Walikota Tebingtinggi Kukuhkan Pengurus Gerakan Peduli Anak Yatim dan Masakin, GPAYM Berikan Santunan Kepada 108 Anak Yatim dan Warga Miskin

Tebingtinggi, desernews.com
Penjabat Walikota Tebingtinggi Drs. H. Syarmadani, M.Si mengukuhkan Pengurus Gerakan Peduli Anak Yatim dan Masakin Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi dan Barisan Muda GPAYM, Kamis Malam (7/3/2024), bertempat di Sekretariat GPAYM, Jln. Bukit Kubu No. 29 Lingk. I Kelurahan Rantaulaban. Acara dirangkai dengan Penyambutan Bulan Suci Ramadhan dan Pemberian Santunan kepada Anak Yatim dan Kaum Miskin serta Tausiah Rahmadhan oleh Ustadz H. Agusul Khoir.
Acara diawali dengan pembacaan Ayat Suci Alqur’anul Karim oleh Maradhona Ritonga, SE dan saritilawah oleh Remaja Putri Barisan Muda GPAYM.
Pengurus GPAYM yang dikukuhkan terdiri: Pembina/Penasehat Ustadz Drs. H. Nizar Rangkuti, Ustadz H. Agusul Khoir, H. Ismail Budiman, SH, H. Muhadi, Drs. Sarnen Haryono dan Chaidir Chandra.

Pengurus Harian, Ketua H. Suhartoyo, QIA, Wakil Ketua Juhairdin Sinaga, SH, Gundur Pulungan, MSi, Abd. Rahman, SE. Sekretaris Maradhona Ritonga, SE dan Wakil Sekretaris Darmawan Amri Mart, SE, serta Bendahara H. Zulfan Hidayat.
Bidang Donasi Hub. Kemasyarakatan dan Antar Lembaga : Indra Kelana dan Drs. Irwan Nasution. Bidang Donasi Hub. Antar BUMN dan Inst. Pemerintah : Ainal Iqram Sitepu dan Ary Rizki Pratama.
Bidang Umum dan Pendataan : H. M. Latif Rambe dan M. Dwi Pani. Bidang Donasi Perempuan : Ny. Fadillah Elvi, Skep, NERS dan Ny. Andriani Nasition, Skep, NERS.

Juga dikukuhkan Pengurus Barisan Muda GPAYM, terdiri : Ketua Ary Rizki Pratama, Wakil Ketua Anggi Maulana, Sekretaris Novri, Wakil Sekretaris Affan Mulia Manurung dan Bendahara Devita Puteri Ramadhani.
Bidang Dakwah dan Syiar Islam Rayhan Nabil dan Aulia Rahman Nasution. Bidang Sosial dan Komunikasi Syahdan Lieyendino dan Muhammad Arief. Bidang Seni, Usaha dan Olahraga Ambri dan Kelvin Pratama.

Mengentaskan Kemiskinan
Dalam kata sambutannya, Pj. Walikota Tebingtinggi Drs. H. Syarmadani, M.Si, yang diwakili Kabag Kesra H. Aidil, SE, M.Si, menyampaikan ucapan terimakasih atas terbentuknya Perkumpulan Gerakan Peduli Anak Yatim dan Masakin di Kota Tebingtinggi, untuk yang pertamakali.
Kita harapkan, kegiatan seperti ini bisa menginspirasi warga lain untuk membentuknya, hingga bisa membantu Pemko Tebingtinggi untuk menekan angka kemiskinan. “Karena saat ini warga miskin di Kota Tebingtinggi mencapai 18.000 orang atau sekitar 9 persen dari populasi penduduk Kota Tebingtinggi yang saat ini mencapai hampir 200.000 orang,” sebut H. Aidil, SE.
Dikatakan H. Aidil, Gerakan Peduli Anak Yatim dan Masakin, yang terinspirasi dari Surah Al Maun Ayat 1-7, sudah diimplikasikan oleh Bapak H. Suhartoyo dan kawan-kawan. Hal ini juga merupakan awal penerapan yang dilakukan K. H. Ahmad Dahlan di Muhammadyah.

Gerakan ini sangat baik sekali, kita harapkan eksistensinya tidak hanya di Kecamatan Rambutan, tapi bisa mencakup Kota Tebingtinggi atau Sumatera Utara, bahkan Indonesia.
“Mudah-mudahan Bapak H. Suhartoyo dan kawan-kawan selalu diberi kesehatan dan keringanan langkah serta rezeki dari Allah SWT, sehingga bisa mengawal Gerakan ini hingga sampai tujuan akhir, yaitu membantu Pemerintah Kota Tebingtinggi, dalam upaya mengentaskan kemiskinan,” ungkap H. Aidil penuh harap.

