Dua Bocah SD Pisang Pala Meninggal Tenggelam di Kolam Bekas Galian C

Galang, desernews.com
Dua bocah SD di Desa Pisang Pala Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Senin (20/09/2021) ditemukan meninggal dunia di kolam bekas galian C di desa tersebut.
Kepala Desa Pisang Pala, Muhammad Ali ketika di konfirmasi desernews.com membenarkan peristiwa yang memilukan itu.
“Benar Pak. Dua warga saya Saya ini juga masih di lokasi”, ujar Kepala Desa, Muhammad Ali melalui telepon selulernya.
Menurut keterangan Kepala Desa Pisang Pala, kedua bocah SD yang meninggal itu bernama Fahira Khairunisa, 8 tahun penduduk Dusun V Desa Pisang Pala, putri dari Bapak Ahmad Fauzi Saragi dan Nur Rachmah Lubis.
Sedangkan Suci Ramadani, 8 tahun penduduk Dusun V Desa Pisang Pala putri dari Bapak Sukiran dan ibu Sunarti. Kedua bocah itu merupakan pelajar kelas V di Sekolah Dasar Negeri Nomor 101979 Desa Pisang Pala.
Lebih jauh Kepala Desa Muhammad Ali menerangkan, siang itu kedua bocah itu seperti biasanya pukul 10 : 00 WIB pulang sekolah langsung ke rumahnya.
Namun pada saat peristiwa itu, kedua bocah tersebut tidak langsung pulang ke rumah, melainkan bermain dan mandi mandi di kolam bekas galian tanah timbun di areal eks rumah sakit PTP V yang lokasinya berada di Desa Pisang Pala.
Sampai pukul 12:00 WIB kedua bocah itu belum juga pulang ke rumah. Akhirnya orang tua bocah itu mencari mereka di sekitar kampung Pisang Pala, ternayata ditemukan di kolan bekas galian eks rumah sakit Petumbukan.
Saat itu juga warga membawa jenazah ke dua bocah SD itu ke rumah duka di Dusun V, Desa Pisang Pala. Salah seorang dari bocah itu telah dikebumikan sore itu juga, kata Kepala Desa Muhammad Ali.
Sementara warga di Desa Pisang Pala meminta aparat pemerintah untuk menertibkan Galian C di daerah itu yang cendrung membahayakan keselamatan masyarakat.
Menurut masyarakat, pihak pengusaha di Galang yang semuanya tidak memiliki ijin pertambangan Galian C, selesai mengeruk dan mengambil tanah, tidak pernah merapikan galiannya.
Sehingga bila turun hujan membentuk kolam kolam cukup dalam yang dapat membahayakan anak anak yang bermain di sekitar kolam.
“Sudah tak ada memberi konstribusi kepada PAD, malah bikin bahaya warga masyarakat lagi”, ujar warga geram. (Wan/DN)




