Medan

Dugaan Pungli Kadisdik Sumut, Perma Labusel Cari Sekretaris ke Ruangan

Tuntutan Perma Labusel saat demo di Kantor Dinas Pendidikan Sumut

Medan, desernews.com
Kepala Dinas Pendidikan Sumut Abdul Haris Lubis dituding melakukan pungli. Sehingga sejumlah mahasiswa yang tergabung dari beberapa kampus negeri melakukan demo ke kantor Dinas Pendidikan Sumut, Rabu (23/10/24)

Namun karena orasinya merasa tidak didengar sehingga massa memaksa masuk ke dalam ruangan Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut.

Massa pengunjuk rasa tidak percaya kalau Kadisdik sudah keluar dari gedung.

Sebab sepengetahuan mereka, Kadisdik baru saja melakukan sosialisasi di gedung Disdik Sumut, Jalan Teuku Cik Ditiro Medan Polonia, Kota Medan.

“Kami mau minta Pak Kadis menjumpai kami di sini, kalau tidak ada sekretarisnya,” kata Amiruddin, Ketua Persatuan Mahasiswa (Perma) Labusel.

Dalam aksi ini sejumlah mahasiswa menduga Abdul Haris banyak melakukan pungutan liar dan pelanggaran dalam pengelolaan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) di Sumut.

Iwan mahasiswa UINSU ini menyesalkan Kadis dan Sekdis tidak mungkin keluar dari gedung apalagi sampai dikatakan ke Labuhan Batu.

“Kami kesal keberadaan kadis (ditutupi) maupun sekretarisnya. Karena ketika kami datang ada acara sosialisasi pelajar di Aula Disdik Sumut. Mungkin lari selesai acara,” kata Iwan.

Lanjut Iwan dirinya tidak percaya alasan Kadisdik ke Labuhan batu Utara (Labura).

“Tidak terima saya, alasannya ke Labura,” sambung Iwan.

Iwan selaku orator aksi, mencetuskan beberapa pihak untuk mencopot jabatan kerja dari Kadisdik Sumut tersebut yang menurutnya berulah dalam melakukan tugasnya.

“Tujuan kita sama seperti yang ada di spanduk, untuk mencopot kerjanya dari kadis itu. Soalnya sudah banyak dugaan penggelapan dana BOS,”ujar Iwan.

Amirudin pengunjuk rasa lainnya menambahkan bukti dugaan tersebut sudah banyak bahkan masyarakat menilai kinerja Harris Lubis selama menjabat kepala dinas membawa dampak buruk dunia pendidikan.

“Contohnya kan sudah banyak pandangan miring tentang ini. Banyak laporan ke kita yang menyatakan Dinas Pendidikan Sumatera Utara banyak mengalami permasalahan,” tegas Amiruddin.

Dia juga membocorkan bukti, tentang guru berinisial AM diminta pihak dinas memberikan uang Rp 2 juta untuk uang pemberkasan tenaga pengajar.

Mahasiswa-mahasiswa tegas menyebutkan selain itu ada juga dugaan pungutan liar lagi sebesar Rp 10 juta bahkan sampai kepada penggelapan dana BOS.

“Dinas Pendidikan meminta Rp 10 juta. Saya rasa pribadi mereka gak berani mengungkapkan (tutup mulut) dan penggelapan dana,” kata Iwan dan Amiruddin.

Sementara Arwan selaku Kasubag Disdik Sumut mengakui benar ada pemberitahuan aksi mahasiswa tersebut sudah diterima. Atas surat mereka kemarin disebutnya tidak disposisi bagian Sekretaris Disdik Sumut karena sedang tugas keluar kota.

“Sudah, suratnya sudah masuk ke kita, dan kita layangkan ke atas (pimpinan) cuma kan lihat dulu kemana dia disposisi. Saya rasa sudah ada sama pak Sekretaris dan sudah didiskusikan, karena beliau kan lagi tugas,” pungkas Arwan.

Dalam aksi yang digelar Persatuan Mahasiswa (Perma) Labusel, Kordinator aksi Amiruddin membacakan tuntutannya antara lain, meminta Pj Gubernur Sumut mencopot Kadis Pendidikan Provsu Harris Lubis.

Juga meminta Pj Gubsu untuk mencopot Sekretaris Disdik Sumut Kurnia Utama yang diduga kerap melakukan pungutan liar (pungli) dan pelanggaran dalam pengelolaan dana BOS.

Selanjutnya meminta Kejaksaan Tinggi Sumut untuk memeriksa Kurnia Utama yang menjabat sebagai Sekdis karena terindikasi pungli terhadap puluhan sekolah, per kepala sekolah dimintai uang sebesar Rp 10 juta dengan modus Laporan Pengelolaan Dana BOS oleh Inspektorat.

“Karenanya kami meminta Kejatisu dan Polda Sumut untuk mengusut kasus dugaan pungli terhadap tunjangan guru khusus di daerah terpencil. Dan meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan kongkalikong dalam permainan proyek, pengutipan-pengutipan “fee proyek” dan setoran pada TA 2023. Juga dugaan penyimpangan anggaran Tahun 2024,”bilang mahasiswa.(01/DN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close