Aceh Darussalam

Umat Islam Harus Perbanyak Tasbih Saat Menghadapi Ujian Hidup

Ustaz Alfin Nur Lc

Aceh Besar, desernews.com
Umat Islam harus memperbanyak bacaan tasbih dalam menghadapi berbagai ujian dan peristiwa besar dalam kehidupan. Sebab banyak ayat Al-Qur’an yang mengawali pembahasan peristiwa agung dengan kalimat tasbih sebagai penegasan kesucian dan kemahakuasaan Allah Swt.

Kepala Madrasah Aliyah Ma’had Darud Tahfidz Al-Ikhlas, Ustaz Alfin Nur Lc, menyampaikan hal itu dalam khutbah Jumat di Masjid Baitul Maghfirah Dusun Beurami, Paya Tieng, Kecamatan Peukan Bada, pada 30 Januari 2026 bertepatan dnegan 11 Sya’ban 1447 Hijriah.

Dalam khutbahnya, ia mengutip firman Allah dalam Surah As-Shaff ayat pertama yang menyatakan, seluruh yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Ayat tersebut, menunjukkan seluruh makhluk tunduk kepada kebesaran Allah dan mengakui kesempurnaan-Nya.

Ia juga menyinggung Surah Al-A‘la ayat 1–5 yang memerintahkan kaum beriman menyucikan nama Allah Yang Maha Tinggi, yang menciptakan, menyempurnakan ciptaan-Nya, menentukan kadar, serta memberi petunjuk kepada seluruh makhluk. Allah Swt menegaskan, segala sesuatu yang ada di alam semesta berjalan sesuai ketentuan Allah.

“Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi, yang menciptakan lalu menyempurnakan (ciptaan-Nya), yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk, dan yang menumbuhkan (rerumputan) padang gembala, lalu menjadikannya kering kehitam-hitaman”. (QS. Al-A’la: 1 – 5)

Selain itu, Ustaz Alfin Nur mengingatkan umat Islam tentang peristiwa Isra Mikraj sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Isrā’ ayat 1. Menurutnya, perjalanan Nabi Muhammad saw dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dalam satu malam merupakan bukti nyata kemahakuasaan Allah yang tidak dibatasi oleh kemampuan manusia.

“Ketika kita menyaksikan atau mengalami peristiwa-peristiwa besar, baik dalam sejarah Islam maupun dalam kehidupan pribadi, maka amalan yang paling tepat adalah memperbanyak tasbih sebagai pengakuan bahwa Allah Mahasuci dan Maha Kuasa atas segala sesuatu,” ujarnya.

Ia mengisahkan perjuangan Nabi Yunus ‘alaihis salam yang ditelan ikan besar setelah menghadapi penolakan dari kaumnya. Dalam keadaan gelap dan penuh ketakutan, Nabi Yunus memanjatkan doa yang mengandung tasbih sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Anbiya’ ayat 87 dan 88.

“Dan (ingatlah) Zun-Nun (Nabi Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka ia berdoa dalam kegelapan:

“Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.” Maka Kami kabulkan doanya dan Kami selamatkan dia dari kesusahan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.”

Doa tersebut, kemudian dijawab oleh Allah dengan penyelamatan sebagaimana disebutkan dalam ayat 88, sekaligus menjadi pelajaran bahwa siapa pun yang beriman dan bersandar kepada Allah dengan penuh ketulusan akan mendapatkan pertolongan-Nya.

Ia menegaskan, tidak ada cobaan yang menimpa manusia yang lebih berat dibandingkan cobaan para nabi. Karena itu, umat Islam tidak boleh berputus asa dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Swt melalui zikir dan tasbih.(T. Jamaluddin)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close