Daerah

Pj Wali Kota Tebing Tinggi Minta Semua Pihak Saling Berkolaborasi dan Bersinergi, Mendukung Kekuatan Pangan

Pj. Walikota Tebingtinggi Drs. Syarmadani saat memimpin rapat pengendalian inflasi di Ruang Mawar Lt. III Gedung Balaikota Jln. Dr. Sutomo.

Tebingtinggi, desernews.com
Penjabat Wali Kota Tebing Tinggi Drs. Syarmadani, M.Si., meminta, agar semua pihak bisa saling berkolaborasi dan bersinergi, mendukung kekuatan pangan maupun dalam pengendalian inflasi.

Hal itu disampaikan Pj. Walikota, saat memimpin rapat pengendalian inflasi, Jumat (15/9), di Ruang Mawar Lantai III Gedung Balai Kota, Jln. Dr. Sutomo Kota Tebingtinggi.

Selanjutnya, Pj. Wali Kota mengatakan, untuk mengendalikan inflasi, khususnya saat ini, mengendalikan kenaikan harga beras yang cukup signifikan (hingga hari ini, 14 Sept, sudah capai Rp. 70 ribu), operasi pasar yang telah dilakukan terasa cukup efektif dan efisien.

“Ini semua bahagian secara holistik, untuk menyelesaikan masalah. Maka kata kuncinya, kolaborasi dan bersinergi, mengingat luasnya masalah yang dihadapi dengan SDM (Sumber Daya Manusia) terbatas, sehingga kalau masing-masing berkerja sendiri, ini tidak akan selesai,” ujar Pj. Wali Kota.

Untuk pengendalian inflasi, Pemko Tebingtinggi bekerjasama dengan Bulog Sumut, melakukan operasi pasar di Lapangan Merdeka Tebingtinggi, Rabu (13/9).

Pj. wali Kota juga menyampaikan, 5 langkah strategis untuk konsisten menjaga inflasi.

Pertama, memperkuat koordinasi kebijakan untuk menjaga stabilitas makro ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Kedua, menjaga inflasi komponen Volatile Food (VF), utamanya pada masa Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) sehingga berada dalam kisaran 3,0-5,0 persen.

Ketiga, memperkuat ketahanan pangan domestik melalui akselerasi implementasi program lumbung pangan dan perluasan kerja sama antardaerah.

Keempat, memperkuat ketersediaan data pangan untuk mendukung perumusan kebijakan pengendalian inflasi.

Dan kelima, memperkuat sinergi komunikasi untuk mendukung pengelolaan ekspektasi inflasi masyarakat.

“Hal seperti ini adalah kebijakan sifatnya umum. Sifat yang benar spesifik tidak bisa dilepaskan. Misal bantuan ketahanan pangan, ini sangat berpengaruh, sehingga tidak menyebabkan kepanikan pada masyarakat,” ujar Pj. Wali Kota.

Meski kondisi inflasi di Kota Tebing Tinggi relatif stabil terjaga, namun Pj. Wali Kota meminta semua pihak untuk tidak terlena, tetap selalu waspada, dengan harapan agar tidak ada kecolongan.

“Terimakasih atas kesediaan hadir dalam rapat ini. Alhamdulillah, kerjasama solid kita, selama pengendalian inflasi dan mendukung kekuatan pangan, sudah berjalan dengan baik, on the track (tetap dalam jalur) dengan kondisi terkendali,” demikian ucap Pj. Wali Kota.

Warga Kota Tebingtinggi, rela berdesakan untuk mendapatkan beras murah, di Lapangan Merdeka.

Stok beras medium di gudang Bulog Paya Pasir per 14 september 2023, seperti mana disampaikan Humas PT. Perum Bulog Kancab Medan Ahmad Sukarni Lubis, masih dalam kondisi relatif aman dengan stok tersedia sebanyak 706.185 kg.

Sementara, Kepala BPS Tebing Tinggi Ir. Ida Suswati, M.Si, mengungkapkan, data inflasi di Kota Tebing Tinggi, IHK (Indeks Harga Konsumen) Kota Tebing Tinggi, mengikuti IHK Kota Pematang Siantar.

“Pada bulan Agustus 2023, tingkat inflasi Kota Pematang Siantar bulan ke bulan (m to m) sebesar 0,11 persen, sementara inflasi tahun ke tahun (y to y) sebesar 3,88 persen,” ujar Ir. Ida Suswati, M.Si.

Rapat dirangkai pemaparan dari masing-masing stakeholder terkait, mulai dari Polres, Kodim 0204/DS, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Dinas Ketapang dan Pertanian, Dinas Sosial, BPKPD, Bappeda, Dinas Kominfo, BPS dan Humas PT. Perum Bulog Kantor Cabang Medan serta Kepala Gudang Bulog Paya Pasir. (Sty)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close