Daerah

Kumpul Bersama Masyarakat Sepakat Jaga Desa dari Narkoba

Upaya mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba membutuhkan kepedulian serta keterlibatan seluruh masyarakat, mulai dari lingkungan keluarga hingga pemerintahan desa.

Percut Sei Tuan, desernews.com
Upaya mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba membutuhkan kepedulian serta keterlibatan seluruh masyarakat, mulai dari lingkungan keluarga hingga pemerintahan desa.

Komitmen tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Deli Serdang, Hendra Wijaya, saat mewakili Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, dalam kegiatan Kumpul Bersama Masyarakat Menolak Narkoba dari Desa untuk mendukung Program Prioritas Kapolri Quick Wins Polisi Bersama Masyarakat yang digelar Polrestabes Medan di rumah Kepala Dusun Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Rabu (4/11/2026).

Hendra menyampaikan apresiasi Bupati Deli Serdang kepada Kapolrestabes Medan beserta jajaran atas upaya yang dilakukan dalam pemberantasan narkoba. Ia mengatakan, Bupati telah menekankan pentingnya dukungan seluruh camat terhadap langkah kepolisian dengan menggerakkan perangkat pemerintahan hingga masyarakat di tingkat desa.

Menurutnya, pencegahan narkoba akan lebih efektif apabila masyarakat ikut menjaga lingkungan dan tidak memberikan ruang bagi peredaran barang terlarang tersebut. Terlebih, peredaran narkoba masih menjadi persoalan yang perlu diwaspadai di sejumlah wilayah Deli Serdang.

“Ini bukan hanya tugas kepolisian atau TNI, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kalau masyarakat dan perangkat desa memiliki komitmen yang sama, ruang gerak peredaran narkoba akan semakin terbatas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa posisi geografis Deli Serdang yang berbatasan dan mengelilingi Kota Medan serta memiliki akses menuju sejumlah daerah lain membutuhkan kewaspadaan bersama. Karena itu, koordinasi antarpemerintah wilayah dan aparat keamanan perlu terus diperkuat.

Sementara itu, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan pemberantasan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penindakan hukum. Edukasi, pencegahan, dan keterlibatan aktif masyarakat juga diperlukan agar lingkungan tidak menjadi tempat berkembangnya penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.

Ia mencontohkan penanganan narkoba di kawasan Jermal melalui edukasi, patroli pencegahan, dan penindakan secara berkelanjutan. Pendekatan tersebut mulai mendorong perubahan sikap masyarakat yang semakin terbuka terhadap kehadiran aparat kepolisian.

Menurutnya, upaya serupa perlu diperluas hingga tingkat desa dan dusun. Masyarakat juga perlu dilibatkan dalam mengawasi lingkungan serta mengenali faktor sosial yang dapat mendorong seseorang terjerat narkoba, termasuk persoalan pendidikan, ekonomi, dan kesempatan kerja.

“Kalau kita hanya berbicara tentang narkoba di ujungnya, yaitu penangkapan, persoalan ini tidak akan selesai. Kita harus melihat akar masalahnya dan membangun upaya pencegahan bersama masyarakat,” tegasnya.

Kapolrestabes Medan juga mengajak kepala desa, lurah, kepala dusun, dan seluruh perangkat pemerintahan membangun tiga komitmen bersama, yakni menolak penyalahgunaan dan peredaran narkoba, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan yang rawan, serta memperkuat komunikasi dan kerja sama antara masyarakat, pemerintah daerah, Polri, dan TNI.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Deli Serdang mendorong agar komitmen menolak narkoba tidak berhenti pada deklarasi, tetapi diwujudkan melalui kepedulian, pengawasan, dan tindakan nyata masyarakat dalam menjaga lingkungan masing-masing.(Rel)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close