DaerahPTPN

DPN FKPPN Adakan Buka Puasa Bersama Dengan Jajaran DPW, DPD dan DPC di Kota Binjai

Ketum DPN FKPPN Drs. H. Serta Ginting beserta isteri foto bersama dengan jajaran Pengurus DPN, DPW Sumut dan DPD Binjai, pada acara Bukber, Sabtu Malam (16/3) di Jln. Tenis No. 38 Kota Binjai.

Tebingtinggi, desernews.com
Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Forum Komunikasi Purnakarya Perkebunan Nusantara (FKPPN), Sabtu Malam (16/3), mengadakan acara buka puasa bersama dengan Keluarga Besar Jajaran Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Sumut, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kota Binjai, Deliserdang, Langkat dan Medan serta Dewan Pengurus Cabang (DPC) Kebun Sei. Semayang, Bengkel Pusat, Pabrik Gula Sei. Semayang, RSTT, TDM dan Hamparan Perak, bertempat di Rumah H. Herwi Danari (Ketua DPD FKPPN Binjai) Jln. Tenis No. 38 Kota Binjai.

Acara Buka Puasa Bersama bertajuk “Kita tingkatkan silaturahmi sesama Pengurus dan Anggota FKPPN”, dibuka dengan melakukan do’a bersama dipimpin Sihar, dihadiri Tokoh Kehormatan FKPPN yang juga Senator DPD RI 2019-2024 dan terpilih kembali untuk priode 2024-2029 Ustadz Muhammad Nuh, Ketua Umum FKPPN DRS. H. N. Serta Ginting bersama unsur pengurus DPN lainnya.

Ketua DPD FKPPN Kota Binjai H. Herwi Danari selaku tuan rumah, dalam sambutannya menyampaikan terimakasih dan ucapan selamat datang pada semua Pengurus FKPPN, yang telah berkenan hadir memenuhi undangan silaturahmi tersebut.

“Semoga acara silaturahmi ini, dapat mempererat tali persaudaraan sesama pensiunan perkebunan, yang tergabung dalam wadah FKPPN, sembari bisa saling bertukar pikiran dan informasi untuk kepentingan bersama,” ungkap H. Herwi Danari.

Ketum DPN FKPPN Drs. H. N. Serta Ginting, ketika menyampaikan kata sambutan diacara Buka Puasa Bersama, di Jln. Tenis No. 38 Kota Binjai, Sabtu Malam (16/3).

Sementara itu, Ketua DPW FKPPN Provinsi Sumatera Utara R. Heru Pradoyo pada kesempatan memberi kata sambutan, mengajak seluruh pensiunan yang ada di Sumatera Utara, untuk ikut bergabung dalam wadah Forum Komunikasi Purnakarya Perkebunan Nusantara (FKPPN) dan menyarankan membentuk Dewan Pimpinan Daerah (DPD) serta DPC diwilayah Kota/Kabupaten tempat tinggalnya masing-masing tanpa membedakan asal kebun atau PTPN nya.

“Untuk membesarkan wadah FKPPN sebagai alat perjuangan pensiunan perkebunan atas hak-hak yang belum terpenuhi serta upaya peningkatan manfaat (gaji) pensiun, mari kita bentuk DPD dan DPC di wilayah Kota/Kabupaten tempat tinggalnya, sehingga suara FKPPN bisa lebih menggema di bumi pertiwi ini,” ajak Heru Pradoyo serius.

Pada kesempatan tersebut, beberapa pengurus DPN dan DPW seperti Ketum H. Serta Ginting, Sekjen Baginda Panggabean, Kahar M. Jamil Sipayung, H. Zulkifli Siregar, H. Ahmad Sulaiman Lubis, Sopsy Sembiring, T. Hisyam, H. Suhartoyo, Hanavi Dalimunte, Prapto Eko Priyono dan lainnya berkesempatan melakukan diskusi ringan terkait dengan program kerja FKPPN kedepan, seperti pembentukan Pedoman Organisasi, Penyempurnaan AD/ART, pengembangan dan penyusunan Struktur Organisasi lebih luas dan ideal. Juga dibahas tentang permohonan Bantuan Hari Raya dan Uang Daging ke Dapenbun dan Holding Perkebunan.

Peserta Bukber saat mendengarkan tausiah Ustadz H. Muhammad Nuh.

Dibahas juga tentang fungsi dan keberadaan Koperasi, sebagai wadah pencarian dana untuk kelancaran operasional FKPPN serta keberadaannya harus terkonsep jelas dan terstruktur baik dari Pusat hingga ke Cabang, baik usaha maupun jenis usaha yang dilaksanakan, semua harus transparan.

Beberapa orang peserta diskusi, juga membahas tentang Pelaksanaan Muswil dalam waktu dekat dan Lokakarya, juga upaya meredam isu yang bisa merusak keutuhan organisasi dan kecintaan pensiunan pada wadah FKPPN serta perluasan Kepengurusan di Wilayah, Daerah dan Cabang-cabang.

Penyerahan Buku
Dalam acara tersebut, Ketum DPN FKPPN Drs. H. N. Serta Ginting berkesempatan memberikan sebuah buku kenangan berjudul “Serta Ginting, Sang Centeng Ke Senayan” kepada Senator DPD RI H. Muhammad Nuh, sebagai bentuk memperkenalkan lebih jauh, perjuangan hidup dan kiprah seorang tokoh perjuangan perkebunan dimasa lalu, yang bermula dari level terendah.

