Sudah Saatnya Kota Tebingtinggi Dipimpin Anak Muda Energik, Iman Irdian Saragih Sebagai Alternatif Mewakili Generasi Milenial
Catatan: H. Suhartoyo, QIA

Tebingtinggi, desernews.com
Kini, sudah saatnya Kota Tebingtinggi dipimpin anak muda Generasi Milenial, setelah dua dekade (20 Tahun), dibawah tampuk kepemimpinan dua bersaudara, yaitu Ir. Hafiz Hasibuan dan Ir. Umar Abdullah Hasibuan.
Selama dua dasawarsa atau 20 tahun, bergantian Hasibuan bersaudara memimpin Kota Tebingtinggi, tak tampak upaya fenomenal keduanya, baik dari sisi pembangunan infrastruktur, peningkatan kemampuan sumber daya manusia (agar memiliki skill dengan membangun balai latihan kerja), pelestarian alam dan lingkungan, penataan kota beserta tamannya, tempat rekreasi untuk anak-anak dan keluarga, penciptaan lapangan kerja, pertanian, pertumbuhan industri, hingga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan yang paling diresahkan warga adalah serangan banjir rutin setiap tahunnya belum teratasi sampai hari ini.
Seperti dikatakan beberapa warga disana, selama 20 tahun Kota Tebingtinggi dipimpinan Hasibuan bersaudara, sepertinya dari awal mereka memimpin sampai akhir masa tugas sebagai walikota, Kota Tebingtinggi tetap biasa aja, gak ada perubahan. “Kebanyakan yang membangun adalah Warga secara pribadi, bukan pemerintah kota,” sebut warga disana.

“Ada memang pembangunan, seperti Pasar Induk di Jalan AMD, Pasar Pagi di setiap kecamatan, tapi cuma bangunannya aja yang ada, aktivitasnya nol. Sedang kondisi Pasar Sakti, ada memang aktifitas, tapi pengunjungnya sedikit dan kurang bisa menarik pedagang untuk mengisi kios-kios yang tersedia, hingga banyak kios sekarang kosong,” ucap beberapa warga di Kecamatan Rambutan.
Yang sedihnya, Kota Tebingtinggi punya Gedung Haji, Kolam Renang, Terminal Bus, Taman Bunga, lokasi bekas RS Herna, Stadion PSKTS Kampung Bicara, tapi kondisinya sangat menyedihkan, karena tak pernah dilakukan perawatan. Butuh biaya milyaran rupiah untuk merenovasinya sekarang, karena kerusakannya cukup parah.
Sedang seputaran lapangan Merdeka, yang dulunya ramai dikunjungi warga pada malam hari, untuk duduk-duduk santai, sekarang sepi pengunjung, karena Pemko melarang pedagang kaki lima berjualan disana. Padahal, masalah pedagang kakilima, bisa ditertibkan, asal diarahkan dan dibina dengan baik secara terus menerus, bukan dibiarkan dan cuma dikutip uang retribusinya saja.

“Untuk merenovasi infrastruktur yang rusak parah, tak mampu Pemko mengerjakannya, karena ketiadaan biaya,” ucap seorang warga di Kelurahan Tebingtinggi Kota.
Perlu gebrakan dan terobosan luar biasa untuk mengangkat Kota Tebingtinggi, agar bisa menjadi Kota maju dan memiliki denyut perekonomian tinggi, dalam artian daya beli masyarakat meningkat dan Pendapatan domestik regional masyarakat diatas nasional, sehingga bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Masyarakat mengharapkan, kedepan Kota Tebingtinggi bisa maju seperti Kota Medan dan Solo, yang dipimpin anak muda, Bobby dan Gibran. “Agar bisa maju dan berkembang, Kota Tebingtinggi harus dipimpin anak muda dan dari kalangan pengusaha,” papar Indra Kelana warga Kelurahan Mekar Sentosa, seraya menyebutkan, selama dua dekade Kota Tebingtinggi dipimpin mantan birokrasi, tak terlihat ide dan kreatifitas, bagaimana membangun Kota kecil menjadi besar.
Demikian kondisi Kota Tebingtinggi selama dua dasawarsa.

Butuh Polesan Dari Anak Muda
Kota Tebingtinggi membutuhkan tangan-tangan anak muda untuk memolesnya, agar cantik, indah, punya gereget, geliat ekonomi tinggi, peningkatan pendapatan masyarakat golongan bawah, serta mampu menarik minat masyarakat luar atau investor menanamkan modalnya dengan membuka usaha atau industri ber-skala sedang dan besar, sehingga bisa menampung belasan ribu tenaga kerja dan menarik orang ramai-ramai datang ke Kota Tebingtinggi.
Kota Tebingtinggi, yang letaknya cukup strategis, merupakan persimpangan/cabang tiga Jalan Tol menuju Kisaran dan Pematangsiantar, harus bisa bangkit dan berkembang dan punya magnet untuk menggaet orang supaya mau singgah, walau barang sejenak. “Tapi harus diciptakan daya tarik, produk unggulan, kuliner enak dan lezat serta tempat bermain anak dan taman berkelas internasional,” papar Indra Kelana.
Untuk itu, dibutuhkan pemimpin yang kuat, bisa melobi pemegang kebijakan tingkat pusat serta punya akses dengan pengusaha berkelas nasional.
Lobi tingkat tinggi ke tingkat nasional, dibutuhkan untuk penambahan luas wilayah Kota Tebingtinggi, yang sudah puluhan tahun dan hampir 4 walikota berlalu, belum ada yang mampu untuk melakukannya, dengan meminta Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Serdang Bedagai, dimasukkan kedalam wilayah Kota Tebingtinggi.
Ini yang menjadi PR para walikota, setiap terjadi pergantian. Karena kalau luas wilayah bisa bertambah, maka diharapkan mobilisasi orang tidak terpusat disatu tempat, tapi bisa menyebar dan meningkatkan perekonomian dan Pendapatan warga.
Pilkada

