Dosen STIKes Muhammadiyah Aceh Adakan Fokus Group Discssion di Ulee lheu Banda

Banda Aceh, desernews.com
Dosen STIKes Muhammadiyah Aceh melaksanakan Fokus Group Discussion yang bertemakan “Penguatan Ketahanan Sosial Ekologi Melalui Crab Bank dan Sisitem Monitoring Berbasis Internet of Things di Ulee Lheu Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh” yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian kepada Masyarakat, hal ini disampaikan oleh Humas STIKes Muhammadiyah Aceh kepada Desernews di kantornya pada Selasa 16 September 2025.
Lebih lanjut kata Humas STIKes, Rina Sulicha, kegiatan ini telah dilaksanakan pada Hari Sabtu tanggal 6 September 2025 di Gedung Escape Building (Gedung Evakuasi Tsunami) Meuraxa Banda Aceh yang dihadiri 30 peserta dari Masyarakat yang berdomisili di kawasan Ulee Lheu.
FGD ini bertujuan untuk mensosialisasi dan mengedukasi pentingnya menjaga ekosistim dikawasan pesisir. FGD ini diisi oleh para pakar dari Dosen STIkes Muhammadiyah Aceh, sesi
pertama Indra Jaya, S.T, M.T sebagai pelaksana pengabdian yang memaparkan tentang mikrokontroler sebagai sistem pemantauan kualitas air dengan sistem IOT.
Narasumber kedua Muhammad Nawawi S.T., M.Sc memaparkan mengenai Sistem Crab Bank yang digunakan untuk membantu pelestarian kepiting yang sudah mulai menurun jumlahnya di kawasan Ulee Lheu.
Kegiatan ini juga di hadiri oleh Panglima Laot aceh Bapak Syafaat yang menyampaikan kondisi Masyarakat pesisir sebelum dan pasca tsunami. Bapak Panglima Loat berharap kegiatan ini dapat melestarikan ekosistim laut terutama kepiting yang secara tidak langsung juga akan menaikkan pendapatan masyarakat pesisir uang bermata pencarian sebagai nelayan.
Rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat selanjutnya yaitu pembuatan Crab Bank dengan Sistem IOT. Crab Bank ini digunakan untuk menetaskan telur kepiting menjadi larva kepiting yang disebut zoea yang selanjutnya akan ditebarkan ke muara laut Ulee Lheu. Harapannya sebayak 20% Zoea akan dapat bertahan hidup hingga menjadi kepiting dewasa.
Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan oleh Indra Jaya, Muhammad Nawawi dan Hayati yang memperoleh dana hibah dari Kemdiktisaintek RI. Kegiatan ini secara tidak langsung juga bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir Pantai Ulee Lheu kota Banda Aceh yang bermata pencarian sebagai nelayan.(T.Jamaluddin)