Senator DPD RI H. Muhammad Nuh, Ketua Umum DPN FKPPN Drs. H. N. Serta Ginting, Wasekjen FKPPN H. Suhartoyo dan Ketua Prapto Eko Priyono, usai menyantap makanan buka bersama.

Dalam buku tersebut, Serta Ginting menceritakan perjalanan hidupnya, yang diawali sebagai seorang centeng, karyawan rendahan di perkebunan wilayah kerja Kabupaten Labuhan Batu hingga mengantarkannya menjadi seorang politisi handal Partai Golkar, hingga bertengger di Gedung Senayan Jakarta sebagai Anggota Legislatif DPR RI.

Di kisahkan dalam buku tersebut, bagaimana Ginting muda di masa orde baru, yang hanya seorang karyawan perkebunan level rendah, bisa merengkuh kepercayaan politisi dan para tokoh di Kabupaten Labuhan Batu, untuk ikut bergabung meramaikan khazanah politik di bumi sawit tersebut.

“Alhamdulillah, Abangda H. N. Serta Ginting berhasil menggapai mimpinya menjadi anggota DPRD Kabupaten Labuhan Batu selama dua periode, Anggota DPRD Sumatera Utara juga dua periode hingga mencapai wakil ketua.

Pengurus DPN, DPW dan DPD FKPPN tampak kompak menciptakan kebersamaan.

Saat menjabat Wakil Ketua DPRD Sumut, Serta Ginting berkesempatan ikut Pemilihan Cawagubsu Sumut berpasangan dengan Cagubsu Chairuman Harahap, namun kalah,” ungkap Paijo Karyodiwiryo, bercerita tentang kiprah Ketum FKPPN Abangda Serta Ginting.

“Setelah itu, Bang Serta ikut Pemilu untuk meraih kursi DPR RI dan berhasil satu periode berkantor di Senayan. Perjalanan panjang hidupnya yang penuh perjuangan dan lika liku itulah, yang menginspirasinya membuat buku, untuk dijadikan bahan referensi para generasi muda, khususnya yang berasal dari perkebunan atau istilahnya anak-anak kebon, agar bisa mengikuti jejaknya atau sebagai dasar pikir bagaimana mengisi hidup dimasa muda,” sebut M. Jamil Sipayung SH, MH, seraya menyebutkan kalau Kisah hidup Bang Serta penuh warna, ibarat pelangi.

Suasana Bukber FKPPN dihadiri Pengurus DPN, DPW dan DPD.

Saat memberikan kata sambutan, Serta Ginting dengan nada guyon menyampaikan pada Senator DPD RI Muhammad Nuh, bahwa buku yang diberikannya, hanyalah sebuah catatan pendek, perjalanan hidup seorang centeng kebon, hingga bisa berkantor di Senayan.

Dibagian lain sambutannya, Ginting menyebutkan bahwa FKPPN berupaya menyelesaikan permasalahan pensiunan, yang belum dibayarkan seperti Santunan Hari Tua, Uang Beras yang masih janji-janji pembayarannya, padahal sudah disepakati dan peningkatan Manfaat Pensiun serta persoalan lain yang belum terselesaikan.

“Kalau bisa kita upayakan agar manajemen segera menyelesaikan, mumpung pensiunan masih hidup, sehingga bisa mereka nikmati,” cetus Ginting.

Senator DPD RI Ustadz H. Muhammad Nuh saat menyampaikan tausiah, pada Buka Puasa Bersama FKPPN, di Jln. Tenis No. 38 Kota Binjai.

Dipenghujung acara, dalam Tausiahnya, Ustadz Muhammad Nuh yang juga Senator DPD RI 2019-2024 dan terpilih kembali menjadi DPD RI 2024-2029, sangat prihatin jika para pensiunan, dipenghujung hidupnya mengalami penderitaan, akibat ada hak-haknya yang belum dipenuhi perusahaan, hingga harus membuat wadah untuk perjuangan yang penuh berliku.

“Janganlah ibarat habis manis sepah dibuang,” ungkap M. Nuh dengan nada sedih, sembari menyampaikan, hendaknya pihak manajemen mendengar jeritan hati para pensiunan.

Pada bagian lain sambutannya, Ustadz H. Muhammad Nuh, menyebutkan sebuah kenangan, yaitu kalau dulu pensiunan terutama dari pimpinan atau staf, terlihat bersikap feodal tidak peduli antar sesama mantan karyawan atau pensiunan, tapi sekarang, setelah ada wadah FKPPN, betapa pedulinya para pengurus pada nasib pensiunan, terhadap hak-hak yang belum diterimanya.

“Pada Manajemen yang telah menyelesaikan pembayaran atas hak-hak pensiunan, adalah sebaik-baiknya manusia, adalah orang yang bermanfaat utk org lain. Itulah makna puasa, kepedulian terhadap nasib org lain,” papar Ustadz Muhammad Nuh, seraya mengatakan, siapa yang ingin agar rezekinya selalu terbuka, maka tingkatkan silaturahmi antar sesama.

Acara Buka Puasa Bersama DPN FKPPN, selanjutnya diisi dengan Sholat Maghrib berjemaah, makan malam, foto bersama dan sholat Isya serta Taraweh berjamaah di Masjid terdekat.
Penulis: H. Suhartoyo

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close