DaerahMedan

Aniaya Perawat di RS Bandung, Oknum Polisi Dijebloskan ke Sel Khusus

Ilustrasi.Bripda Tito Tampubolon, Polisi yang menganiaya perawat RS Bandung karena tak terima disebut satpam padahal Polisi.

Medan, desernews.com
Polda Sumut mengatakan lima Polisi baru lulus berpangkat Bripda yang aniaya dan sekap Perawat RS Bandung Medan ditahan.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan mereka ditempatkan di tempat khusus gedung Bid Propam Polda Sumut.

Meski demikian ia belum mau membeberkan siapa saja yang ditahan.

“Iya, ditempatkan di tempat khusus. Saat ini ada lima orang,”kata Hadi, Rabu (9/11/2022).

Hadi menjelaskan mereka masih menjalani pemeriksaan. Kelimanya juga belum ditetapkan sebagai tersangka dugaan penganiayaan dan penyekapan perawat.

“Proses hukum masih berjalan, Propam Polda Sumut yang memeriksa.”

Sebelumnya, segerombolan Polisi berpangkat Bripda menyerang perawat RS Bandung bernama Wanda pada Minggu 6 November lalu sekitar pukul 05:00 WIB.

Informasi awal pemicunya karena pihak RS Bandung membawa pergi Ayu, perawat perempuan yang sempat dikurung di kamar hotel di Jalan Gajah Mada oleh Bripda Tito.

Ayu dikurung di kamar setelah Bripda Tito dan tiga wanita lainnya mabuk-mabukan di sebuah klub malam di Medan.

Namun belakangan Polda Sumut menyebut penganiayaan itu karena Bripda Tito tak terima dikatain mirip satpam.

Padahal ia sudah gagah menyebut seorang personel Polisi. Perkataan itulah yang dianggap sebagai penghinaan oleh Tito sehingga ia mengabarkan kepada ratusan rekan seangkatannya melalui grup WhatsApp untuk mencari satpam RS.

“Hasil pemeriksaan yang dilakukan, keterangan yang diberikan itu ada bahasa atau kata-kata dari seseorang sekuriti atau perawat rumah sakit itu bahwa ‘Samanya kita sekuriti, samalah kita sekuriti’,” kata Kabid Humas Polda Sumut menirukan.(tm/DN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close