Alfisar Dorong Percepatan Pembangunan dan Kemandirian Masyarakat di Simpang Tonang Selatan

Pasaman (Dua Koto), desernews.com
Kepemimpinan Wali Nagari Simpang Tonang Selatan, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Alfisar, menunjukkan komitmen terhadap percepatan pembangunan nagari sekaligus penguatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.
Sebagai nagari yang masih relatif muda setelah ditetapkan sebagai nagari definitif, Simpang Tonang Selatan membutuhkan kepemimpinan yang mampu menerjemahkan kebutuhan masyarakat ke dalam program pembangunan yang terarah.
Dalam konteks tersebut, Alfisar berupaya membangun fondasi pemerintahan nagari melalui pelayanan sosial, pembangunan fasilitas publik, penguatan ekonomi kerakyatan serta koordinasi lintas sektor.
Salah satu langkah konkret yang mendapat perhatian adalah penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) kepada masyarakat yang berhak menerima. Pada penyaluran perdana setelah Simpang Tonang Selatan berstatus definitif, sebanyak 63 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima BLT-DD.
Langkah tersebut tidak sekadar dimaknai sebagai realisasi anggaran, tetapi menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintahan nagari dalam memastikan program perlindungan sosial benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
Di bidang pemberdayaan ekonomi, Alfisar juga menunjukkan perhatian terhadap penguatan ekonomi masyarakat melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Musyawarah pembentukan koperasi menjadi bagian dari upaya membangun kelembagaan ekonomi masyarakat yang diharapkan mampu membuka ruang usaha, memperkuat aktivitas ekonomi warga dan mendorong kemandirian ekonomi di tingkat nagari.
Sementara itu, dalam bidang pembangunan fisik, pemerintahan Nagari Simpang Tonang Selatan terus mengupayakan pembangunan sarana dan fasilitas publik sebagai bagian dari proses mengejar ketertinggalan infrastruktur pascapemekaran.
Salah satu realisasinya adalah pembangunan Taman/Fasilitas TKN Al-Jihat melalui dukungan Alokasi Dana Desa (ADD). Kehadiran fasilitas tersebut mencerminkan perhatian pemerintah nagari terhadap lingkungan pendidikan sekaligus kebutuhan ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat.
Tidak kalah penting, Alfisar juga aktif dalam koordinasi lintas sektor terkait pertanian dan ketahanan pangan. Melalui forum koordinasi di Kecamatan Dua Koto, pemerintah nagari turut membahas komoditas pertanian yang menjadi prioritas serta strategi penguatan ketahanan pangan masyarakat.
Bagi Simpang Tonang Selatan, sektor pertanian memiliki posisi strategis karena berkaitan langsung dengan sumber penghidupan sebagian besar masyarakat. Karena itu, koordinasi antara pemerintah nagari, kecamatan dan pemangku kepentingan lainnya menjadi penting agar potensi pertanian dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Kepemimpinan Alfisar memperlihatkan bahwa pembangunan nagari tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan penguatan pelayanan sosial, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, pertanian dan ketahanan pangan.
Sebagai wali nagari yang memimpin wilayah yang masih dalam tahap membangun fondasi kelembagaan dan infrastrukturnya, Alfisar dituntut mampu menjaga kesinambungan pembangunan sekaligus memastikan setiap program memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan semangat tersebut, Simpang Tonang Selatan diarahkan untuk tumbuh sebagai nagari yang memiliki tata kelola pemerintahan semakin baik, pembangunan yang terukur serta masyarakat yang semakin mandiri.
Capaian yang telah dilakukan menjadi modal penting bagi pemerintahan Nagari Simpang Tonang Selatan untuk melanjutkan pembangunan pada masa mendatang, dengan tetap mengedepankan musyawarah, transparansi, partisipasi masyarakat dan pemanfaatan anggaran secara tepat sasaran.(H.Eddi Gultom)