Sekali lagi, kami dari Pemerintah Kota Tebingtinggi, mengucapkan terimakasih kepada Bapak H. Suhartoyo dan kawan-kawan, yang telah membentuk Gerakan Peduli Anak Yatim dan Masakin ini dan telah berpaya menggalang/menghimpun dana para donatur dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan sampai luar negeri. Terimakasih juga kepada donatur yang telah memberikan sebahagian rezekinya untuk anak yatim dan warga miskin Kota Tebingtinggi. Semoga Allah SWT membalas dengan pahala dan rezeki berlipat ganda.
“Gerakan ini sangat membantu pemerintah dalam upaya mengentaskan kemiskinan. Terimakasih Pak Suhartoyo dan kawan-kawan serta Bapak-bapak Pembina/Penasehat Pak H. Nizar Rangkuti dan kawan-kawan, yang telah berbuat kebaikan untuk masyarakat,” ucap H. Aidil, SE mengakhiri kata sambutannya.
Sebelumnya, Penasehat GPAYM Ustadz Drs. H. Nizar Rangkuti dalam kata sambutannya, memberikan motivasi kepada Pengurus Gerakan Peduli Anak Yatim dan Masakin, agar terus berbuat kebaikan ditengah masyarakat dan membantu warga miskin.

Ustadz Rangkuti menyampaikan tentang Ayat Al-Quran yaitu Surah Al Maun ayat 1-7 dan Ad Dhuha, yang diantaranya berbunyi ; Tahukah kau siapa pendusta agama itu ? Itulah orang yang menghardik anak yatim.
Jadi saya sangat mendukung dan responsif terhadap gerakan ini, karena memang belum pernah ada khususnya di Kota Tebingtinggi.
Karena membentuk Gerakan seperti ini tidaklah mudah, izinnya saja diurus mulai dari Kepling, Lurah, Camat, Dinas Sosial, Kesbangpol, Bank, Kantor Pajak, Notaris hingga Kemenkumham RI. “Artinya, Gerakan ini memiliki kapabilitas dan legalitas yang jelas sesuai peraturan perundangan dan tidak main-main,” jelas Ustadz Rangkuti.
“Alhamdulillah, semua itu bisa dilampau Pak Suhartoyo dan Pengurus lainya, hingga bisa dikukuhkan malam ini, sekaligus memberikan santunan kepada 108 anak yatim dan miskin. Walau baru terbentuk 2 bulan, tapi bisa menggalang dana untuk diberikan kepada yang membutuhkan,” papar Ustadz Nizar Rangkuti penuh semangat, seraya mengatakan bersyukur, karena setelah pensiun dari perkebunan PTPN-III, Bapak H. Suhartoyo mau bergerak dikegiatan sosial kemasyarakatan ini.

