Dari Puncak Gunung Marapi, Muhammad Nasir SH Ukir Sejarah Hidupnya Jadi Hakim Muda Mahkamah Agung

Medan, desernews..com
Lima tahun silam, nama Muhammad Nasir SH sempat menggemparkan jagat maya usai menjalani prosesi wisuda virtual dari puncak Gunung Marapi setinggi 2.891 Mdpl.

Kini, sosok inspiratif lulusan Fakultas Hukum Universitas Andalas Padang itu kembali mencuri perhatian  resmi dikukuhkan sebagai Hakim Muda Mahkamah Agung Republik Indonesia oleh Presiden H Prabowo Subianto.

Dikukuhkan  menjadi hakim Makamah Agung  Republik Indonesia (MARI) yang  di selenggarakan oleh hasil dari  pendidikan calon hakim makamah agung badan strategi kebijakan diklat kundil dari makamah indonesia yang mana mana hakim hakim. Mudah ini akan di tempatkan di daerah seluruh idonesia. 

Pengukuhan tersebut berlangsung khidmat di Balairung Mahkamah Agung RI, Jakarta, pada Kamis (12/06/2025).

Momen bersejarah itu menjadi titik awal baru dalam perjalanan karier Muhammad Nasir, yang dengan rendah hati menyebutnya sebagai: “Selebrasi pencapaian, menghargai perjuangan, dan memulai perjalanan.”

Kisah Nasir bermula dari masa pandemi tahun 2020, saat Universitas Andalas Padang menggelar wisuda perdana secara daring via Zoom dengan diikuti lebih dari 1.100 wisudawan. Berbeda dari yang lain, Muhammad Nasir memilih tempat yang tak biasa, yakni puncak Gunung Marapi  sebagai lokasi pengukuhan kelulusannya.

Foto dan video prosesi wisudanya, dengan latar alam spektakuler dan angin pegunungan, sontak viral dan menjadi simbol semangat tak kenal batas dalam menuntut ilmu di tengah keterbatasan.

“Wisuda itu mungkin cuma soal memindahkan tali toga dari kiri ke kanan. Prosesnya singkat, 4 atau 5 detik saja. Tapi di balik itu ada perjuangan panjang yang tidak semua orang tahu  getir, lelah, kadang sepi. Tapi itulah jalan kita,” ujarnya menyentuh.

Tanggung Jawab Baru, Misi Lebih Besar
Kini, setelah menapaki jalur panjang pengabdian dan pendidikan, Muhammad Nasir memikul amanah baru sebagai Hakim Muda di Mahkamah Agung RI. Jabatan prestisius yang diraih Muhammad Nasir tak hanya mencerminkan prestasi akademik, tetapi juga integritas, dedikasi, dan moralitas.

“Ketika seseorang selesai dengan kewajiban akademiknya, ia memikul tanggung jawab moral dan sosial yang lebih besar  memberi makna pada agama, bangsa, dan negara,” tambahnya.

Dari Langit Sumatera ke Pilar Hukum Indonesia

Kisah Muhammad Nasir adalah bukti bahwa impian setinggi gunung bisa menjadi kenyataan, asal diperjuangkan dengan sepenuh hati.

Dari puncak Marapi hingga kursi hakim agung, semangatnya menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia  bahwa tidak ada batas untuk meraih cita-cita, sejauh langit dan setinggi harapan.

(H Nurdin Barus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close