Warga di Belawan Kembali Terlibat Tawuran, Warga Curiga Bandar Narkoba Sebagai Dalang

Medan, desernews.com
Warga Kelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan menduga bahwa tawuran yang kerap terjadi merupakan ulah bandar narkoba.
Menurut masyarakat, bandar narkoba ini lah yang sering memasok senjata kepada massa pelaku tawuran, dan patut diduga dalang tawuran sesungguhnya.
“Bandar itu lah yang nyetel (mensetting) perang-perang ini. Dia yang mendanai semuanya,” kata R, satu diantara warga Kelurahan Belawan Bahagia, Senin (16/1/2023).
R mengatakan, saat tawuran pecah, ada warga yang mempersenjatai dirinya dengan kembang api jenis flare. Menurut R, harga kembang api flare itu tidak murah.
“Kami pun berencana melakukan audiensi dengan Polres Pelabuhan Belawan agar bandar narkoba itu ditangkap,” katanya.
Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan, AKP Herison Manullang mengatakan tengah menyelidiki informasi tersebut. Ia mengatakan, setiap keluhan warga akan direspon dan didalami lebih lanjut.
“Masih kami selidiki,” pungkasnya.
Aksi tawuran pecah setelah petugas pulang
Aksi tawuran antara warga Jalan Belanak dan Jalan Alo-alo, Kelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan terjadi lagi.
Menurut Camat Medan Belawan, Subhan Fajri, warga kembali tawuran setelah tahu Satgas Anti Tawuran pulang ke rumahnya masing-masing.
Tawuran kembali pecah sekira pukul 04.30 WIB.
“Kami berjaga di sana kan mulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB. Setelah itu, barulah tawuran terjadi,” kata Subhan, Minggu (15/1/2023).
Namun, lanjut Subhan, begitu tahu ada tawuran lagi, Satgas pun kembali ke lokasi. Satgas datang membubarkan massa yang terlibat saling serang di Jalan Kakap.
“Sekira 15 menit lah mereka itu main bang, karena Satgas kami yang sudah sempat pulang ke rumah, balik lagi kesana, dan tadi kami dibantu Brimob. Syukur situasi langsung dapat kondusif,” katanya.
Subhan menjelaskan, menurut beberapa pengamat sosial, tawuran terjadi dampak dari kesenjangan sosial dan ekonomi. Namun, kata dia, saat Forkopimcam melakukan pelatihan, masyarakat justru tidak mau ikut.
“Kalau katanya akibat kesenjangan sosial dan ekonomi, kami sudah pernah melakukan program pelatihan supaya mereka produktif. Tapi yang mengikuti memang orang orang yang enggak mau terlibat tawuran, kalau pelaku tawuran itu gak mau ikut,” bebernya.
Dia pun mengimbau agar seluruh orang tua dapat memperhatikan anaknya masing-masing demi keselamatan dan keamanan lingkungan.
“Saya kembali mohon kerja sama para orang tua untuk menjaga dan mengawasi anaknya masing-masing. Jika anak belum pulang hingga malam, mohon dicari agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.(tm/DN)




