Seorang Remaja Diduga Cabuli Puluhan Anak di Bawah Umur Ditangkap Polres Pasaman

Pasaman, desernews.com
Emosi memuncak, puluhan masyarakat dan keluarga korban pencabulan, merobohkan rumah orang tua yang diduga melakukan pencabulan terhadap puluhan anak di Nagari Bahagia Padang Gelugur, Kecamatan Padang Gelugur,Kabupaten Pasaman dirobohkan paksa oleh massa.
Dugaan pencabulan terhadap puluhan anak di bawah umur itu dilakukan oleh seorang remaja RB 20 tahun.
Dari penelusuran wartawan beberapa hari belakangan ini, mirisnya korban merupakan anak-anak laki-laki berusia 12 tahun ke bawah, dan rata-rata masih duduk di bangku sekolah dasar(SD).
Kapolres Pasaman AKBP Yudho Huntoro SIK, MIK mengatakan, total jumlah korban saat ini sudah mencapai 35 orang dengan hasil visum dan saat ini masih terus dilakukan penelusuran yang berkemungkinan korban masih terus bertambah.
“Sampai pukul 09.00 siang ini (Kamis,( 5/10), sebanyak 35 anak sudah terindikasi hasil visum dan kemungkinan an korban masih bertambah ujar kapolres pasaman dan hari jum at besok kita akan mengadakan visum lagi kemungkinan masih ada korban-korban lain yang masih enggan mengaku karena adanya intimidasi terhadap korban,” ungkapnya.
Diceritakan, awal mulanya kasus itu terbongkar karena salah seorang warga meminjam handphone dari pelaku yang saat itu sedang tertidur. Warga tersebut sontak kaget melihat ada beberapa video yang tidak wajar yang direkam secara sengaja oleh pelaku yang kemudian video tersebut diambil secara diam-diam oleh warga itu dan dikirimkan ke salah satu grup whatshapp di perantauan.
“Melihat video pelecehan pelaku bersama korban, saudara di perantauan langsung geram dan meneruskan video langsung ke orangtua korban, karena itu orang tua korban langsung melaporkan ke pihak berwajib,” terangnya.
Setelah dilakukan penelusuran oleh pihak sekolah, ternyata banyak anak-anak yang mengaku memang sudah mendapatkan perlakuan tidak wajar oleh pelaku, bahkan pengakuan anak-anak ada yang diancam akan dipukuli.
Lebih lanjut, setelah mendapat keterangan dari para korban, kasus pelecehan oleh pelaku sudah dilakukan dari bulan Maret 2023 lalu.
Sambil berlinang air mata, keluarga korban merasa syok dan tidak menyangka bahwa pelaku tega berbuat seperti itu.
“Keseharian pelaku sangat ramah, bahkan sangat giat dalam bekerja, makanya kita tidak menyangka pelaku tega berbuat seperti ini,” sambungnya.
“Pelaku diamankan hari Selasa (25/9) oleh pihak Kepolisian, setelah diselidiki oleh pihak sekolah, saya juga baru mengetahui pada Sabtu (30/9) bahwa anak saya juga menjadi korban, pengakuan anak saya katanya sempat dipukul dan disuruh merokok oleh pelaku,” ungkapnya sembari menahan amarah.
Emosi keluarga korban dan masyarakat tidak lagi terbendung hingga merobohkan rumah dari pelaku pada senin (2/10) pagi.
“Karena rumah pelaku saat dilakukan penangkapan sudah kosong, sementara korban semakin bertambah, bahkan keluarga korban ada yang meninggal dunia, mendengar berita bahwa anaknya ikut menjadi korban, makanya emosi dari kaum ibu dan masyarakat tidak lagi bisa dibendung. Kaum ibu bertugas mengeluarkan barang-barang pelaku dari dalam rumah untuk dibakar, sementara untuk rumah pelaku dirobohkan oleh masyarakat,” jelasnya.
Dari kesaksian orangtua korban, Dinas Perlindungan Anak dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman masih melakukan pendataan terhadap korban untuk sekaligus dilakukan visum dan dilakukan pemeriksaan untuk mencegah adanya penyebaran penyakit.
“Sekarang keluarga korban yang baru mengetahui anaknya menjadi korban sudah diminta untuk melapor ke Polsek, agar nanti pihak yang terkait melakukan penanganan secara cepat terhadap korban,” tukasnya.
Sementara itu, untuk lokasi kejadian pencabulan itu, pelaku melakukan aksinya di pondok-pondok sawah,dekat lapangan sepak bola.
Begitu juga rumah orang tua pelaku juga sudah dirusak masyarakat yang gerah dan emosi pada saat itu hingga rumah orang tua pelaku tak layak huni lagi.
Kapolres Pasaman AKBP Yudho Huntoro saat dikonfirmasi awak media menyampaikan di dalam konferensi persnya Kamis 05/10/2023 Yudho menerangkan bahwa saat kejadian asusila itu memang benar adanya dengan hasil visum sementara sudah mencapai 35 orang korbannya,sebut Kapolres.
Penulis: Eddi Gultom




