Arisan Jamaah Haji Kota Tebingtinggi Tahun 2023 Peringati Maulid Nabi Di Pantai Cemara Kembar

Serdangbedagai, desernews.com
Keluarga Besar Arisan Jamaah Haji Kota Tebingtinggi Tahun 2023, peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, bertempat di Pantai Cemara Kembar Desa Nagalawan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdangbedagai, Minggu (13/10/2024).

Acara Arisan didahului dengan pembacaan Ayat Suci Alqur’anul Karim oleh H. Amiruddin, dilanjutkan dengan sambutan mewakili Ketua Arisan oleh H. Aidil.

Dalam kata sambutannya H. Aidil menyampaikan terimakasih atas kebersamaan bapak ibu para jamaah haji Kota Tebingtinggi Tahun 2023, dalam kegiatan Arisan yang rutin dilaksanakan setiap dua bulan sekali.

“Mudah-mudahan kebersamaan dan silaturahmi ini terus kita pupuk serta jalin sampai akhir hayat, sebagaimana kebersamaan kita saat berada di Tanah Suci menjalankan ibadah haji,” ucap Aidil, sembari mengenang kebersamaan selama di Madinah, Makkah dan tempat suci lainnya.

Dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Ustadz Syaiful Husairi dari Kota Tebingtinggi dalam tausiahnya menyampaikan, kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dikatakan Husairi kalau kita cinta pada Nabi Muhammad, maka harus pelajari kisahnya dan ikuti sunnahnya.

“Kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW, jangan hanya cinta dibibir, tapi harus dihati dan diikuti dengan tindakan.
Kalau cinta pada Nabi Muhammad, maka harus pelajari dan ikuti sunnahnya,” ucap Ustadz Syaiful Husairi.

Pada bagian lain ceramahnya, Ustadz Husairi menyampaikan, kalau ingin anak-anak nya soleh soleha, orangtua harus menyolehkan dirinya. Karena buah jatuh, tidak jauh dari pohonnya. “Nabi dikasi nama Muhammad oleh kakeknya, kita juga saat memberi nama harus yang baik-baik. Karena nama adalah doa. Kalau tak anak, ya cucu diberi nama yang islami,” jelasnya.

Banyak yang bisa kita ambil pelajaran dari kisah Nabi Muhammad. Misal, Nabi Muhammad pada masanya banyak menerima ejekan, cacian dan makian, dalam mensyiarkan Agama Islam. Namun semua, dibalas Nabi dengan kebaikan dan penuh kesabaran serta senyu. Kita pun harus bisa mencontoh sikap seperti Nabi. “Kemuliaan akhlak kita, jauh dari Nabi Muhammad, maka kita sebagai umatnya, banyaklah mempelajari kisahnya dan menjalankan sunnahnya,” kata Ustadz Husairi mengakhiri tausiahnya.

Selesai tausiah dilanjutkan dengan makan bersama dan hiburan dakwah organ tunggal, serta saling bercengkrama sesama jemaah, karena lama tak ketemu, ngobrol sambil ngopi. (Penulis: H. Suhartoyo)





