pengurus Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Nurul Amal Kelurahan Rantaulaban, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi, telah mengusik ketenangan warga, dengan menjual Mobil Jenazah yang masih sangat dibutuhkan saat ada tertimpa kemalangan/musibah.
Atas ulah kebijakan Pengurus BKM, telah mencederai ukhuwah Islamyah setempat, padahal para personilnya terdapat ustad-ustad ternama di kampung tersebut, Masyarakat Lingkungan I dan II Kelurahan Rantaulaban, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi, merupakan jamaah masjid, membuat petisi berupa Surat Pernyataan Warga kepada Pengurus Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Nurul Amal, karena telah menjual Mobil Jenazah, yang masih sangat dibutuhkan warga untuk keperluan mengangkut jenazah ke pemakaman.
Surat pernyataan warga berisi 5 point tuntutan yaitu :
1. Sehubungan di jualnya Mobil Jenazah Masjid Nurul Amal, yang merupakan infak/wakaf dari Warga/Jemaah Masjid Nurul Amal, dengan ini kami menyampaikan keberatan, karena mobil tersebut masih bisa dimanfaatkan dan sangat dibutuhkan warga ketika tertimpa musibah.
2. Untuk itu, kami minta agar Mobil Jenazah tersebut dikembalikan ke Masjid Nurul Amal dan difungsikan sebagaimana mestinya.
3. Apabila dalam kurun waktu 10 (sepuluh) hari setelah pernyataan ini dibuat, Mobil Jenazah belum juga dikembalikan, maka kami akan lakukan ambil paksa kerumah sdra. Sarwono, untuk dikembalikan di Masjid Nurul Amal, dan uang pembelian agar dikembalikan kepada sdra. Sarwono.
4. Demikian surat pernyataan warga ini dibuat, agar mendapat perhatian.
5. Surat Pernyataan warga ini dibuat dan ditembuskan kepada Kepala KUA Kecamatan Rambutan, MUI Kecamatan Rambutan, Lurah Rantaulaban, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Rantaulaban. Surat pernyataan warga ditandatangani 95 orang masyarakat Lingkungan I dan II Kelurahan Rantaulaban.

Masyarakat meminta dengan tegas, agar Mobil Jenazah dikembalikan ke Masjid dan dirawat serta difungsikan sebagaimana mestinya. Bukan dibiarkan, hingga menjustifikasi bahwa Mobil Jenazah sudah seperti barang rongsokan, hingga dijual secara botot dengan harga cuma Rp. 3 juta (seharga 10 slop rokok gudang garam surya 16), kepada Sekretaris BKM Sarwono, yang selayaknya sebagai Pengurus teras BKM harus bertanggungjawab merawat mobil tersebut, bukan malah membeli untuk kepentingan pribadi, dipergunakan sebagai bisnis, mengangkut papan bunga. “Padahal mobil tersebut hingga bisa dimanfaatkan, menghabiskan dana dari Donatur hampir Rp. 20 juta,” ucap seorang Pengurus BKM.
“Kalau memang Pengurus BKM Nurul Amal ogah mengurus dan merawat mobil jenazah tersebut, serahkan kepada masyarakat dan masyarakat siap mengelolanya untuk kepentingan warga secara gratis,” ungkap warga setempat, yang juga Ketua Gerakan Peduli Anak Yatim dan Masakin (GPAYM) Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi H. Suhartoyo.
Menurut keterangan, setelah diberitakan Desernews.com sebelum lebaran, mobil jenazah dikembalikan ke mesjid, namun dua minggu setelah lebaran diambil lagi oleh saudara Sarwono, diletakkan dirumahnya. “Karena mereka telah mendengar info, kalau warga lagi mengumpulin tanda tangan,” ucap seorang jemaah masjid, sembari menyebutkan, dua minggu setelah lebaran karena tak ada terdengar gerakan warga, maka mobil diambil lagi.
Terbetik kabar sebagaimana isu berkembang dimasyarakat setempat, Pengurus BKM Nurul Amal sengaja menjual Mobil Jenazah agar tidak membebani kas pengeluaran keuangan masjid. Karena sebelumnya juga, telah terlebih dahulu memecat Petugas Kebersihan Masjid Indra S. Siregar dan Supir sekaligus tukang rawat Mobil Jenazah Tugur.
Menurut sumber berita, dalam Kepengurusan BKM terdapat ustad ternama dikampung itu, sehingga mereka punya agenda melakukan pengajian setiap Jum’at malam ba’da magrib hingga menjelang isya (setengah jam), bergantian 4 ustad mengisi ceramah seminggu sekali, dengan jemaah 10-15 orang.
Sekali tampil ceramah diberi uang terimakasih sebanyak Rp. 300 ribu, dengan tarif mereka tentukan sendiri, karena mereka juga adalah Pengurus teras BKM. “Bukan Rp. 300 ribu, tapi Rp. 350 ribu sekali ceramah,” ungkap seorang Pengurus BKM lainnya, yang enggan disebutkan namanya, seraya menyebutkan kalau tarif ceramah disana, masih bisa Rp. 200 ribu dan kalau pun ustad setempat bisalah Rp. 100-Rp. 150 ribu.
“Inilah, yang membuat mereka harus berhemat dalam pengeluaran kas masjid, karena minimnya pemasukan dari jamaah,” ucap beberapa warga yang meneken surat petisi, seraya menyebutkan tidak pernah melihat di papan pengumuman keuangan, para pengurus teras memberikan donasi kemesjid dengan nominal besar.
Kami tidak pernah merecoki para Pengurus BKM dalam menjalankan fungsinya, suka ati mereka, tapi mereka jangan semena-mena menjual mobil jenazah, yang masih dibutuhkan warga kurang mampu. “Mereka karena mampu ekonominya, bisalah menyewa Mobil ambulance jika tertimpa musibah, tapi kami masih butuh yang gratis. Pakailah hati nurani dalam mengambil kebijakan, jangan semaunya, apalagi tidak ikut membeli mobil tersebut,” sebut beberapa warga disana.
Kepala Kelurahan Rantaulaban Ahmad Fauzi, SE, ketika dihubungi, Senin (29/4/2025) terkait adanya Surat Petisi Warga, mengatakan akan memfasilitasi dengan Pengurus BKM. “Saya undang mereka hari Selasa pak dan kita harapkan mobil jenazahnya dikembalikan serta segera difungsikan,” ucap Fauzi. (DN)