Pesta Demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), akan segera digelar serentak di seluruh Indonesia pada tahun 2024 ini.
Perhelatan Pilkada tahun ini diprediksi akan ramai dibahas. Sementara itu, pertarungan akan digelar serentak, baik itu pemilihan Gubernur, Bupati maupun Wali Kota.
Salah satu pesta perhelatan demokrasi pemilihan Walikota dan Wakil Walikota, akan digelar di Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara. Perbincangan mengenai Pilwako Tebingtinggi ini, menjadi diskusi hangat di lapisan masyarakat.

Isu calon walikota yang santer dan muncul di tengah-tengah masyarakat Kota Tebingtinggi saat ini, diantaranya muncul tokoh muda, yaitu Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih, SE, yang saat ini juga masih menjabat Wakil Ketua DPRD Tebingtinggi Priode 2019-2024.
Saat ini, masyarakat Kota Tebingtinggi menginginkan, supaya walikotanya dari kalangan muda dan berlatar belakang pengusaha, biar ada warna. Karena selama ini, Tebingtinggi dipimpin walikota ber-usia 50 tahun keatas dan berasal dari birokrat. “Tak ada perkembangan, miskin kreatifitas dan ide, karena mereka berjiwa pekerja. Kita harus cari perubahan,” ungkap Irwansyah, warga Kelurahan Lalang.
Tokoh muda yang dilirik masyarakat dan cukup dikenal untuk diusung dalam Pilwako adalah Iman Irdian Saragih, SE.
Anak muda ini, telah lama diidam-idamkan masyarakat untuk digadang-gadang jadi Wali Kota Tebingtinggi.
“Sosok Iman Irdian Saragih adalah anak muda yang sangat energik. Dia memiliki semangat untuk membangun dan jiwa sosialnya cukup tinggi,” ungkap H. Zulfan Hidayat, warga Kecamatan Rambutan, Kamis Malam (29/3), dalam bincang-bincang dengan Wartawan Dessernews.com di Cafe Carni.

Ditambahkan H. Zulfan Hidayat, beberapa waktu lalu, Iman Irdian Saragih, telah membantu sekitar 10 BKM Masjid masing-masing mendapatkan Rp. 35 juta. Uang tersebut berasal dari Bank Indonesia, merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang di Inisiasi Iman pada Anggota DPR RI dari PDIP dan Anggota DPRD Sumatera Utara Delfin Barus. “Ini menunjukkan, bahwa Iman sangat peduli terhadap masyarakatnya,” jelas H. Zulfan Hidayat.
Selain itu, kata Juhairdin Sinaga, SH (Wakil Ketua sebuah Organisasi Sosial di Kecamatan Rambutan), Dian (sapaan akrab Iman Irdian Saragih) yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Tebingtinggi Priode 2019-2024, merupakan sosok santun, bersih, cerdas, intelektual dan paling layak menjadi wali kota.
“Beliau ini sosok yang bersih dalam pemerintahan, karena dia adalah seorang pengusaha. Kita berharap, jiwa pengusaha dibawa untuk membangun kota kita ini,” tambah Juhairdin Sinaga.
Maradhona Ritonga, SE warga Kelurahan Rantaulaban menilai, kompetensi dan kapasitas serta kemampuan Iman Irdian Saragih menjadi Wali Kota Tebingtinggi, sangat mumpuni.
“Kalau saya yakin, Dian merupakan sosok anak muda paling tepat di antara yang lain. Dia sosok bersih, pengusaha dan kita tidak ragu kapasitasnya,” ujar Dona.
Sementara itu, H. Suhartoyo, QIA, Ketua sebuah Organisasi Sosial, yang juga seorang jurnalis mengatakan, Kota Tebingtinggi butuh pemimpin yang punya Ide dan Kreatifitas serta Semangat untuk maju dan berkembang serta memiliki visi misi jelas dan program unggulan.
H. Suhartoyo sangat mendukung pada sosok Iman Irdian Saragih, SE, lelaki kelahiran 16 Nopember 1982 (42 Tahun) untuk maju dalam pemilihan Walikota Tebingtinggi.
“Saya sudah mendengar program-program nya, tapi tidak mungkin saya sebutkan. Biarlah masyarakat akan mendengarnya sendiri, ketika Dian menyampaikan visi misi, apabila dia memang bisa maju ke depan,” tutur H. Suhartoyo.
Selain menjadi Ketua DPC PDIP Kota Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih juga menjabat Ketua DPC Partuha Maujana Simalungun (PMS) Kota Tebingtinggi.
Pria yang akrab disapa Dian ini juga dikenal sebagai tokoh muda Nasionalis.
Selain itu, dia memiliki hubungan dekat dengan tokoh lintas agama dan suku. “Ayok Dian, kibarkan semangat petualangan Datuk Bandar Kajum, tokoh yang membuka pertama kali Kota Tebingtinggi. Kami rindu Etnis Simalungun menjadi Walikota Tebingtinggi, bukan yang lain,” ungkap Indra Kelana penuh semangat.(DN)




