Daerah

Kondisi areal PTPN III kebun ambalutu Memprihatinkan

Asahan, desernews.com
Miris dan memprihatinkan. Hal inilah yang terjadi pada saat awak media melakukan peninjauan langsung ke areal PTPN III kebun Ambalutu Distrik Asahan, Minggu 10 Oktober 2021.

Pasalnya pada saat penelusuran awal desernews.com, di afdeling III banyak sekali menemukan berondolan yang berserak di sekitar pepohonan, bahkan penelantaran berondolan pun di temukan begitu banyak di dalam parit pinggiran jalan yang hampir membusuk.

Hal ini sangat bertolak belakang dengan slogan yang selalu dibangga-banggakan “Satu buah satu rupiah” selanjut nya di areal yang sama awak media juga mendapati tanaman yang tampak rimbun (tidak di tunas) ,tumbuh nya tanaman sawit liar di sekitaran tanaman dan berkembang nya tumbuhan parasit (Loranthus) di tanaman sawit yang masih produktif, yang hal ini sangat mempengaruhi pertumbuhan dari tanaman dan hasil maksimal yang di harap-harap kan.

selanjut nya awak media melakukan penelusuran ke afdeling IV di areal rendahan (Areal 17 Hektar) dan hasil nya lebih mencengangkan, krn areal ini tampak seperti hutan belantara dan luput dari perhatian dan di duga sama sekali tidak tersentuh.

Tanaman yang masi produktif di sekitaran areal tampak tidak pernah di tunas, banyak nya Buah yang tidak di panen dan sampai membusuk di pohon, yang hal ini juga sangat bertolak belakang dengan upaya untuk peningkatan produksi, berondolan yang berserakan di mana-mana serta tumbuh nya tanaman-tanaman liar yang batang pohon nya hampir seukuran paha orang dewasa.

Menyikapi hal ini desernews.com melakukan konfirmasi kepada bambang sitorus selaku manager dan penanggung jawab kebun Ambalutu guna mendapatkan penjelasan terkait tidak di panen nya buah di afdeling IV, Berondolan yang berserakan di afdeling III dan IV, tanaman yang tidak di tunas sekaligus mempertanyakan biaya perawatan nya dan penyebab begitu semak nya areal rendahan (areal 17 hektar) yang tanaman liar nya tumbuh subur dengan ukuran yang hampir mencapai paha orang dewasa tersebut.

namun Bambang Sitorus tidak memberikan balasan dan penjelasan apapun terkait hal ini. selanjut nya awak media meminta penjelasan dan komentar kepada Janri Setiawan Ginting selaku Askep, namun hasil nya juga nihil, Janri setiawan ginting sama sekali tidak memberikan penjelasan sampai berita ini di turun kan.

Melalui Telepon seluler Senin, 11 Oktober 2021 Pukul 13:15. seseorang yang mengaku dirinya sebagai Karpim (Karyawan Pimpinan) di afd III bernama Anggi mengatakan kepada awak media. biar enak, kapan bisa ada waktu kita jumpa bang, nanti saya sama karpim afd IV juga, sekalian silaturahmi. kemudian untuk areal nya nanti kita kerjakan dan tindak lanjuti, ucap nya.

Selanjut nya pada tanggal 11 Oktober 2021 desernews.com juga meminta penjelasan dan konfirmasi kepada GM (General Manager) Distrik Asahan Hasanul Nst. “terima kasih info nya pak, segera kami konfirmasi ke kebun terkait”, ucap nya.

Terkait adanya dugaan pembiaran/penyimpangan anggaran terhadap perawatan di sejumlah afdeling serta dugaan Kurang Maksimal nya kinerja pimpinan dan di nilai lalai dalam pengawasan hasil produksi di lapangan, di harap kan Dirut PTP Nusantara III mengevaluasi ulang dan meringankan langkah agar dapat meninjau langsung kondisi lahan perkebunan milik BUMN tersebut. (Hite)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close