Nusantara

Hari Keempat Pencarian Amrianton Belum Membuahkan Hasil, Kapolsek Dua Koto Pimpin Langsung Penyisiran Sungai Jember

Kapolsek Dua Koto, Ipda Rido M. Simamora saat memberikan arahan kepada anggota sebelum terjun ke sungai.


‎Pasaman (Dua Koto), deseenews.com
‎Upaya pencarian terhadap Amrianton (53), warga yang hanyut terseret arus banjir bandang di kawasan Kampung Parit, Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman Sumatera Barat,  terus dilakukan secara intensif.

‎Memasuki hari keempat, Senin (21/9/2026), personel Polsek Dua Koto di bawah komando Kapolsek Dua Koto Ipda Rido M. Simamora, SH, MH, kembali melakukan penyisiran di kawasan Sungai Jember, Kampung Parit. Namun hingga pukul 14.45 WIB, korban belum berhasil ditemukan.

‎Kegiatan pencarian tersebut menjadi gambaran nyata kesungguhan jajaran Polres Pasaman dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, khususnya dalam situasi darurat bencana.

Kapolsek Ipda Rido bersama masyarakat turut menggotong kayu-kayu besar yang akan disingkirkan.

Di bawah kepemimpinan Kapolres Pasaman AKBP Adiwara Permana Anggawisastra, SIK, personel kepolisian terus menunjukkan komitmen kemanusiaan dengan tidak mengenal lelah dalam membantu proses pencarian korban.

‎Kapolsek Dua Koto Ipda Rido M. Simamora, SH, MH, ketika dikonfirmasi Desernews.com, Senin sekitar pukul 14.50 WIB, membenarkan bahwa hingga saat itu korban belum ditemukan.
‎“Belum juga, Pak,” ujar Ipda Rido.
‎Kapolsek kemudian mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memanjatkan doa agar korban segera ditemukan. “Mari Pak, sama-sama kita berdoa agar korban segera ditemukan,” tuturnya.

Terlihat Kapolsek Dua Koto, Ipda Rido mencoba mengangkat balok besar untuk dipindahkan.

Dalam proses pencarian, personel Polsek Dua Koto bersama Kapolsek Ipda Rido dan masyarakat turut bekerja keras melakukan penyisiran dan evakuasi terhadap berbagai material yang berpotensi menghambat pencarian, mulai dari tumpukan sampah, kayu berukuran besar hingga bebatuan.

‎Sejumlah kayu besar yang berada di sekitar tumpukan material sungai juga dievakuasi dan dipindahkan ke lokasi lain. Langkah tersebut dilakukan untuk membuka akses penyisiran sekaligus memastikan setiap bagian sungai yang berpotensi menjadi tempat tersangkutnya korban dapat diperiksa secara maksimal.Lokasi evakuasi material tersebut diperkirakan berjarak sekitar dua kilometer dari titik awal korban terseret arus banjir.

‎Tim pencari menduga kemungkinan korban masih berada di sekitar kawasan tumpukan material tersebut. Dugaan itu didasarkan pada kondisi aliran sungai yang relatif tidak memiliki penghalang berarti selain tumpukan sampah, kayu dan material bawaan banjir yang terbawa arus.

Masyarakat bersama Kapolsek Dua Koto menggotong kayu panjang untuk di evakuasi.

Kondisi medan pencarian yang berat tidak menyurutkan semangat Kapolsek Dua Koto bersama personelnya. Kehadiran langsung Ipda Rido M. Simamora di lapangan memperlihatkan kepemimpinan yang responsif dan berorientasi pada kepentingan kemanusiaan.

‎Di sisi lain, dukungan dan perhatian Kapolres Pasaman AKBP Adiwara Permana Anggawisastra, SIK, terhadap proses pencarian menjadi bagian penting dalam memastikan jajaran kepolisian tetap bergerak maksimal menghadapi musibah yang dialami masyarakat.

Masyarakat dan Personel Polsek Dua Koto bergotong-royong mengangkat tumpukan kayu dan sampah.

Pencarian Amrianton masih terus dilakukan dengan harapan korban segera ditemukan dan dapat dikembalikan kepada pihak keluarga. Seluruh personel dan masyarakat yang terlibat tetap mengedepankan kehati-hatian mengingat kondisi sungai dan material pascabanjir yang masih cukup berisiko.‎(H.Eddi Gultom)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close