Daerah

2 Desa di Galang Dilanda Banjir Besar, Danrem 022/PT dan Kapolresta DS Lansung Turun ke Lokasi

Deli Serdang, desernews.com
Dua desa di Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang dilanda banjir pada Kamis dini hari (29/10/2026) sekitar pukul 01:45 WIB.

Kedua desa itu yakni Desa Bandar Kuala dan Desa Titi Besi yang sebagian wilayahnya berada di pinggiran Sei Ular.

Bencaba banjir yang melanda dua desa tersebut langsung mendapat perhatian serius dari jajaran TNI, Polri, dan pemerintah kecamatan.

Kapolresta Deli Serdang bersama Komandan Korem (Danrem) 022/Pantai Timur, Dandim 0204/Deli Serdang, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Galang turun langsung meninjau permukiman warga yang terdampak banjir, Kamis (29/10/2026).

Peninjauan tersebut dipimpin Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol. Muhammad, S.H., S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolresta Deli Serdang AKBP Juliani Prihatini, S.I.K., M.H., bersama Danrem 022/Pantai Timur Kolonel Inf. Sandi Kamidianto, S.I.P., M.I.P., serta Dandim 0204/Deli Serdang Letkol Inf. Wahidin Sobar, S.Sos., M.Sc.

Kehadiran para pimpinan TNI-Polri tersebut didampingi jajaran Forkopimcam Galang untuk melihat langsung kondisi masyarakat, memastikan keselamatan warga, serta memantau kebutuhan penanganan darurat akibat banjir yang melanda Desa Bandar Kuala dan Desa Titi Besi.

Sungai Ular Meluap, Puluhan Rumah Warga Diterjang Banjir

Banjir yang terjadi pada Kamis dini hari (29/10/2026) tersebut dilaporkan dipicu oleh meluapnya aliran Sungai Ular hingga menerjang kawasan permukiman penduduk.

Derasnya arus air mengakibatkan sedikitnya 47 unit rumah terdampak, dengan 11 rumah di antaranya dilaporkan mengalami kerusakan berat.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari posko penanggulangan bencana, sebanyak 50 kepala keluarga (KK) atau 175 jiwa terdampak banjir di kedua desa tersebut.

Selain merusak rumah dan harta benda warga, derasnya arus banjir juga dilaporkan menghanyutkan dua unit sepeda motor milik masyarakat.

Ketinggian air di sejumlah lokasi bervariasi antara 70 sentimeter hingga mencapai satu meter.

Kesaksian Warga: Air Naik Selepas Magrib, Arus Deras Menghantam Rumah

Nur (50), warga Dusun II, Desa Bandar Kuala, mengungkapkan bahwa air mulai naik selepas waktu Magrib.

Situasi semakin mengkhawatirkan ketika sekitar pukul 01.30 WIB dini hari, arus air yang sangat deras menerjang kawasan permukiman warga.

Dalam waktu singkat, sejumlah rumah mengalami kerusakan parah akibat kuatnya terjangan arus banjir.

Sebanyak 11 unit rumah di Dusun II, Desa Bandar Kuala, dilaporkan rusak berat, sementara dua unit sepeda motor hilang terbawa arus.

Berdasarkan informasi sementara, tidak terdapat laporan korban jiwa. Namun, bencana tersebut menyisakan kesedihan mendalam bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

Data Korban Banjir di Dua Desa

Berdasarkan pendataan sementara, dampak banjir meliputi:

1. Desa Bandar Kuala, Dusun II

Sebanyak 11 unit rumah mengalami kerusakan berat.

Sebanyak 13 kepala keluarga terdampak.

Jumlah warga terdampak mencapai 48 jiwa.

Dua unit sepeda motor dilaporkan hilang terbawa arus.

2. Desa Titi Besi, Dusun I

Sebanyak 36 unit rumah terendam banjir.

Sebanyak 37 kepala keluarga terdampak.

Jumlah warga terdampak mencapai 127 jiwa.

Kelompok rentan meliputi 10 balita dan 11 lanjut usia.

Tidak terdapat laporan ibu hamil berdasarkan data sementara.

Dengan demikian, total sementara warga terdampak di kedua desa mencapai 175 jiwa dari 50 kepala keluarga.

Forkopimcam Galang Dampingi Peninjauan Lokasi Bencana

Dalam peninjauan tersebut, jajaran TNI-Polri turut didampingi unsur Pemerintah Kecamatan Galang, di antaranya Camat Galang Dharma Bakti Harahap, S.Sos., Kapolsek Galang AKP Doli Suryanto Silaban, S.H., M.H., serta Sekretaris Camat Galang Herman Kaya Siregar, S.Sos.

Turut terlibat pemerintah desa setempat, termasuk Kepala Desa Bandar Kuala Nasimin, Kepala Desa Titi Besi, serta unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari koordinasi lintas instansi untuk mempercepat pendataan kerusakan, penanganan warga terdampak, dan pemenuhan kebutuhan darurat masyarakat.

Warga Butuh Tenda Pengungsian dan Bantuan Logistik

Di tengah kondisi permukiman yang rusak dan terendam banjir, masyarakat berharap adanya bantuan segera dari pemerintah maupun pihak terkait.

Kebutuhan mendesak yang menjadi perhatian antara lain tenda pengungsian, bahan makanan, air bersih, pakaian, perlengkapan tidur, serta pelayanan kesehatan bagi warga terdampak.

Perhatian khusus juga diperlukan bagi kelompok rentan, terutama balita dan lanjut usia yang turut menjadi korban bencana.

Kehadiran Kapolresta Deli Serdang bersama jajaran TNI dan Forkopimcam Galang diharapkan dapat memperkuat koordinasi penanganan darurat sekaligus mempercepat pemulihan kondisi masyarakat.

Di Tengah Duka, Warga Berharap Segera Bangkit

Bagi masyarakat Desa Bandar Kuala dan Desa Titi Besi, banjir kali ini bukan sekadar luapan air sungai, melainkan musibah yang membawa dampak besar terhadap kehidupan mereka.

Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung bersama keluarga kini sebagian mengalami kerusakan berat. Harta benda yang dikumpulkan selama bertahun-tahun pun tidak sedikit yang rusak akibat terjangan banjir.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, serta seluruh elemen masyarakat dapat terus bersinergi membantu para korban hingga kondisi kembali pulih.

Warga yang bermukim di sekitar aliran Sungai Ular juga diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan kenaikan debit air, terutama apabila hujan deras kembali mengguyur kawasan tersebut.

Di tengah puing rumah dan kesedihan para korban, kepedulian serta kehadiran berbagai pihak menjadi harapan bagi masyarakat untuk kembali bangkit dan membangun kehidupan mereka. (AK)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close