Petugas Kantor BPJS Kota Tebingtinggi Persulit Warga Daftar Kepesertaan JKK-JKM-JHT

Tebingtinggi, desernews.com
Petugas BPJS Ketenagakerjaan Kota Tebingtinggi, persulit warga yang hendak mendaftar baru kepesertaan Jaminan Kematian, Kecelakaan dan Hari Tua. Hal ini dialami seorang warga penduduk Kecamatan Rambutan, Kamis (30/11).
Sebelumnya, warga tersebut mendapat informasi dari seorang rekannya, bahwa untuk mengurus Kepesertaan BPJS program Jaminan Kematian, Kecelakaan dan Hari Tua, sangatlah mudah, hanya mengisi formulir pendaftaran dan menyerahkan KTP Asli.
Selanjutnya, selesai mengisi formulir dan ditandatangani, lalu diserahkan ke pegawai, kemudian pemohon membayar iuran sebulan ke gerai market terdekat, yang letaknya disebelah Kantor BPJS Kota Tebingtinggi, Jln. Yos Sudarso Simpang Payalombang, setelah itu menunggu sebentar untuk memperoleh Kartu Kepesertaan.
Berbekal informasi tersebut, warga tadi ditemani rekannya yang sudah pernah mengurus, datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan Kota Tebingtinggi, untuk melakukan pendaftaran Kepesertaan BPJS Program JKK, JKM dan JHT, Rabu (29/11).
Saat keduanya memasuki Kantor BPJS, disapa seorang petugas perempuan sepertinya bukan pegawai, bertanya untuk keperluan apa.
Ketika disampaikan, mau mendaftar baru kepesertaan BPJS program JKK, JKM dan JHT, dijawab kalau petugasnya sedang sosialisasi kelapangan. Sementara di kantor tersebut terdapat dua meja yang ada pegawainya.
Selanjutnya petugas tadi menyampaikan agar datang keesokan hari, sembari memberikan dua lembar formulir untuk diisi dirumah dan membawa KTP.
Keesokan harinya, Kamis (30/11) pukul 09.00 Wib, warga tadi bersama temannya, datang lagi ke kantor BPJS, untuk melanjutkan pengurusan kepesertaan JKK, JKM dan JHT.
Saat memasuki Kantor BPJS pukul 09.00 Wib, suasana masih sepi, ada seorang Satpam, Seorang Pegawai Perempuan, Seorang Petugas Perempuan dan Meja Kosong, karena pegawainya masih sarapan, padahal sudah jam 09.30 wib.
Begitu memasuki Kantor, disapa seorang Satpam bernama Hendra dan bertanya ada keperluan apa. Disampaikan hendak menyampaikan formulir pendaftaran BPJS.
Selanjutnya, Satpam meminta formulir dan foto copi KTP. Ketika diberikan KTP Asli, Satpam Hendra mengatakan, “foto copi KTP nya pak”.
Ketika disampaikan tidak ada fotocopi dan dibilang biasanya, bisa hanya menyerahkan KTP Asli, Satpam Hendra dengan sikap arogan, tetap meminta Foto Copi KTP. “Bapak copi dulu aja,” ucapnya ketus dengan mimik angkuh.
Ketika disebutkan, bahwa rekan yang dibawa warga tadi, saat dia mengurus BPJS hanya membawa KTP Asli, Satpam Hendra dengan lagaknya mengatakan,”Saya hanya menjalankan tugas pak,”.
Ketika ditanyakan ke pegawai Perempuan, di kantor BPJS kan ada Printer Komputer untuk mem-fotocopi, dijawab,” printernya sedang rusak semua pak,” ucapnya ketus.
Warga tadipun mengatakan, bahwa dirinya seorang Wartawan. Tapi Satpam dan pegawai disana tidak merespon, malah bersikap tidak bersahabat.
Dengan perasaan marah dan jengkel, warga tadi membatalkan rencana mengurus daftar Kepesertaan BPJS dan ketika hendak pergi, muncul dari arah belakang seorang pegawai pria dan berkata,” ada apa ini pak, saya baru siap sarapan,” katanya sembari duduk dimeja yang kosong, padahal jam sudah menunjukkan pukul 09.50 wib.
Dengan pegawai pria tersebut pun, tidak ada penyelesaian, malah menambah runyam karena banyak bertanya seperti seorang juper.
Akhirnya, warga tadi pun batal mengurus Kepesertaan JKK-JKM-JHT BPJS Ketenagakerjaan, sembari kembali berkata bahwa dia seorang wartawan.
Beberapa warga disana, ketika mendengar cerita yang dialami warga tadi mengatakan, bahwa hal seperti itu sudah beberapa kali terjadi. Tapi tidak ada yang ribut, karena tidak memahaminya.
“Kadang bisa cuma bawa KTP Asli saja, terkadang harus ada fotocopinya, suka-suka mereka aja. Tempat fotocopi kan jauh dari kantor itu, sekitar tiga kilometer. “Padahal adanya printer dikantor itu, kan bisa untuk Fotocopi, masa bisa rusak semua, aneh”.
Kepala Kancab BPJS Ketenagakerjaan Tebingtinggi Arif Arfan ketika hendak dikonfirmasi Wartawan Dessernews.com, Kamis (30/11) tidak terlihat dikantor.

Wartawan Dessernews.com yang dipersulit tersebut, selanjutnya menghubungi rekannya yang ada di Medan, untuk menguruskan Daftar Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
“Bisa bang, kirim aja foto ktp abang sama kakak, selanjutnya transferkan uang iuran sebesar Rp. 73.600,- untuk dua orang kerekening saya, nanti saya bayarkan. Setengah jam nanti saya WA bukti bayar dan foto kartunya,” ucap rekan tadi.
Betul saja, sembari menunggu di warung kopi, belum pun habis kopi yang diminum, sudah terkirim melalui WA, bukti bayar dan foto kartu BPJS.
“Padahal kita ngurusnya diwarung kopi, hanya pakai hp, setengah jam urusan selesai, tanpa repot kesana kemari mem foto copi KTP,” ungkap rekan Wartawan Dessernews.com.
Warga disana mengharapkan, agar pegawai Kantor BPJS Tebingtinggi perlu mendapatkan pengarahan dan pembinaan, supaya lebih humanis dalam pelayanan. “Sudah perlu dirotasi petugas dan pegawai serta satpam seperti itu,” ungkap beberapa warga disana.(Sty/DN)




