Berita PilihanDaerah

20 Pria Pakai Tutup Kepala Sebo dengan Acungkan Pistol Teror Tukang Bakso Petumbukan

Pedagang bakso Ratna Astuti istri Sabar Sembiring.

Lubuk Pakam, desernews.com
Sekitar 20 orang pakai penutup kepala sebo dengan membawa pistol mendatangi rumah pedagang bakso di Dusun III Desa Petumbukan, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (07/12/2024) saat azan maghrib sekitar pukul 18:18 WIB.

Pedagang bakso bernama Ratna Astuti, 42 tahun kepada desernews.com mengatakan, salah seorang dari 20 orang pria itu mengancam keselamatan suaminya, Sabar Sembiring, 43 tahun dengan melontarkan kata kata bernada teror.

“Ini rumah sabar ya. Mana Sabar, di dalam dia ya. Mati dia sekali ini”, ucap Ratna Astuti menirukan kata kata salah seorang itu sambil mengacukan pistol kepadanya.

Melihat situasi itu, ibu dari 5 orang anak itu menggeletar ketakutan. Ia yang sedang berjualan bakso di depan rumahnya, usai gerombolan itu pergi, langsung menutup jualannya dan meminta perlindungan ke Polsek Galang. Ratna Astuti ditemani Pak Said selaku saksi mata atas kejadian tersebut.

Namun sampai di Polsek Galang, Ratna yang berharap polisi dapat melindunginya serta segera memprosesnya laporannya, ternyata tidak didapatkannya.

“Kata Pak polisi yang piket kasus ini, kasus berat. Jadi aku disuruh ke Polresta Deli Serdang mengadu”, kata Ratna menirukan ucapan petugas.

Dengan raut wajah sedih bercampur rasa takut yang menyelimuti pikirannya, Ratna bersama Pak Said berangkat menuju pulang ke Desa Petumbukan.

Sepanjang jalan jantung Ratna berdetak kencang. Ia membayangkan pistol yang diacungkan kepadanya serta kalimat ancaman yang dilontarkan pria tadi kepadanya.

Ratna Astuti merasa Polsek Galang sebagai institusi Polri tak mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada dirinya. Padahal Ratna Astuti berharap Polri bisa hadir dalam situasi pelik yang dihadapinya.

Menanggapi teror yang dihadapi pedagang bakso itu, sejumlah tokoh menilai kepemimpinan Kapolsek Galang, AKP Hendry Simanjuntak SH jauh berbeda dengan kepemimpinan Kapolsek Galang sebelumnya semasa AKP Simbolon.

“Masa Pak Simbolon dulu, Polri itu memang benar benar hadir ketika masyarakat butuh perlindungan. Contoh nyata saat 100 orang lebih anak genk motor menghancurkan dan merusak kantor pos dan pedagang kuliner di sekitarnya, Pak Simbolon langsung seketika turun dan menangkap beberapa orang diantaranya. Sebutan Presisi Polri memang benar benar dibuktikan Pak Simbolon. Tidak sekedar jargon semata”,ujar tokoh tersebut.

Tokoh masyarakat di Kecamatan Galang mengharapkan Kapolres Deli Serdang Kombes Pol Raphael Sandhy Cahya Priambodo dan Kapolda Sumatera Utara untuk mengusut pelaku teror serta pistol yang miliki pelaku.

“Kasus ini tidak bisa dianggap sepele. Karena ini bentuk teror dan ancaman serta senjata pistol yang diduga dimiliki pelaku secara tidak resmi”, ucap mereka .(03/DN))

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close