Sementara itu, Ketua GPAYM H. Suhartoyo, QIA, dalam sambutan usai dikukuhkan menyebutkan, Gerakan ini terbentuk dengan niat baik untuk berkegiatan sosial membantu anak yatim dan warga miskin yang termajinalkan.
Dikatakan H. Suhartoyo, para pengurus telah bertekad bulat, bahwa kita hidup harus bisa bermanfaat untuk orang banyak. “Kami hanya mengharapkan imbalan pahala dari Allah SWT dan berdoa bisa mendapat rezeki dari tempat lain, serta selalu diberi kesehatan lahir batin.
Karena kami menyadari, terkadang tanpa sadar, kita mungkin sering menghardik anak yatim, karena ketidaktahuan kita, terhadap latar belakang seorang anak tersebut.
“Inilah yang menjadi dasar pemikiran kami, sehingga atas kesadaran itulah yang menginspirasi untuk membentuk Gerakan Peduli ini, sebagai penghapus dosa-dosa yang lalu,” ungkap H. Suhartoyo.
Pada bagian lain sambutannya, H. Suhartoyo mengatakan, santunan ini tidak hanya sekedar memberi, namun juga mengajarkan kita untuk menghargai setiap karunia kehidupan. Dalam berbagi dan peduli, kita menumbuhkan rasa syukur dan kepekaan terhadap sesama.
“Mari kita tingkatkan semangat kepedulian ini, agar dapat berdampak nyata dalam kehidupan anak-anak yatim dan warga miskin disekitar kita, yang masih sangat membutuhkan bantuan,” ajak H. Suhartoyo.
Dalam pemberian santunan kepada Anak Yatim dan Warga Miskin, dikatakan Ketua GPAYM, dana diperoleh berasal dari donatur yaitu Ainal Iqram Sitepu (T. Tinggi), Murtaza (T. Tinggi), Drs. H. Nizar Rangkuti (T. Tinggi), H. Suhartoyo (T. Tinggi), drh. Putri Anggraini (Johor, Malaysia), Gundur Pulungan, MSi (T. Tinggi), Buhari Muslim, SP (PTPN-VIII, Banten), Drs. Irwan Nasution (T. Tinggi), Ibnu Faisal Nasution, SE (PTPN-III Langsa), Abdul Rahman, SE (PKS Torgamba), Effendi Akbar, SP (Kebun Sei. Kebara) dan Rusdi (Pabrik Mambang Muda).
Selanjutnya Hj. Priyanti (Sergai), Afrian Wahyu, SP (Kebun Hapesong, Tapsel), Yandi (T. Tinggi), Yusnan (Sergai), dr. Hj. Aida Simarmata (T. Tinggi), Bincai (T. Tinggi), Agung Perdana Pulungan (Bekasi, Jabar), Aulia Firzia (Kendari, Sultra), dan dr. Agung Fadillah Mursyid (T. Tinggi).
Muhammad Haris (Telkom, Medan), Zuprianto Sipahutar (Tj. Balai), H. Zulfikar (T. Tinggi), Syahril Hanafi (T. Tinggi), BKAI Kebun Gunung Para (Sergai), Karyawan Kebun Rambutan (Sergai), H. Aidil, SE (T. Tinggi), Budi Susilo, SP (SEVP Ops. Regional II PTPN-IV Medan), Indra Kelana (T. Tinggi), H. Zubir (Negara Qatar), Muhammad Nuh (Hakim Tinggi, PT. Gorontalo), Budi Santoso, ST, (Medan), Alm. H. Elvizar dan Kotak Infak di Warung Bakso hk(T. Tinggi).
“Berapapun sedekah/infak yang diberikan para donatur, kami terima dengan senang hati dan kami harapkan dikirimkan ke Rekening Bank Syariah Sumut T. Tinggi AC No. 63002010063672 an. Gerakan Peduli Anak Yatim dan Masakin. Moga kegiatan ini terus berlanjut dan para donatur juga terus menyalurkan sebagian rezekinya kepada Gerakan ini,” harap H. Suhartoyo.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Juhairdin Sinaga, SH, diawal acara dalam laporannya menyampaikan, bahwa penerima santunan sebanyak 108 orang terdiri 28 Anak Yatim dan 80 warga miskin.
“Mereka menerima bingkisan berupa 5 kg Beras IR 64, 1 kg Minyak Goreng, 1 kg Gula Pasir dan Uang Lauk Rp. 50.000. Semuanya senilai Rp. 150.000 perorang. Semoga bisa meringankan beban dan bermanfaat bagi para penerima santunan dalam memasuki Bulan Suci Ramadhan,” jelas Juhairdin Sinaga.

Tausiah
Dipenghujung acara, Ustadz H. Agusul Khoir menyampaikan tausiah menyambut Bulan Suci Ramadhan.
Ramadhan adalah bulan yang istimewa. Hanya satu, bulan yang tersebut dalam Al-Qur’an yaitu Ramadhan.
Bulan Ramadhan itu, dimana turunnya Alquran. Jadi dari dua belas bulan yang ada, hanya satu disebut Allah dalam Alquran.
Keistimewaan datangnya Bulan Ramadhan diantaranya yaitu melakukan ziarah kubur. Kegiatan pemberian santunan seperti ini juga, sering dilakukan saat menyambut datangnya Bulan Ramadhan.
“Kegiatan ziarah kubur ini perlu dilakukan, supaya orang ingat akan kematian. Ingat mati itu perlu, supaya kita sholat, lebih banyak berbuat kebaikan, beramal, dan lain sebagainya,” papar Ustadz Agusul Khoir.

Lebih Ustad H. Agusul Khoir menyampaikan, ada tiga amalan penting dibulan Ramadhan, yaitu Menjaga Sholat 5 waktu, bersedekah agar menjaga kita dari api neraka dan membaca Alquran atau mendengarkan orang tadarus setiap hari. “Habis subuh baca Alquran, habis Magrib baca Alquran, supaya pahalanya terus mengalir,” jelas Ustadz Agusul Khoir.
“Ingat kisah Burung pipit, saat membantu nabi Ibrahim dari amuk kobaran api yang hendak membakarnya, dengan setetes air dari liurnya. Itu semua kehendak Allah dan dari sedikitlah kita belajar,” jelas Ustadz Khoir.
Selain itu, Ustadz Khoir mengajak hadirin, untuk banyak berdoa di Bulan Ramadhan. “Apa saja kita minta pada Allah, karena Dialah yang Maha Pemberi,” ucap Ustadz Khoir.
Acara diakhiri dengan Doa oleh Ustadz Darwin dari MUI Kecamatan Rambutan dan pembagian/penyerahan santunan kepada Anak Yatim dan warga miskin serta acara di tutup oleh Protokol Ainal Iqram Sitepu.(sty)




