Sehari Tidak Pulang ke Rumah, Sembiring Ditemukan Meninggal di Sungai, Keluarga Minta Korban Diotopsi dan Curiga Korban Dibunuh

Tanah Karo, desernews.com
Warga diseputaran Jalan veteran Gang Sempakata Ujung Kabanjahe tiba-tiba dikejutkan dengan adanya penemuan mayat seorang laki-laki dialiran sungai Lau Garun Kabanjahe, Selasa (4/7) sekira jam 15:00wib.
Atas adanya temuan itu warga langsung melaporkannya ke Polres Karo sehingga anggota Polisi langsung menuju TKP untuk melakukan pemeriksaan.
Setelah dilakukan pemeriksaan, korban diketahui bernama Marlon Sembiring Berahmana (52) warga Jalan Veteran Gg Kalihara Kecamatan Kabanjahe.
Menurut keterangan Antonius Sembiring Berahmana, abang kandung korban mengatakan bahwa pada hari Senin (3/3) korban diketahui pergi meninggalkan rumah menuju ke kolam Ikan milik keluarganya yang terletak di Lau Garun Gang Sempakata Lorong Melati 3 Kecamatan Kabanjahe.
Namun hingga malam hari tidak seperti biasanya korban tidak kembali kerumah sehingga keluarga tidak curiga dan tidak melakukan pencarian.
Keesokan harinya, Selasa (4/7) sekira pukul 09.30 wib, kelurga korban bersama kerabat melakukan pencarian ke TKP dan menemukan sepeda motor milik korban terparkir, sedangkan celana milik korban berikut kunci sepeda motornya tergantung di gubuk di dekat kolam ikan.
Sekira jam 15.30 wib bersama warga sekitar kembali melakukan pencarian dan menemukan di Sungai Lau Garun dalam keadaan telungkup di dalam air dan tertindih goni yang berisi pasir dansudah meninggal dunia. Selanjutnya korban dibawa Polisi ke RSU Kabanjahe untuk dilakukan visum.” Ujarnya.
Disambungnya lagi, kami keluarga merasa curiga atas kematian korban diotopsi,untuk itu kami meminta agar korban diotopsi ke RS Bhayangkara Medan.” Jelasnya.
Sementara barang bukti yang diamankan berupa 3 potong bambu bulat, 3 potong bambu yang telah dibelah, 1 buah cangkul milik korban.
Sementara pihak RSU Kabanjahe mengatakan bahwa korban ada mengalami luka dibagian kepala sebelah kiri, luka robek disudut pelipis mata kanan, luka robek disudut pelipis mata kiri dan pada dikantong korban ditemukan dompet beserta uang sebesar 3.350.000 dan hp miliknya.
“Semua barang-barang korban telah diserahkan kepada keluarganya dan pihak keluarga korban meminta agar diotopsi ke Medan.”Jelas Dokter Kasta Beru Ginting.(FS-Ring)




