Medan

GBNN Sumut Siap Dukung Abyadi Siregar Maju di Pilkada Sumut 2024

Medan, desernews.com
Untuk perubahan dan perbaikan tata kelola pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ke arah yang lebih baik, provinsi ini harus dipimpin oleh sosok pemimpin yang mengerti dan faham tentang itu.

Karenanya, organisasi Gerakan Bela Negara Nasional (GBNN) Provinsi Sumut, mendukung Abyadi Siregar yang saat ini masih menjabat sebagai Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, untuk maju pada Pilkada Sumut 2024 mendatang sebagai Cagub atau Cawagub Sumut.

Hal itu disampaikan Ketua GBNN Provinsi Sumut Trie Yanto Sitepu SH, kepada wartawan, usai berkunjung dan bersilaturahmi dengan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar di Kantor Ombudsman Sumut, Jalan Sei Besitang Medan, Jumat (28/4/2023).

Dikatakan Trie Yanto, Abyadi Siregar merupakan sosok calon pemimpin yang merakyat, bersih, jujur, sangat komunikatif, mengayomi, pemikir yang handal, dan memiliki manajerial yang kuat serta tegas namun lembut, sehingga sangat layak untuk menjadi pemimpin di Sumut.

Menurutnya, selama hampir 10 tahun memimpin Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar telah berhasil membawa Ombudsman menjadi lembaga yang disegani dalam pengawasan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh Institusi Pemerintah, Polri, BUMN/BUMD, swasta maupun perorangan,

“Ombudsman Sumut dibawah kepemimpinan Abyadi Siregar, juga telah banyak membantu kasus-kasus masyarakat, baik karena tersandung masalah birokrasi, buruknya pelayanan dari penyelenggara pelayanan publik ataupun lainnya, sehingga lembaga ini juga dicintai masyarakat,” ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, berkat komunikasi dan koordinasi yang baik yang dibangun Abyadi Siregar dengan berbagai pihak, terutama dengan pemda-pemda di Sumut dan institusi kepolisian, perbaikan penyelenggaraan pelayanan publik di daerah ini sudah mulai dirasakan oleh masyarakat.

“Sumut butuh pemimpin yang memiliki manajerial kuat, merakyat, bersih dan jujur seperti Pak Abyadi Siregar ini, agar Sumut kedepan semakin baik. Agar pelayanan publik makin baik, pembangunan makin merata, kesejahteraan masyarakat semakin nyata dan Sumut makin maju,” papar Trie Yanto.

Menanggapi wartawan jika Abyadi bukan orang partai dan ia masih Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Trie Yanto Sitepu mengatakan bahwa berdasar pengakuan Abyadi bahwa masa jabatannya di priode kedua sebagai Kepala Ombudsman Sumut akan berakhir pada Oktober 2023 nanti.

“Itu tak masalah, jabatan beliau berakhir Oktober nanti, dan kalau beliau tak orang partai juga tak masalah, sebab banyak sosok non partai yang jadi gubernur maupun wakil gubernur. Partai politik kita yakini nantinya juga akan melirik mana-mana figur yang potensial, dan Abyadi adalah figur potensial dengan tingkat popularitas dan elektabilitas yang tinggi di Sumut,” tegas Trie Yanto. (red)
Izin teman2, yang berminat silahkan…..

Terkait Penemuan Mayat Dibawah Lift Bandara KNIA, Abyadi: Manajemen Pengelolaan Bandara Perlu Dievaluasi

Medan – Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar, mengaku benar-benar kaget luar biasa setelah membaca ada mayat ditemukan di bawah lif bandara KNIA Medan. Apalagi, sesuai camera CCTV, mayat tersebut sudah tiga hari di bawah lift, setelah sebelumnya diduga terjatuh.

“Saya benar-benar kaget luar biasa. Kenapa saya kaget? Karena kita tau bahwa KNIA, adalah sebuah bandara berkelas internasional, tapi kenapa sampai tiga hari baru diketahui,” kata Abyadi ketika dimintai wartawan tanggapannya via telepon selularnya, Jumat (28/4/2023).

Seperti diketahui, kata Abyadi, KNIA saat ini dikelola secara kemitraan strategis dengan skema Built Operate Trasfer (BOT) antara PT Angkasa Pura (AP) II dan GMR Airports Consortium, yang merupakan perusahaan asal India.

Untuk pengelolaan bandara itu, dibentuk PT Angkasa Pura Aviasi (APA) yang merupakan perusahaan patungan dengan porsi 51% saham PT AP-II. Sedang saham GMR Airports sebesar 49%.

Dengan manajemen pengelolaan sekarang, ditargetkan KNIA menyaingi Changi Airport dan KLIA, Malaysia sebagai hub regional. Kualanamu diharapkan, tidak hanya menjadi domestic airport, tetapi menjadi hub internasional.

Tapi, dengan peristiwa penemuan mayat ini, rasanya memunculkan keraguan publik terhadap manajemen pengelolaan Bandara KNIA itu. “Jujur saja, saya jadi ragu dengan profesionalisme pengelolaan Bandara KNIA ini,” tegas Abyadi Siregar.

Apalagi, lanjut Abyadi, dengan manajemen pengelolaan KNIA sekarang yang melibatkan investor asing, menurutnya sistem pengamanan Bandara itu seharusnya lebih baik.

Menurut Abyadi, Aviation Security (AVSEC) yang bertanggungjawab menjaga lingkungan keamanan bandara dan juga para penumpang pesawat, seharusnya lebih profesional dengan manajemen baru pengelolaan Bandara KNIA sekarang.

“Dengan kasus penemuan mayat di kolong lift ini, saya kira perlu dilakukan evaluasi terhadap manajemen pengelolaan Bandara KNIA itu. Terutama di jajaran PT APA sendiri,” tegas Abyadi. (rel/dn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close